Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 147 Apartemen Baru


__ADS_3

Beberapa jam setelahnya Jovi dan Nathan sudah berada di sebuah kamar hotel yang mereka booking.


Terlihat dari balik selimut kaki merkwa berdua bertumpuk dan juga pakaian yang berserakan di lantai.


Nathan masih berada di atas tubuh Jovi dan enggan turun dari sana meskipun Jovi sudah terlihat mengantuk.


“Kak... tidakkah kakak mengantuk ?” Jovi mengusap lembut pipi Nathan. “Apakah kau keberatan tidur dengan posisi begini ?” Nathan menyentuh bibir merah Jovi. “Aku sedikit kesulitan bernafas.” sebenarnya Jovi tak ingin mengatakannya tapi karena ia memang merasakan dadanya sesak.


Nathan mau tak mau beralih berbaring di samping Jovi.


“Apakah begini sudah enakan ?” Nathan masih memeluk Jovi dan merasa tak ingin melepaskan gadis itu, walau sedetik pun. “Ya, kak.” Jovi tersenyum kecil kemudian mencium bibir Nathan.


Satu jam setelahnya mereka berdua tertidur di balik hangatnya selimut yang menutupi tubuh polos mereka.

__ADS_1


“Jam berapa ini ?” Nathan membuka matanya di sore hari. “Masih jam 15. 00 rupanya.” melirik jam dinding di kamar hotel. Ia pun duduk berniat untuk bangun namun Jovi yang barusan bangun menarik tubuhnya untuk tetap berada di tempat tidur.


“Kak, jangan pergi dulu.” ucap Jovi dengan manja dan berbisik lembut di telinga Nathan sambil nama lainnya dari belakang. “Jovi... kau sudah bangun ?” Nathan berbalik dan terang saja melihat Jovi yang masih dalam keadaan polos membuatnya on lagi.


“mmm...” kali ini Jovi yang mencium bibir Nathan. Ia membuat kiss mark di dada Nathan dan menariknya ke atas tubuhnya. “Aah...” tak lama kemudian Jovi mendesah panjang di bawah tubuh Nathan merasakan kenikamtan tiada tara saat pria itu kembali menyapukan tubuhnya.


Dua jam kemudian mereka terlihat keluar dari kamar mandi bersamaan dengan rambut basah kemudian duduk di kursi panjang yang ada di dalam kamar.


“Kurasa kita jangan sering-sering ke hotel setelah ini.” Nathan tiba-tiba bicara demikian. “Ada apa kak ?” Jovi menautkan kedua alisnya.


“Lalu apa ada solusinya ?”


“Ini masih ide ku saja bagaimana jika aku sebaiknya membeli apartemen saja. Jadi kita bisa tinggal di sana bersama kapan pun kita mau.” Nathan menjelaskan rencana terbaiknya.

__ADS_1


“Aku setuju saja dengan rencana kakak karena itu juga minimum resiko.” Jovi malah mendukung rencana Nathan.


Beberapa hari berlalu.


Setelah membahas tentang apartemen baru tak lama setelahnya Nathan membeli sebuah apartemen yang berada jauh dari rumah mereka berdua dan tempatnya sedikit terisolasi dari apartemen lainnya karena Nathan sangat menjaga privasinya.


Suatu sore Jovi turun turun dari mobil Nathan. Pria itu menutup kedua mata Jovi dengan tangannya.


“Ini hadiah untuk mu.” Nathan melepas tangannya dan membiarkan Jovi melihat apartemen baru yang ia beli. “Astaga... apartemen ini nyaman sekali.” Jovi tampak terpukau dengan apartemen mewah milik Nathan setelah memeriksa bagian dalamnya.


Dengan adanya apartemen baru, Jovi dan Nathan tak pernah pergi ke hotel lagi. Terlihat mereka sering pergi ke apartemen itu setelah pulang kerja atau di jam kosong mereka.


“Kau mau kemana baru masuk ke rumah sudah keluar lagi ?” Deon melihat Jovi keluar dari gambar membawa kunci mobil. “Hari ini aku tidak pulang. Aku akan menginap di rumah ibu.” Jovi segera berlalu dan meninggalkan Deon yang menggandeng seorang gadis. Ia pun melajukan mobilnya ke jalanan.

__ADS_1


“Aku sudah menunggu mu dari tadi.” Nathan duduk di ruang tamu dan langsung keluar rumah begitu mendengar suara mobil berhenti di depan apartemen. “Aku terjebak macet di jalan kak.” Jovi turun dari mobil lalu masuk bersama Nathan di dalam apartemen. Dan mereka menikmati waktu mereka di sana tanpa ada yang mengganggu.


__ADS_2