Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 106 Pergi Ke Bogor


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dan sejak itu Jovi sering terlihat bersama dengan Nathan entah untuk makan siang ataupun karena mengurusi perihal kerjasama mereka. Beberapa kali terlihat mereka berada di lokasi untuk memantau pasar secara langsung atau mengunjungi klien lainnya.


Seperti jadwal pagi ini, Nathan mengajak Jovi untuk pergi ke pusat pengolahan kelapa sawit yang ada di Bogor.


“klak.” Nathan turun dari mobil setelah memarkir mobilnya di tempat parkir kantor Jovi. karena sudah terbiasa menemui Jovi maka ia pun pergi sendiri ke ruangan gadis itu.


“tok... tok...” Nathan segera mengetok pintu ruangan Jovi yang tertutup setibanya di sana.


“Ya, Rani masuk saja.” Jovi tanpa menatap ke arah pintu dan terus mengerjakan dokumen yang ada di depannya, meminta sekretarisnya itu untuk masuk karena pasti wanita itu datang untuk mengambil dokumennya.


“ehem...” Nathan berdehem setelah membuka pintu karena gadis itu salah mengira dirinya sebagai sekretarisnya.


“Oh...” Jovi mengangkat kepalanya dan menatap ke pintu saat mendengar suara deheman seorang lelaki. “Kak Nathan ?!” ia terkejut karena yang datang ternyata bukanlah Rani.

__ADS_1


Ia pun berdiri dan menghampiri pria itu.


“Maaf, aku kira Rani. Duduk dulu kak.” Jovi terlihat malu karena salah mengira dan dia pun mempersilahkan Nathan untuk masuk.


Nathan hanya tersenyum tipis menanggapi Jovi.


“Kau sudah siap untuk pergi ke Bogor bersamaku sekarang ?” Nathan duduk di kursi depan tempat Jovi duduk. “Oh ya... karena dokumen ini aku jadi lupa. Apa kakak bersedia menungguku sebentar untuk bersiap ?” Jovi menaruh dokumen yang dipegangnya dan segera berdiri. “Lima menit saja, kak.” tambah Jovi agar pria itu tak mengira lama menunggunya.


Jovi pun segera keluar ruangan dan bersiap untuk berganti baju dan membetulkan make up nya.


“Jadi dia menaruh boneka dariku di sini.” Nathan terdiri dari tempat duduknya dan menatap ke sebuah meja di mana terdapat boneka koala di sana. “Jadi... mungkinkah ia menaruh boneka yang bertuliskan namaku di kamarnya ?” tersenyum lebar saat melihat nama yang tertera di boneka itu adalah nama Jovi bukan namanya.


Ia pun beralih menatap ke arah meja lainnya dimana di sana juga terdapat boneka salju kanguru yang diberikannya beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


“Aku senang dia memakai pemberian dari ku.” Nathan melihat beberapa gantungan kunci di lemari adalah gantungan kunci dari negara Australia yang diberikan beberapa waktu yang lalu.


Ia pun kembali duduk tepat di saat Jovi kembali masuk ke ruangan.


“Kak, aku sudah siap. Kita berangkat sekarang.” Jovi sudah terlihat rapi, cantik, dan harum menghampiri Nathan. “Baik, kita pergi sekarang.” Nathan berdiri dan berjalan mengikuti Jovi keluar dari ruangan.


Dari depan terlihat Rani yang datang dan akan masuk ke ruangan setelah tadi Jovi sempat berpesan padanya untuk mengambil dokumen.


“Rani, dokumen yang ada di meja ambil saja sendiri. Mungkin aku akan kembali sore nanti, jadi nanti tolong kunci ruangannya jika aku belum kembali.” Jovi Berhenti sebentar saat melihat Rani dan kembali berpesan padanya. “Baik, nona.”


“Ya, cincin yang mereka kenakan terlihat sepasang.” Rani melihat cincin yang ada di jari Jovi dan juga nonton yang semotif. “Oh, sudahlah aku tidak ingin mengurusi urusan orang lain.” Rani segera masuk ke ruangan Jovi dan mengambil dokumen.


“Kakak tidak bawa driver ?” ucap Jovi setelah masuk dan duduk di mobil Nathan. “Tidak, perjalanan ke Bogor hanya memerlukan waktu selama 1 jam 30 menit saja jika lewat tol, dan itu tak akan membuatku lelah.” Nathan memasang sabuk pengaman kemudian segera melajukan mobilnya keluar dari kantor Jovi menuju ke Bogor.

__ADS_1


__ADS_2