
Jovi dan Nathan menatap bersama ke arah ayahnya Jovi dengan segudang pertanyaan yang ingin mereka ajukan.
“Ayah... aku tidak tahu ada apa dengan perusahaan kita. Tapi setahu ku tiga hari yang lalu perusahaan kita baik-baik saja.” Jovi memberanikan diri untuk berbicara sambil menatap ayahnya meskipun ia masih ngeri teringat pada apa yang dilakukan oleh ayahnya tempo hari padanya.
“Apakah yang Ayah bilang itu benar ?” kini tak hanya Nathan dan Jovi yang heran mendengar kabar tersebut bahkan ibunya pun ikut terkejut.
“Ya, Champion Group jatuh bebas sekarang dan berada pada posisi ke-60.” jelas ayah Jovi mengungkapkan perkembangan terakhir yang ternyata lebih jatuh lagi posisinya dalam hitungan jam saja.
Nathan yang sedari tadi terkejut dan hanya mendengarnya saja akhirnya ikut bicara.
“Bagaimana bisa Champion Group yang selama ini membaik dan cukup kuat jatuh bebas seperti ini ?” Nathan menatap ayahnya Jovi yang masih diam dan belum memberikan jawaban
Ya, ayahnya Jovi terlihat menatap Nathan dengan tatapan yang tak bisa dideskripsikan dengan mudah. Sebuah tatapan kemarahan, kebencian bercampur dengan pengharapan bantuan.
“Itu benar.” jawab singkat ayahnya Jovi.
__ADS_1
Nathan menarik nafas kasar bagaimana bisa ia tak tahu mengenai hal itu. Sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi maka ia pun termasuk untuk memeriksanya sendiri.
“Kakak mau kemana ?” Jovi menarik tangan Nathan yang akan berjalan meninggalkan dirinya.
“Aku akan memeriksanya dan mengatasi hal itu.”
Jovi kembali menatap ayahnya. Ia takut pria itu akan kembali menamparnya seperti waktu lalu.
“Kak tinggallah sebentar di sini.” Jovi memohon dan membuat Nathan berhenti sejenak.
Samuel kembali diam saat Nathan bicara padanya karena ia masih merasakan marah pada pria di hadapannya itu, pria yang membuat rumah tangga putrinya dan Deon hancur bahkan sekarang pria itu juga sudah menitipkan benihnya dalam rahim Jovi.
“Ya, tolong bantu kami.” jawab pria itu pada akhirnya karena tak ada lagi yang bisa ia mintai pertolongan selain calon dari ayah cucunya itu.
“Jovi aku ke kantor dulu dan nanti akan kembali ke mari.” Nathan berpamitan pada Jovi.
__ADS_1
“Cepatlah kembali kak.” Jovi terlihat berat melepaskan kepergian Nathan dan berada di sana bersama ayahnya.
Setelah Nathan keluar saat ini hanya ada Jovi bersama orang tuanya. Suasana sunyi karena Jovi hanya diam sambil menundukkan kepalanya.
“Nak apa yang terjadi pada mu ?” ucap ibunya Jovi memecah keheningan di sana.
“Aku tak apa bu, hanya kurang nutrisi saja. belakangan ini hanya sedikit makanan yang masuk dan banyak yang keluar.”
Ibunya Jovi terlihat duduk di samping Jovi karena bagaimanapun juga putrinya itu sedang hamil cucunya dan melihat Nathan bukanlah sosok yang tidak bertanggung jawab.
“Ayah duduklah di sini.”panggil ibu menunjuk satu kursi kosong di sebelahnya.
“Tidak.” Samuel membuang nafas kasar. “Kalian bicara saja aku akan menunggu di luar.” ia berjalan keluar karena tak ingin marah dan kelepasan lagi menampar atau mungkin bahkan bisa saja memukul Jovi.
Sedangkan Nathan beberapa saat setelahnya tiba di kantor. Ia memanggil sekretarisnya dan memintanya untuk memyelidiki di lapangan mencari penyebab bagaimana perusahaan Champion Group bisa jatuh bebas tanpa sebab dalam waktu yang singkat.
__ADS_1
“Baik tuan aku akan menyelidikinya sekarang dan kembali dengan laporan.” ucap Chris segera menjalankan perintah atasannya itu.