
Entah Kenapa Jovi merasa tak bisa fokus saja membaca dokumen yang barusan diberikan oleh Nathan padanya.
“Kenapa kak Nathan menatapku seperti ini, aku merasa aneh saja.” Jovi melihat pria itu menatapnya tanpa berkedip. Ehem...” berdehem kecil. “Bolehkah aku membawa dokumen ini dan mempelajarinya nanti, kak ?” menutup dokumen yang dipegangnya karena benar-benar tidak bisa fokus meskipun ia mencoba untuk fokus.
“Kenapa Jovi, apa ada yang tidak kau pahami ? Kau bisa tanyakan padaku.” Nathan meresponnya dengan cepat. “Bukan begitu kak, aku percaya pada kakak dan kerja sama ini pasti baik bagi kedua belah pihak. Hanya saja--”
“Oh apa kau ingin keluar dari sini ?” Nathan segera memotong perkataan Jovi. “Ya, mungkin kau merasa tidak nyaman di sini jaringan ke tempat yang lebih santai misalnya ?” Nathan kembali menebak.
“Baiklah jika begitu kita keluar saja dari sini.” Nathan segera merapikan dokumen yang ada di sampingnya kemudian berdiri dari tempat duduknya. “Tunggu di sini sebentar.”
“Kak... aku...” Nathan memberinya kesempatan untuk menjawab dan periode segera berjalan masuk ke ruangan lain yang ada di sana, entah mau apa dia ke sana.
__ADS_1
“Chris, aku mau pergi sebentar. Kau bereskan semuanya lalu segera kembali bekerja.” Nathan menghampiri sekretarisnya yang masih duduk di sana sambil mengerjakan sebuah laporan.
“Tuan mau kemana ?” Chris bertanya sambil mengingat sesuatu yang urgent. “Aku mau keluar bersama perwakilan dari Champion Group.” Nathan menjawab singkat dan masih berdiri di samping pintu yang tertutup.
“Tuan... baru kali ini anda menjalin Mitra kerjasama dengan perusahaan kecil.” Chris mempertanyakan kenapa pria itu meloloskan Champion Group dan menyisihkan perusahaan besar lainnya. “Ya, ku rasa tak ada salahnya kita mencoba berganti partner. Dengan siapa saja kita menjalin mitra kerjasama bagiku sama saja.” Nathan menanggapinya dengan datar.
Ia pun kemudian membuka pintu dan akan keluar dari ruangan.
“Tuan.... tapi ini meeting penting.” Chris kembali memanggil pria itu sampai berdiri dari tempat duduknya, namun Nathan tidak memperdulikannya dan terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
“Aku benci jadwal meeting yang tak ada habisnya. Kapan aku bisa bersantai dan bersenang-senang ?” Nathan kembali mendengar sekretarisnya itu memanggil dirinya namun Ia tetap saja berlalu, bahkan menoleh padanya saja tidak.
__ADS_1
“Kenapa tuan sedikit aneh begitu ?” Chris yang mengejar Nathan sampai keluar ruangan akhirnya kembali masuk ke ruangan dan bersiap untuk menggantikannya meeting.
“Jovi... maaf lama menunggu ku.” Nathan menghampiri Jovi. “Ada sedikit masalah tapi aku sudah menyerahkannya pada sekretaris ku.” berdiri di samping kanan kursi Jovi.
“Ohh tidak kak hanya beberapa menit saja kakak pergi.” Jovi menimpali setelah melihat jam yang melingkar di tangannya. “Ayo kita pergi sekarang.” Nathan mengambil tas kerjanya yang ada di dekat Jovi kemudian di jalan keluar dari ruang meeting.
“Ya, kak.” Jovi ikut berdiri dan mengambil tasnya kemudian mengekor di belakang pria itu.
“Tunggu kak, ku kira kita akan bicara di ruang meeting ini tapi ternyata Kakak mengajak keluar dengan aku sudah meminta sekretaris untuk kembali ke kantor.” Jovi berhenti saat mereka hampir tiba di depan mobil Nathan.
“Kau tak perlu risau. Ikutlah bersamaku. Dan nanti aku juga akan mengantarmu kembali ke kantor.” Nathan tersenyum tipis kemudian segera membuka pintu mobilnya begitu tiba di sana dan meminta Jovi untuk segera duduk di depan.
__ADS_1