Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 132 Kunjungan Ibu Nathan


__ADS_3

Jovi mengambil segelas air putih yang ada di meja dan segera meminumnya setelah kepergian Bi Ijah.


“Ini dia dokumen yang kucari sudah ketemu.” Nathan berada di kamarnya, mencari dokumen urgent untuk keperluan kantornya dan akhirnya menemukan dokumen itu. “Sebaiknya aku segera pergi sekarang. Aku khawatir Jovi menungguku lama.” segara keluar dari kamar begitu mendapatkan dokumen yang ia cari lalu berjalan menuju ke ruang tamu.


“Maaf membuatmu lama menunggu.” Nathan menghampiri dan berdiri di samping Jovi yang masih duduk dan mengembalikan gelas kosong ke meja. “Tidak lama kak, baru 10 menit.” Jovi menanggapi dengan tersenyum kecil.


Dari dalam terlihat bi Ijah yang masih penasaran dengan Jovi, masuk ke ruangan yang ada di dekat ruang tamu dan berpura-pura membersihkan ruangan di sana.


“Jika begitu kita kembali sekarang saja.” Nathan menatap ke arah jam dinding dan melihat waktu sudah sore. “Kakak mau kembali ke kantor atau selalu mengantar ku ?” tanya Jovi sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Aku akan kembali ke kantor. Kemungkinan lembur sebentar.”timpal Nathan terlihat tidak sabar ingin segera keluar dari rumahnya.

__ADS_1


Ia berjalan keluar dari rumah dengan menggandeng tangan Jovi menuju ke tempat mobilnya terparkir.


“Oh... tuan menggandeng nona tadi.” bi Ijah berjalan semakin ke depan setelah mendengar suara percakapan antara Nathan dan Jovi yang memutuskan untuk segera kembali. “Jadi pasti nona tadi adalah kekasihnya tuan. Karena selama ini ia tak pernah sedekat itu dengan seorang wanita.” berasumsi sendiri setelah melihat kedekatan mereka berdua.


“klak.” Nathan dan Jovi sudah berada di mobil dan tak lama setelahnya mobil meluncur di jalanan.


“Aku tidak melihat ibu mu kak di rumah, tadi.” tiba-tiba kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Jovi yang penasaran. “Ibu ku ? Kami tidak tinggal serumah. Tapi Ibu sering berkunjung ke tempat ku. Terkadang juga aku yang berkunjung ke tempat ibu, jika jadwalku longgar.” balas Nathan dengan hangat.


Pria itu pun jadi berpikir kenapa Jovi menunjukkan hal itu adanya secara tiba-tiba dan mengira Jovi ingin bertemu dengan ibunya.


Jovi hanya mengangguk saja dan hanya berharap ia tidak akan bertemu dengan ibunya Nathan dalam waktu dekat.

__ADS_1


Satu jam kemudian di rumah Nathan.


“klak.” terdengar suara pintu ruang tamu terbuka. Dari dalam bi Ijah segera berjalan keluar setelah mendengar suara pintu terbuka.


“Apa tuan sudah kembali ? bukankah tadi bilang jika akan lembur dulu.” merasa aneh saja baru keluar sebentar dan sudah kembali lagi ke rumah, karena biasanya kalau lembur paling cepat tuannya itu tiba di rumah saat maghrib tiba.


“Oh nyonya... bibi kira tuan yang datang.” seloroh bi Ijah setelah salah mengira. “Jadi Nathan barusan pulang ?” ibunya Nathan balas bertanya sembari duduk sebentar.


“Ya, nyonya tuan muda Tadi mampir sebentar ke rumah sepertinya untuk mengambil sesuatu yang penting bersama seorang gadis.” Bi Ijah menceritakan pada ibunya Nathan.


“Gadis ? Siapa gadis itu bi ?” ibunya Nathan terlihat penasaran dan tepat sekali sebenarnya ia ingin bicara masalah itu dengan Nathan. Ia berniat akan mengenalkan putranya itu pada putri temannya jika masih belum mempunyai calon istri juga.

__ADS_1


“Maaf bibi tidak tahu nyah. Tapi Gadis itu cantik sekali dan parasnya serta posturnya mirip sekali dengan nona Qiana.” bi Ijah kembali menceritakan apa yang dilihatnya pada nyonya nya.


“Oh begitu ya... syukurlah jika dia memang sudah punya penggantinya.” ibunya Nathan tersenyum kecil dan merasa lega mendengar cerita dari sang bibi sehingga wanita itu tak perlu cemas lagi harus mencarikan calon istri untuk Nathan.


__ADS_2