
Malam hari di rumah Nathan.
Pria itu baru saja tiba di rumah setelah kembali dari Villa Cempaka.
Ia masuk ke kamar dan segera berganti baju santai kemudian duduk bersandar ke dinding tepat di depan AC yang barusan ia nyalakan.
“Lalu selama tiga hari ini dia kemana ?” Nathan masih memikirkan Jovi dan menebak-nebak ke mana gerangan tadi situ pergi selama tiga hari ini. “Atau mungkin dia pergi ke rumah temannya atau juga ke rumah orang tuanya sebelum aku tiba di sana dan pulang kesel aku kembali dari sana ?” kembali mengira-ngira ke mana sebenarnya Jovi pergi.
Ia merebahkan diri di tempat tidur setelah merasa cukup segar terkena hembusan udara dari AC.
“Jika besok aku masih belum bertemu dengannya aku akan meneleponnya saja.” Nathan menata bantalnya yang terasa tidak pas dan beralih ke posisi miring.
__ADS_1
Pria itu pun memejamkan matanya meskipun dia sebenarnya khawatir karena sempat terlintas di pikirannya jika Jovi ditawan di villa itu oleh Deon lalu pria itu menyiksa Jovi.
Keesokan paginya Nathan bangun pagi seperti biasa dan bersiap ke tempat kerja.
Di lain tempat terlihat Jovi yang bersemangat di hari pertamanya kembali bekerja. Bahkan ia bangun lebih pagi daripada biasanya.
“Sudah satu jam berlalu tapi dari tadi kenapa masih pukul 05.00 pagi ?” Jovi yang terlihat sudah rapi, cantik dan harum kembali duduk di kursi sambil menatap ke arah jam dinding dengan kesal.
Ya, gadis itu sengaja memasang alarmnya agar ia bisa bangun lebih pagi bahkan semalam pun ia rasanya hanya tidur ayam selama beberapa jam saja karena saking senangnya bisa kembali bekerja dan lepas dari bayangan Deon, meski hanya sesaat.
Ia pun kemudian masuk ke dapur dan melihat bahan apa saja yang ada di kulkas yang bisa ia masak.
__ADS_1
“Aku masak yang simple dan cepat saja.” Jovi membawa telur, sayuran juga mie keriting ke dapur dan segera mengolahnya. “Ya sudah jadi.” Jovi sudah selesai memasak spaghetti cheese saus pedas dan segera menyantap nya.
Dua jam kemudian ia pun kembali ke kamar setelah membersihkan dan membereskan sisa masakannya.
“Kenapa masih pagi juga ?” Jovi merasa waktu berjalan lambat saat melirik jam di tangannya yang menunjukkan pukul 07.00 pagi padahal ia sudah banyak beraktivitas. “Tak apalah aku akan pelan-pelan saja mengemudikannya.” tak sabar ingin segera keluar dari villa itu.
Jovi keluar dari kamar dengan menenteng tas kerja juga membawa kunci mobilnya.
“Hey-hey hey... kau mau kemana ?” Deon baru bangun dari tidur dan keluar dari kamar berpapasan dengan Jovi di tengah jalan. “Hmm... kau lupa yang semalam ayah mertua bilang ?” Jovi berhenti dan menatap Deon yang masih terlihat berantakan dan bau setelah bangun tidur. “Tentu saja aku mau ke kantor.” Jovi menjawab singkat kemudian setelah berjalan kembali meninggalkan pria itu menuju ke mobilnya.
“Semangat sekali dia ?” Deon menoleh ke belakang dan tersenyum lebar melihat Jovi yang sudah duduk di mobil. “Perusahaannya ada di bawah kendaliku sekarang. Biar saja ya melambung untuk beberapa saat dan aku akan menjatuhkannya dengan keras nanti.” kembali tersenyum dan berjalan ke belakang.
__ADS_1
Di tengah jalan saat mau ke kamar mandi Ia pun mencium aroma masakan lezat dari dapur yang membuatnya penasaran.
“Ada masakan apa di sana ?” Deon masuk ke dapur dan melihat ada masakan spaghetti. Karena perutnya lapar Ia pun mengambilnya karena masih ada seporsi di sana. “Mungkin Jovi yang memasaknya.” Deon mulai menyantap spaghetti yang diambilnya sambil duduk. “haah... hahh... ini dinamit apa ya ?” baru makan 5 suapan ia menaruh kembali spaghetti itu kemeja karena rasanya luar biasa fantastis pedas yang membuat lidahnya serasa terbakar.