Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 160 Deon Bergerak


__ADS_3

Suatu hari di kantor Deon,


Terlihat pria itu sedang duduk dan menetap selembar kertas yang ada di meja.


“Jovi... kau yang cari masalah denganku. Karena diri mu ayah memarahi ku lagi.” menatap kembali surat perceraian yang saat ini ia pegang. “Aku wujudkan keinginan mu.”


Nathan kemudian menandatangani surat perceraian tersebut.


“Tapi jangan salah dengan berakhirnya hubungan kita bukan berarti masalah kita berakhir. Lihat saja nanti.”


Deon mengembangkan senyum lebar di bibirnya. Pria itu kemudian menatap monitor di depannya.


“Champion Group... kau akan tinggal nama saja setelah.” Deon masuk ke bursa saham. Terlihat posisi perusahaan ayahnya Jovi itu saat ini menempati top 10 di urutan ke tujuh.


“Bagaimana jika aku sedikit bermain-main sekarang.” Deon mengambil ponselnya dan terlihat pria itu sedang menelepon seseorang dan memberikan perintah.


“Aku mau kau bergerak sekarang. Setidaknya dalam waktu tiga hari ini sudah mulai terlihat hasilnya.”

__ADS_1


“Baik tuan Deon.” ucap seorang di telepon mendapatkan perintah dari Deon untuk menghancurkan nama baik Champion Group dengan menyebarkan isu buruk mengenai perusahaan tersebut.


“Jovi kita lihat... apa yang bisa kau lakukan ?” Deon menutup ponselnya dan melemparnya begitu saja ke meja lalu meninggalkan ruangannya.


Di kantor Jovi


Terlihat gadis itu berangkat agak siang karena mengalami mual hebat yang membuatnya lama berada di toilet.


“Sekarang mulutku terasa getir.” Jovi buru-buru masuk ke dapur setelah teringat semalam Nathan membelikan permen asam juga manisan mangga muda untuk mengatasi rasa getirnya.


Jovi memakan sedikit manisan mangga muda kemudian membawanya dan masuk ke mobil.


Beberapa saat kemudian ia tiba di kantornya.


“Mobil merah itu milik siapa ?” Rani yang kebetulan juga berada di tempat parkir melihat sebuah mobil merah yang belum pernah dilihatnya selama ini. “Apa hari ini ada meeting dan itu mobil dari peserta meeting ?”


Wanita itu sengaja memperlambat jalannya demi bisa melihat siapa pemiliknya.

__ADS_1


“Itu kan nona Jovi.” ucapnya terkejut saat melihat nona nya turun dari sana. “Jadi mobilnya baru.” Rani kembali menatap mobil mewah Lamborghini milik atasannya meskipun Jovi sudah masuk ke ruangannya.


Beberapa jam kemudian, di ruangan Jovi. “Ohh... sekarang aku mudah sekali merasa ngantuk.” ia terlihat menguap beberapa kali di tengah pekerjaannya.


“tok-tok...” Jovi segera menegakkan kepalanya menetap ke arah pintu.


“Kriek...” suara pintu terbuka. “Nona maaf ini ada dokumen baru untuk anda.” Rani masuk ke ruangan dengan membawa setumpuk dokumen seperti biasanya.


“Ya, Rani taruh saja di meja sana nanti akan ku ambil sendiri.” jawab Jovi sambil menunjuk kemeja di samping yang ada di dekat pintu. “Oh ya, ini dokumen yang sudah selesai kau bisa membawanya.” menunjuk setumpuk dokumen di meja.


“Baik nona.” Rani menaruh dokumen kemeja di sisi pintu kemudian ia mengambil dokumen yang ada di meja atasannya itu.


“Kenapa ada begitu banyak manisan mangga muda di sini ? Apa mungkin nona sedang hamil...” batin sekretaris itu melihat manisan mangga muda yang juga membuatnya ngiler.


“Rani apa ada yang lain ?” tanya Jovi saat sekretarisnya itu masih berdiri mematung di sana.


“Oh, tidak ada nona.”

__ADS_1


Rani pun segera keluar dari ruangan Jovi dengan membawa setumpuk dokumen kembali ke ruangannya.


Sementara itu di luar tanpa Jovi ketahui utusan Deon sudah bergerak dengan cepat di lapangan.


__ADS_2