
Nathan kemudian berjalan bersama Jovi masuk ke Cafe Kembang Kota.
“Duduk di sini saja.”Nathan memilih tempat duduk yang sepi di mana di meja yang ada di depan dan meja di belakang tempat yang dipilihnya juga kosong. Sengaja ia memilih tempat duduk yang sepi agar tak ada yang mengganggunya saat berduaan dengan Jovi.
Jovi pun hanya mengikut saja karena ia merasa pusing dan tak bisa berpikir, baginya sendiri semua tempat duduk sama saja.
“Kenapa pengunjung di sini lelaki semua ?” Jovi melihat ke sekitar Saat berjalan dan mendapati pengunjung yang datang malam ini berjenis kelamin lelaki semua. “Kenapa mereka seperti itu ?” merasa aneh saat melihat banyak lelaki duduk berpasangan dan mereka terlihat mesra. “uhh.” Jovi merasa enek melihatnya dan segera mengalihkan pandangan kemudian segera duduk di kursi berhadapan dengan Nathan.
Cafe Kembang Kota memang Cafe yang terkenal untuk tempat nongkrong anak muda dan buka 15 jam setiap harinya dari sore hingga pagi buta. Meskipun mayoritas pengunjung cafe itu setiap harinya adalah kelompok gay, namun ada juga beberapa pengunjung wanita yang jumlahnya minim dan bisa dihitung dengan jari.
__ADS_1
“Kau mau pesan apa ?” tanya Nathan membaca daftar menu yang ada di meja kemudian menyerahkannya pada Jovi. “Tidak kak, aku tidak lapar.” Jovi yang memang sudah kenyang dan tidak mood untuk menyantap apapun menyodorkan kembali daftar menu pada Nathan.
Nathan yang sebenarnya juga kenyang tak ingin memesan makanan. Namun rasanya tak patut jika sudah masuk ke sana dan tidak memesan apapun.
“Baiklah kita pesan minuman saja juga begitu.” Nathan menerima daftar menu dari Jovi kemudian menulis pesanannya di sana dan menyerahkan pada pelayan yang berdiri di sampingnya dan menunggunya. “Tolong di tunggu tuan.” pelayan menerima daftar pesanan Nathan dan segera membuatkan pesanannya.
“Ehem...” Nathan yang tahu jika gadis itu berbohong hanya berdehem kecil.
Alunan musik lembut tiba-tiba mengalun di cafe dengan lampu yang bersinar terang di sana yang membuat suasana tegang di antara mereka berdua menjadi hangat.
__ADS_1
“Ini tuan pesanan anda.” pelayan datang membawakan dua gelas strawberry jus dan segelas orange juice. “Ini untuk mu.” Nathan ketika menggeser dua gelas jus strawberry ke sisi Jovi setelah pelayan pergi dari sana. “Ini...” Jovi sedikit terkejut bagaimana bisa pria itu mengetahui jika dirinya suka pada jus strawberry dan sering memesannya dua gelas.
Mereka berdua pun mulai menyesat minuman mereka masing-masing, dan Jovi pun mulai merasa tenang.
“Kak aku punya teman. Dia ada masalah dan bertanya padaku tapi aku tidak tahu harus menjawab apa mungkin kakak bisa membantuku.” Jovi memulai pembicaraan. “Katakan saja Jovi aku akan mendengarkannya.”
“Emm... begini... aku punya seorang teman wanita, sebut saja x. Ia menikah karena dijodohkan tanpa adanya rasa cinta. Di awal pernikahan semua yang diharapkan ternyata tidak terwujud. Suami teman ku itu berselingkuh dengan gadis lain hingga saat ini. Si x ini lama-lama tidak tahan juga dengan perilaku suaminya yang di luar batas norma itu dan ingin berpisah darinya namun ia tak bisa. Lalu apa yang harus dilakukannya ?” Jovi bercerita panjang kali lebar, Menjelaskan permasalahan pribadinya sendiri dengan merumpamakan sebagai permasalahan orang lain untuk menyamarkan nya, karena ia malu.
“Apakah itu sebenarnya adalah permasalahannya sendiri, dan dia malu untuk mengungkapkannya secara langsung ?” Nathan menatap intens Jovi dan mencoba membaca apa yang dipikirkan oleh gadis itu. “Jika memang sudah tidak kuat lagi menjalani hubungan dengan seseorang karena satu hal dan itu sangat menyakitkan sebaiknya akhiri saja hubungan itu.”
__ADS_1