Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 64 Dua Hadiah


__ADS_3

Jovi menatap Deon dengan tatapan tajam dan tanpa bersuara.


“Sialan kau Deon ! berpura-pura perhatian padaku padahal sebenarnya kau tidak ingin aku mendapatkan perusahaan dari ayah mertua.” Jovi mengumpat kesal dalam hati dan ingin menendang Deon saja rasanya jika tidak ada mertuanya di sana. “Ayah... aku sama sekali tidak lelah dan tidak keberatan.” Jovi memasang tampang manisnya dengan mengiba menatap ayahnya.


“Tidak Jovi, kau di rumah saja. Kau cukup duduk manis dan menerima gaji saja.” Deon kembali menolak tegas dan mencari cara agar ayahnya tidak memberikan Jovi mengelola sebuah perusahaan baru.


Namun Jovi tak kehabisan akal dan tak mau kalah dari Deon.


“Ayah... apa gunanya kartu kredit mati. Apa itu untuk pajangan di dompet saja ?” Jovi bicara sambil melirik Deon dan tersenyum menyeringai. “Deon, kau memberikan kartu kredit kosong pada istri mu ?” Ayah sedikit naik pitam mendengar pengaduan dari menantunya.

__ADS_1


“Dasar ular ini pintar sekali bicara dan mengambil hati orang tuaku.” Deon menatap Jovi dengan penuh kekesalan. “Oh... aku sepertinya salah memberinya kartu kredit yang mati. Kenapa kau tidak bilang saja padaku, Jovi dan aku akan menggantinya.” Deon berkaitan dengan lembut meskipun dalam hati murka sekali.


“Ayah... aku tak butuh kartu kredit lagi. Aku juga tidak memaksa untuk bekerja di perusahaan baru ayah. Cukuplah bagi ku kembali ke perusahaan ayahku sendiri.” Jovi kembali merajut dan memasang tampang super melas untuk mengambil hati ayah mertuanya.


“Setan kau Jovi !” Deon tak habis pikir Kenapa Gadis itu pintar sekali bicara dan terlebih lagi ayahnya lebih mendengarkan Jovi daripada dirinya. “Ayah... kali ini aku berubah pikiran. Baiklah aku akan mengizinkan Jovi untuk kembali bekerja di kantor ayah mertua.” tukas Deon segera menimpali dan meloloskan permintaan Jovi sebelum gadis itu meminta yang lebih lagi dari ayahnya dan mungkin ia tak lagi bisa mengatasinya.


“Terima kasih ayah. Ayah mertua memang is the best.” puji Jovi dengan tersenyum lebar. “Sering-sering kemari saja ayah, ternyata ada gunanya juga ayah mertua datang kemari.” kelakarnya dalam hati.


"Kau memang bodoh Jovi. bekerja di perusahaan mu sendiri saja sudah senang sekali. Dan lagi perusahaan ayah mu itu sekarang berada di bawah naunganku.” Deon tersenyum lebar menatap Jovi dan ayahnya secara bergantian.

__ADS_1


Jovi yang awalnya sedikit tertekan dengan kedatangan mertuanya kini menjadi senang karena bisa memanfaatkannya untuk bisa menghabiskan waktu di luar rumah.


“Ayah mertua... beberapa waktu ini aku melihat Deon bersama dengan gadis muda. Mereka terlihat seperti lebih dari teman dekat.” Jovi mencoba mengancam Deon dan menakut-nakutinya.


“Ular ini... apalagi yang dia mau ?” Deon sampai tempat tuk mendengar perkataan jawaban barusan.


“Apa Deon kembali bermain bersama para gadis ? Anak ini benar-benar sudah menikah juga tidak berubah. Jangan sampai Jovi tahu dan mengetahuinya.” Ayah ikut terkejut mendengar perkataan. “Jovi Kau terlalu sensitif, nak. Deon kan banyak relasi jadi bertemu dengan banyak wanita itu tak masalah dan jangan berpikir yang bukan bukan.” membela Deon untuk menutupi aib putranya sendiri.


“Jovi ayah akan memberikan mu kartu kredit unlimited.” pria itu segera mengeluarkan kartu kredit unlimited dan menyerahkannya pada Jovi untuk membungkam mulutnya. “Ayah... terima kasih.” Jovi sampai merangkul Ayah mertuanya karena saking senangnya mendapatkan dua hadiah sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2