Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 49 Berakting


__ADS_3

“Kau...” Deon sebenarnya terlihat enggan mengeluarkan biaya untuk membelikan mobil baru Jovi meskipun itu tak seberapa baginya. “Baiklah jika kau memang tidak mau ya tidak apa.” Jovi terlihat jual mahal dan menutup kembali pintunya.


“Eits... !” Deon menahan lagi pintunya sebelum Jovi benar-benar menutup pintunya. “Ya baiklah aku akan memberi mobil baru.” Deon tak bisa berkutik dan akhirnya terpaksa menyetujui permintaan dari Jovi. “Aku mau maksimal besok siang mobil itu sudah ada beserta kuncinya.” Jovi memperjelas dan mempertegas nya karena ia tahu Deon itu seperti ular yang harus terus dikejar agar tidak kehilangan targetnya.


“Oke... besok siang sudah ada mobil di sini. Sekarang kau ikut aku ke depan menemui Ayah dan ibumu.” Deon kembali menagih kesepakatan dari Jovi. “Beri aku waktu 5 menit untuk ganti baju saja.” Jovi kembali menutup pintunya namun tidak menguncinya.


Deon yang tidak percaya dengan ucapan Jovi tidak beranjak dari sana dan masih berdiri di depan pintu untuk menunggunya keluar, takut jika gadis itu membohonginya.


“Kriek.” Jovi selesai berganti baju dan membuka pintu. “Ingat janji mu.” Jovi kembali mengingatkan dan menagih janjinya pada Deon. Sedangkan Deon yang tak bisa berkutik hanya diam dan menganggap saja menanggapinya.

__ADS_1


Di ruang tamu ayah dan ibu Jovi sedari tadi menetap ke arah jam dinding yang tergantung di ruang tamu.


“Ayah... Deon sudah pergi selama 30 menit tapi belum kembali juga. Apa ada sesuatu ?” ibunya Jovi teralih menatap ke arah dalam menunggu sosok diam dan putrinya keluar. “Ibu... mereka kan masih pengantin baru. Biarkan saja, mungkin mereka sedang...” berbisik di telinga istrinya sambil tersenyum kecil. “Ayah ini... mana mungkin mereka begituan di saat kita datang bertamu ke sini.” ibunya Jovi seketika menyangka perkiraan suaminya yang berpikiran Jovi dan Deon sedang memadu kasih secara kilat.


“Jovi... Deon... !” Lima menit berikutnya dua orang itu muncul dari dalam dan menemui orang tua Jovi. “Ayah, ibu...” Jovi seketika menghampiri kedua orang tuanya. Ia memeluk ayah dan ibunya juga mencium kedua tangan mereka. “Ibu senang bertemu denganmu.” ibu Jovi memeluk putrinya dengan tersenyum lebar dan mengusap rambut panjang Jovi.


Deon yang sudah duduk di samping Jovi, menatap Intens ke arahnya.


“Maaf ibu, ayah... aku akan mencari waktu nanti untuk ke sana bersama dengan Deon.” Jovi segera menjawab karena dengan menginjak kakinya. “Aku betah sekali berada di sini. Semua fasilitas tersedia dan juga Deon memperlakukanku dengan sangat-sangat baik sekali. Setiap malam dia tak pernah tidur sebelum jam 02.00 dini hari.” jelas Jovi panjang lebar dengan memuji dan menunjukkan semua kebaikan di depan kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Ohh... cukup sayang, kau tak perlu menjelaskan masalah ranjang mu pada kami.” ibunya Jovi segera memotong pembicaraan putrinya sebelum Gadis itu kembali bercerita panjang lebar dan lebih mendetail tentang hubungan privasinya dengan Deon di ranjang.


Deon terlihat puas dengan cerita Jovi dan ia pun menurunkan kakinya dari kaki Jovi.


Mereka berempat kemudian mengobrol sampai dua jam ke depan.


“Jovi... Deon karena sudah malam kami sebaiknya pulang saja.” ayahnya Jovi berpamitan. “Baik ayah hati-hati di jalan.” Jovi berdiri dan mengantarkan ayah dan ibunya menuju keluar rumah.


“Aku senang kalian berdua rukun seperti ini. Jaga Jovi untuk kami.” ucap ibunya Jovi menatap Deon sebelum masuk ke mobil. “Tentu saja ibu. Aku sangat menyayangi Jovi.” Deon menatap Jovi yang berdiri di sampingnya dan merangkulnya. Jovi hanya ikut tersenyum saja supaya terlihat pernikahan mereka benar-benar bahagia di depan orang tuanya meskipun ia merasa kesal dan jijik pria itu merangkulnya.

__ADS_1


__ADS_2