
Siang harinya mendekati jam makan siang, Nathan keluar dari kantornya dan bergegas masuk ke mobilnya. Tak lama kemudian mobil meluncur di jalanan.
“klak.” tak lama kemudian pria itu tiba di kantor Jovi setelah memarkir mobilnya.
Di ruangan Jovi terlihat gadis itu sudah bersiap untuk keluar setelah melihat jam yang tergantung di dinding ruangannya.
“Mungkin sebentar lagi kak Nathan datang.” Jovi pembentukan pakaiannya yang menurutnya kurang rapi dan menyemprotkan sedikit parfum ke bajunya.
“tok... tok... tok...” Jovi segera bangkit dari tempat duduknya saat mendengar pintu ruangannya diketuk. Ia pun segera membuka pintu.
“Kau sudah siap ?” sesuai dengan dugaannya yang datang ternyata adalah Nathan. “Ya, kak.” Jovi segera keluar dan menghampiri Nathan tanpa mempersilakannya untuk duduk sebentar.
Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke tempat parkir dan masuk ke mobil Nathan.
“Akhir-akhir ini CEO Nathan terlihat lebih sering datang kemari.” ucap salah seorang staf yang melihat mereka berdua berjalan ke tempat parkir.
__ADS_1
“Ya, dan sepertinya mereka terlihat dekat sekarang.” staff lain menimpali namun tak mempunyai pikiran negatif tentang mereka berdua.
“Mungkin mereka berdua meeting. Setelah terpilih menjadi mitra Atmaka Grup, nona Jovi terlihat lebih sibuk daripada biasanya.” staf lain ikut menimpali dan kemudian berlalu begitu saja.
Di dalam mobil Nathan
“Jovi ini untukmu.” Nathan mengambil buket mawar merah yang ia taruh di kursi belakang dan memberikannya pada Jovi. “Kak, untuk apa memberiku mawar merah lagi.” Jovi menerimanya dengan tersipu.
“Mawar cantik ini cocok untuk dirimu yang secantik mawar.” Nathan memuji yang terdengar seperti merayu. “Ya, terima kasih.” tak bisa berkata-kata selain mengucapkan rasa terima kasih.
Mereka berdua kemudian berhenti di sebuah restoran untuk makan siang bersama.
“Ini untuk kakak.” Jovi mengambilkan beberapa lauk yang ada di meja dan menaruhnya ke piring Nathan, seperti sudah biasa meladeninya.
“Ini untuk mu, coba cicipi.” Nathan malah mengambil sumpit lalu menyebabkan udang yang ada di piring ke bibir Jovi tanpa malu-malu. “aaak...” Jovi pun mengimbangi Nathan dan membiarkan pria itu menyuapinya.
__ADS_1
Satu jam setelahnya mereka keluar dari restoran dan menuju ke tempat parkir.
“klak.” seperti biasa Nata membukakan pintu untuk Jovi dan baru masuk ke mobil setelah gadis itu duduk di sana.
Tepat di saat mobil Nathan keluar dari area restoran, mobil Shasha masuk ke restoran itu. Ia sempat melihat arah mobil Nathan saat kaca jendela masih terbuka separuh.
“Tunggu... gadis yang duduk di mobil itu kelihatan seperti Jovi.” Shasha yang kebetulan melewati restoran itu berhenti sebentar untuk makan siang di sana.“Tapi apa mungkin dia keluar bersama seorang pria di jam seperti ini ?” merasa tak yakin dengan apa yang dilihatnya.
“Jovi.... !” Shasha pun berteriak memanggil nama temannya itu. Namun sayang kaca jendela mobil sudah tertutup saat ia memanggilnya dan tentu saja Jovi tidak mendengarnya.
“Tidak mungkin itu Jovi.” Shasha pun kemudian masuk ke restoran dan memesan menu makanan untuknya. Namun gadis itu tetap saja penasaran apa yang dilihatnya tadi benar atau tidak. Maka ia pun menelepon Jovi.
“kring...”
“Halo Sha...” Jovi mengangkat ponselnya setelah membaca nama peneleponnya. “Jov barusan apa kau ke Restoran Sajiku ?”
__ADS_1
Jovi bingung mau menjawab apa dan pakai saja bagaimana temannya itu bisa mengetahui dirinya barusan dari sana dan berpikir Shasha saat ini ada di restoran itu dan mungkin saja melihatnya.
“Tidak Sha... aku sedang di luar dengan klien.” jawab Jovi dengan lirih agar Nathan tak mendengar percakapannya.