Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 117 Mobil Siapa?


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Jovi kembali ke ruang tamu dengan membawa dua gelas minuman hangat jahe.


“Maaf menunggu lama, kak.” Jovi menaruh nampan berisi dua gelas sari jahe ke meja. “Ini...” Nathan menatap gelas besar yang ada di depannya. “Ini sari jahe buatan ku. Aku biasa minum di saat cuaca dingin seperti ini dan lagi kakak baru melakukan perjalanan ke luar kota, jadi minuman ini cocok untukmu agar tidak masuk angin.” Jovi menjelaskan panjang lebar.


Nathan hanya tersenyum lebar mendengar penjelasan dari Jovi. Ia pun menyentuh gelas di depannya.


“Sudah berapa lama aku tidak minum minuman ini ?” Nathan mengambil minuman sari jahe hangat yang dulu pernah beberapa kali ia minum dan itu pun dibuatkan oleh neneknya semasa dia masih duduk di bangku SMA.


“Minuman sari jahe buatan mu enak, aku suka.” tanpa pikir panjang ia pun segera mengambil gelas di depannya lalu meminumnya. “Badan ku terasa hangat sekarang.” Nathan nah kembali gelas yang dipegangnya ke meja.


Terlihat Jovi juga ikut meminum segelas sari jahe yang dibuatnya.

__ADS_1


“Jika mau aku akan membuatkannya lagi.” Jovi menimpali sambil meniup gelas yang dipegangnya. “Terimakasih Jovi tapi ini saja belum ku habiskan.” Nathan kembali mengambil gelas yang ia letakkan di meja dan melanjutkan meminumnya.


“Kakak mau langsung pulang kata kembali ke kantor setelah ini?” Jovi menatap Nathan dengan mengajukan pertanyaan. “Mungkin aku akan langsung pulang saja hari ini.” jawabnya singkat.


Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan mereka hingga 40 menit lamanya.


“Jam berapa sekarang ? Aku sudah lama duduk di sini.” Nathan melirik jam yang tergantung di dinding. “Hampir maghrib rupanya. Aku harus segera pulang karena jika tidak mungkin saja aku akan bertemu dengan Deon di sini.” mulai terlihat tidak fokus saat bicara dengan Jovi karena memikirkan hal itu.


“Jovi... aku mau balik dulu.” ucapnya tiba-tiba di tengah pembicaraan mereka setelah menghabiskan segelas sari jahe buatan Jovi. “Oh, iya kak.” kali ini dari situ tak melarangnya setelah melihat jam saat ini dan menurutnya sebentar lagi Deon akan pulang.


Nathan berdiri dan berjalan menuju keluar dengan Jovi yang mengantarnya sampai ke depan.

__ADS_1


“Terimakasih, kak hari ini sudah mengantar ku.” ucap Jovi di depan pagar rumah nya di dekat mobil Nathan sambil memayungi pria itu karena hujan di luar belum reda juga. “Aku juga terimakasih sari jahe dan payung nya.” Nathan menyentuh payung merah yang di pegang Jovi.


Ia pun kemudian masuk ke mobil dan kembali menatap Jovi sebelum ia benar-benar pergi dari sana.


“Aku menunggu jawaban mu seminggu.” Nathan kembali mengingatkan hal itu pada Jovi. “Ah... ya, kak.” Jovi menjawab singkat dan pipinya terlihat bersemu merah kali ini. “Sampai jumpa.” Nathan mengemudikan mobilnya setelah menutup kaca samping mobil dan meninggalkan Villa Cempaka menuju ke rumah.


Jovi pun kembali masuk ke dalam rumah. Ia segera mandi dan berganti baju hangat.


Tepat di saat mobil Nathan meluncur mobil Deon tiba di belakangnya.


“Mobil itu... mobil yang beberapa waktu lalu pernah kesini.” Deon turun dari mobil membuka pagar dan sempat melihat mobil yang meluncur dari rumahnya. “Masa Shasha mau mengantar Jovi pulang ? Bukankah dia sendiri juga kerja ?” menautkan kedua alisnya menatap mobilnya sudah hilang dari pandangannya. “Berarti itu bukan mobil Shasha. Jika begitu itu pasti mobil rekan kerja atau sekretaris nya.”

__ADS_1


Deon tak mau ambil pusing mobil siapa itu dan segera naik kembali ke mobilnya lalu memarkirkan mobilnya di garasi.


__ADS_2