Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 48 Membuat Kesepakatan


__ADS_3

“tok... tok...” Deon terpaksa mengetuk pintu kamar Jovi setelah ia tidak menemukan kunci pintu kamar itu.


Ya, semenjak kejadian di malam pertama pernikahan mereka Jovi memang membawa kunci pintu kamarnya beserta duplikatnya. Bahkan ia selalu mengunci pintu kamar tersebut di malam hari sebelum kedatangan Deon dan teman tidurnya di kamar sebelah agar tak ada yang mengusiknya di kamar.


“Siapa itu yang mengetuk pintu ?” Jovi yang sedang berbaring santai dan memakai masker kolagen di wajahnya menatap malas ke arah pintu kamar yang tertutup. “Apa Deon kembali membawa gadis lain dan mau memamerkannya padaku ?” kembali berbaring dan membetulkan masker wajahnya.


“Apa dia sudah tidur ?” Deon sampai menebalkan telinganya ke daun pintu karena sama sekali tak ada suara ataupun respon dari dalam kamar. “tok... Tok...” Deon kembali mengetuk pintu kamar dan memperkeras ketukannya. “Siapa sih itu ?” Jovi kembali menoleh menetap ke arah pintu, namun ia malah merubah posisi dan miring ke kanan membelakangi pintu.

__ADS_1


“Hiss... gadis itu... jam segini sudah tidur ?” Deon mulai merasa kesal karena sama sekali tak ada respon ataupun jawaban dari dalam kamar. Ia pun tak putus asa. “Jovi... ini aku, buka pintunya.” Deon kembali mengetuk pintu sambil memanggil nama istrinya.


“Huh... kenapa sih dia ?” Jovi kemudian duduk dan menatap ke arah pintu, masih malas untuk membuka pintu. “Jovi bangun, buka pintunya.” Jovi tetap saja duduk dan sama sekali tak merespon. “Ayah dan ibu mu datang kemari, mencari mu.”


Mendengar kata ayah dan ibunya disebut maka Ia pun segera berdiri dan berjalan menuju ke pintu.


“Jovi ayah dan ibu mu datang.” Deon kembali mengulangi perkataannya. “Ya... ada apa ? Bilang saja pada mereka aku sedang tak enak badan dan kau temui saja mereka sendiri.” ucap Jovi setelah ia berada tepat di depan pintu namun masih tidak membuka pintunya.

__ADS_1


Secara ia merasa terkungkung dan tak mempunyai akses setelah tinggal di villa itu. Dan lagi selama ini ia harus naik taksi setiap kali bepergian ke manapun yang membuatnya jengah. Ia mencoba kembali keadaan dan memanfaatkan kesempatan yang datang.


“Jovi kau gila apa ?Jika kau Sampai berani menceritakan kelakuanku pada ayah dan ibu mertua, maka kau akan --


“Akan apa ?!” Jovi membuka pintunya dan memotong segera perkataan Deon. “Ya, jika kau melarangku memberitahukan pada orang tuaku maka aku bisa memberitahukannya pada ayah dan ibu mertua kelakuan putranya yang sangat menarik dan pendiam ini seperti apa ?” Jovi melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum lebar menatap Deon kemudian kembali menutup pintu kamar.


“Tunggu...” Deon menahan pintu kamar dengan mendorongnya agar pintu tidak dikunci lagi oleh Jovi. “Jangan laporkan itu pada ayah dan ibuku juga.”

__ADS_1


“Baik Aku tidak akan melaporkannya kepada mereka semua, tapi ada kompensasi tutup mulutnya.”


“Katakan saja aku akan menurutimu asal kau tidak memberitahu mereka.” Deon pun merasa takut dan setuju saja meski ia tak tahu apa permintaan gadis itu. “Berikan aku mobil terbaru yang bisa ku pakai sendiri.” Deon teriak diam dan masih berpikir apakah akan menolak atau menyetujuinya.


__ADS_2