
Jovi jadi agak diam dan tak banyak bicara karena merasa malu pada Nathan jika melihat pertama kali ia bertemu dengan pria itu, juga saat berada di Rock Cafe.
“Kenapa dia diam saja, tidak seperti biasanya dan terkesan menjaga jarak dariku ?” Nathan bisa langsung merasakan dari gerak-gerik kecil Jovi.
“Jovi apa kau mau puding ? Aku akan mengambilkannya untukmu ?” Nathan melihat puding yang terhidang di meja dan dia teringat beberapa waktu yang lalu gadis itu membeli puding dalam jumlah banyak.
“Tidak kak, terimakasih. Aku akan mengambilnya sendiri nanti.” Jovi menolak dengan halus dan berkata Lebih lembut daripada biasanya.
Namun Nathan tidak mendengar dan mengindahkan jawaban Jovi. Ia pun menuju ke meja dan mengambil dua puding.
“Jovi... aku lebih senang jika kau bersikap dan berbicara padaku seperti biasanya.” Nathan kembali dan menghampiri Jovi sambil berbisik lirih di telinganya.
__ADS_1
Ia juga tak peduli jika ada seseorang atau beberapa orang di sana yang memperhatikan dirinya.
“Ambillah, aku tahu kau suka puding.” Nathan menyerahkan satu piring puding yang di bawanya pada Jovi. “Bagaimana dia bisa tahu aku suka puding ?” Jovi merasa tak hanya kali ini saja pria itu mengetahui kesukaannya. “Ya, tuan Nathan terima kasih.” menerima puding dari tangan Nathan.
“Sudah ku bilang jangan begitu formal padaku. Bersikaplah seperti dirimu biasanya. Tak perlu sungkan pada ku.” Nathan merasa tak nyaman dengan sikap Jovi dan mengingatkannya kembali. “Baik kak, mungkin itu tidak di sini. Saat kita sedang berdua saja.” Jovi masih menawar dan menatap lembut Nathan.
“Jangan sampai aku mengulangi perkataan ku untuk yang ketiga kalinya.” Nathan kembali berbisik lirih di telinga Jovi yang kali ini terlihat memerah hingga ia pun tak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa mengangguk menatap Nathan.
Jovi mulai menyantap puding yang di bawanya, begitu pula dengan Nathan tanpa mengucapkan sepatah kata pun setelahnya.
“Kriing...” tiba-tiba ponsel Nathan berdering saat ia akan mulai kembali bicara dengan Jovi. “Jov... ah... sebentar.” Nathan mengeluarkan ponselnya dan ternyata itu bukan telepon melainkan alarm yang tadi sengaja ya setel sebagai reminder jika coffee break telah berakhir.
__ADS_1
“Dimana tuan ?” Chris keluar dari ruangan karena melihat jam di dinding yang menunjukkan jika meeting akan segera dimulai kembali.
“Oh... Jovi... sayang sekali waktu sudah habis. Aku harus kembali dulu.” Nathan meminta izin untuk pergi duluan dan kembali ke meja meeting. “Ya, kak.” Jovi pun ikut berjalan Kembali ke tempat duduknya.
Lima menit kemudian semuanya sudah tampak kembali ke tempat duduknya masing-masing.
“Baiklah karena semua peserta meeting kali ini sudah berkumpul maka kami akan mengumumkan siapa yang beruntung dan lolos kali ini untuk menjaga mitra kerja Atmaka Grup.” Nathan tak ingin berlama-lama berada di ruang meeting dan tak ingin menundanya lebih lama lagi.
“Perusahaan yang beruntung kali ini adalah Champion Grup.” Nathan mengumumkan hasilnya.
“Ohh sayang sekali bukan perusahaan ku yang terpilih.” ucap beberapa password yang ada di sana secara bersamaan setelah mengetahui hasilnya dan terlihat kecewa.
__ADS_1
“Apa ?! Aku tak percaya ini.” Rani benar-benar terkejut sekali mendengar hasil yang dibacakan oleh Nathan. “Nona, perusahaan kita yang memenangkannya. Tak salah tuan mengirim Nona kali ini.” terlihat histeris memberitahu Jovi.
“Ya, Rani. Aku juga sama sekali tidak menyangka nya.” Jovi tersenyum lebar tanpa melihat Rani dan ia malah menatap Nathan.