Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 99 Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Nathan masuk ke kamarnya dan mem-packing separuh barangnya yang belum ia packing setelah semalam sebelumnya ia menata sebagian barangnya.


“Sudah selesai.” Nathan duduk sebentar di kursi setelah selesai membereskan semua barangnya yang akan ia bawa pulang kembali ke Jakarta. “Jam berapa ini ?” Nathan melihat jam yang tergantung di kamar hotel yang menunjukkan jam makan siang. “Lebih baik aku makan di pesawat saja daripada harus pergi ke restoran di sini.”


Nathan kemudian berjalan keluar membawa koper dan barang-barangnya menuju ke depan.


“Tuan biar aku bantu membawakan barang-barang tuan.” driver seketika tanggap saat melihat Nathan sudah kembali dengan membawa banyak barang bawaan. “Terima kasih.” Nathan ikut membawa beberapa barangnya ke bagasi dan driver yang memasukkan semua barangnya.


“klak.” Nathan masuk ke mobil dan menutup kembali pintunya dan tak lama setelahnya mobil melaju menuju ke airport terdekat yang ada di Melbourne.


“Tuan kita sudah sampai.” driver memarkir mobil dan mengeluarkan semua barang bawaan Nathan kemudian mengikuti pria itu masuk ke airport. “Ahh... aku akan kembali sebentar lagi.” Nathan duduk dengan tenang di sebuah kursi pesawat dengan driver yang menemaninya dan duduk di belakang kursinya.

__ADS_1


“Pardon miss, i want two dish of lunch, please.” Nathan melihat seorang pramugari melewatinya dan menghentikannya. “Alright sir, I'll serve it for you in ten minutes later.” pramugari tadi menyerahkan daftar menu dan mengambilnya kembali setelah Nathan menentukan pilihan menu yang dipesan.


Di lain tempat di kantor Jovi


Terlihat gadis itu sedang duduk di kursinya setelah barusan datang.


“Hari ini kak Nathan sudah selesai meeting dan mungkin ia akan pulang besok.” Jovi tersenyum kecil saat melihat kalender yang ada di mejanya yang menunjukkan jadwal kepulangan Nathan.


Ia terlihat senang sekali tanpa ia sadari menunggu kedatangan pria itu. Jovi mengeluarkan ponselnya dan berniat untuk menghubungi Nathan, sekedar untuk bertanya sudah sampai atau belum.


“Mungkin dia sudah sibuk meeting jadi mematikan ponselnya.” Jovi menaruh kembali ponselnya setelah panggilannya tidak tersambung. “Huft...” Jovi menarik nafas panjang melihat setumpuk dokumen yang ada di meja. Dan ia pun segera mengerjakannya sebelum dokumen itu semakin menumpuk dan membuatnya stuck di ruangan hingga sore hari.

__ADS_1


Sore harinya Jovi pulang seperti biasa ke rumah. cara membersihkan dirinya ia kembali masuk ke kamar.


“tuut... tuut....tuut...” Jovi mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Nathan kembali namun lagi-lagi panggilannya tidak tersambung. “Mungkin dia belum selesai meeting.” Jovi menaruh kembali ponselnya ke meja.


Malam hari, Jovi mencoba menghubungi kembali nomor Nathan, tapi masih belum tersambung juga.


“Aku menyerah.” Jovi menaruh kembali ponselnya ke meja. “Hoahem...” ia menguap berulang kali dan kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur.


Setelah melalui perjalanan selama 9 jam lamanya akhirnya Nathan tiba di airport Jakarta.


“Mohon perhatian untuk semua penumpang 5 menit lagi pesawat akan mendarat. Diharapkan untuk semuanya segera bersiap.” ucap pramugari di pesawat untuk membangunkan para penumpang yang sebaiknya masih tertidur juga mengingatkan penumpang yang sudah bangun.

__ADS_1


Nathan yang terjaga sedari tadi terlihat bersiap untuk turun dari pesawat.


“Akhirnya aku tiba juga di Jakarta.” baru kali ini pria itu terlihat begitu senang kembali ke rumah setelah menjalani meeting panjang.


__ADS_2