Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 88 Menyesal


__ADS_3

Bukan karena menu ikan yang akan membuatnya adopsi dan menolak ajakan dari Nathan, tapi karena ia berusaha menjaga nama baiknya terutama nama perusahaan.


“Ayolah Jovi temani aku keluar sebentar saja.” Nathan yang sudah merasa lapar dari tadi karena pagi tadi ia tidak sarapan saat bangun kesiangan. “Emm... ya, baiklah kak.” Jovi pun tak bisa menolak ajakan dari pria itu dan tak ingin menyinggung Karena dia sudah banyak membantunya.


“Tak apalah aku akan menemaninya keluar. Mungkin saat ini hanya itu yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikannya.” Jovi ikut berdiri dan berjalan keluar dari kantor dengan Nathan yang berjalan mengekor di belakangnya.


Tak lama kemudian mereka tiba di tempat parkir.


“klak...” Jovi menuju ke mobil kuningnya dan membuka pintu mobil. “Ikut dengan ku saja tak usaha mengendarai mobil mu.” Nathan menghampiri Jokowi sebelum gadis itu masuk ke mobil.


“Tapi kak jika begitu nanti kakak akan balik dua kali ke sini karena mengantarku, bukan ?” Jovi berbalik menatap Nathan. “Tak masalah Jovi karena Jalanan macet jika kau naik mobil sendiri dan jika kita berangkat bersama kita akan mempersingkat waktu.” kilah Nathan mendesak Jovi.

__ADS_1


“Emm... ya kak baiklah.” Jovi yang sebenarnya enggan menutup kembali pintu mobilnya dan berjalan mengikuti Nathan masuk ke mobil pria itu.


“Apa hanya dugaan ku saja dan semoga tidak benar. Nona Jovi tak ada affair dengan tuan muda Nathan.” Rani yang tak sengaja lewat saat akan menuju ke kantin kembali melihat Jovi yang masuk ke mobil Nathan, entah ke mana mereka berdua pergi.


Tak lama kemudian Nathan menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang berada tak jauh dari kantor Jovi berada.


Glek


“Kak kenapa tidak cari tempat lain saja ?” Jovi berjalan mengikuti Nathan yang berjalan cepat masuk ke restoran. “Ku kira kau suka dengan jenis makanan olahan disini, banyak menu pedas di sini.” Nathan sengaja ke sana karena kesukaan Jovi.


“Oh ya...” mendengar kata pedas disebut Jovi pun melupakan segala keresahannya jika saja ia bertemu dengan beberapa staf nya nanti karena tergiur pada olahan pedas.

__ADS_1


Jovi memilih duduk di kursi paling belakang untuk menghindari banyak batu mata yang menatap ke arahnya.


Nathan kemudian memesan 2 porsi tteoboki, satu ekstra pedas dan satu pedas level 1.


“Jadi kak...kunci apa yang kemarin ku bawa ?” Jovi menanyakan soal kunci sambil menikmati tteoboki super pedasnya.


Sementara Nathan terlihat berulang kali meminum air mineral sambil mengipas-kipas bibirnya yang terasa panas karena kepedasan.


“Itu kunci kamar ku.” Nathan menjawabnya singkat sambil kembali menghabiskan satu gelas air mineral.


“Apa... kunci kamar ? Jika begitu semalam kakak tak bisa tidur di kamar ?” Jovi seketika tanggap dan menaruh garpunya. “Ya, tak apa. Aku juga bisa tidur di sofa. Kau juga mungkin sudah tidur setelah minum obat.” balasnya singkat sambil melanjutkan makannya.

__ADS_1


“Astaga kak... kenapa kau tidak bilang padaku maka aku akan mengembalikannya padamu.” Jovi menatap intens Nathan yang menurutnya sangat pengertian sekali. “Seandainya saja aku mengenal pria ini lebih dulu maka aku pasti tak akan pernah menikah dengan Deon si bunglon itu.” diam-diam dalam hati Jovi merasa menyesal telah menikah dengan Deon dan merasa simpatik pada Nathan.


__ADS_2