Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 143 Masuk Ke Kamar Jovi


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian terlihat Nathan dan Jovi yang tertidur di kursi sambil berpelukan seolah mereka tak ingin berpisah.


“whoosh.” Vaska empat jam kemudian pesawat tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.


“Kak, kita sudah sampai.” Jovi membuka mata tepat pramugari di pesawat akan membangunkan semua penumpang yang ada di sana. “Ya, cepat sekali kita sampai.” Nathan membuka mata dan segera memeriksa barang bawaannya sebelum mereka turun.


Lima menit kemudian mereka berdua turun dari pesawat.


“Kau tunggu di sini sebentar aku akan mengambil mobil dulu.” Nathan meminta Jovi untuk duduk di sebuah kursi sampai ia kembali dari tempat parkir.


Jovi mengangguk dan segera duduk di sebuah kursi yang ada di dekatnya sambil melihat Nathan berjalan menuju ke tempat parkir.


“Naiklah.” Nathan kembali dari tempat parkir dan berhenti di depan Jovi menunggu sambil membukakan pintu untuk gadis itu. “Baik, kak.” Jovi naik mobil dan duduk di depan di samping Nathan setelah memasukkan semua barang yang dibawanya ke kursi belakang.

__ADS_1


Mobil meluncur dengan pelan keluar dari bandara ke jalan raya. Sengaja Nathan mengemudikan mobil dengan pelan karena waktu masih siang hari.


“Kau mau aku turunkan di kantor, di rumah, atau di mana ?” Nathan bertanya pada Jovi sebelum mengarahkan mobil ke tempat tujuan mereka. “Kurasa sebaiknya aku pulang saja, kak. Bagaimana dengan kakak ?”


“Mungkin aku akan pulang juga karena besok juga masuk ke kantor.” Nathan tak ingin kembali ke kantor karena pasti di sana ia akan disibukkan oleh pekerjaan yang tak ada habisnya sedangkan ia butuh istirahat setelah perjalanan dari luar negeri.


Nathan mengambil jalan menuju ke rumah Jovi.


“Kita sudah sampai.” beberapa saat kemudian datang tiba di depan pintu gerbang villa Cempaka.


“Biar aku saja yang membawakannya untukmu.” Nathan tak membiarkan Jovi mengambil barang yang ada di mobil. Ia pun membawa semua barang Jovi dan mengikuti gadis itu masuk ke rumah.


“Ini di taruh di mana ?” Nathan mengikuti Jovi terus masuk ke rumah melewati ruang tengah. “Di kamar ku, kak. Kakak juga belum pernah melihat kamarku bukan ?” Jovi menoleh ke samping menatap Nathan dan terus berjalan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


“Ini kamar mu ?” Nathan yang sudah masuk ke kamar Jovi terlihat takjub dengan penataan desain interiornya di tambah ia melihat ada boneka koala bertuliskan dirinya di tempat tidur Jovi.


“Kakak mau minum dulu ? Aku akan membuatkan nya untuk mu.” Jovi melihat mantan yang sedikit berkeringat setelah menaruh barang bawaannya dan bermaksud memberikannya pelepas dahaga.


“Jovi aku tidak haus.” Nathan menarik tangan Jovi yang akan keluar dari kamar dan menahannya tetap berada di sana. “Lalu... ?” tak menjawab Nathan segera mencium bibir Jovi.


“mmm...” Nathan membaringkan tubuh Jovi ke tempat tidur dan langsung menindihnya.


“Kak... sebentar lagi Deon pulang.” Jovi menolak dengan halus sambil melirik jam yang tergantung di dinding.


Mendengar nama Deon di sebut bukannya pria itu takut tapi malah semakin menjadi.


“Aku tidak takut pada Deon. Kau adalah wanita ku sekarang.” Nathan terlihat marah bercampur cemburu, tak ingin Jovi menyebut nama pria lain di depannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat kaki mereka sudah bertumpuk di bawah selimut dengan Jovi yang mendesah pelan di telinga Nathan.


__ADS_2