
Jovi yang sebenarnya ingin duduk di kursi belakang akhirnya duduk di depan di samping Nathan.
“broom.” Nathan menunjukkan mobilnya keluar dari perusahaan ke jalanan raya.
“Kita mau kemana kak ?” Jovi iseng bertanya untuk memecah kesunyian setelah waktu berlalu selama 7 menit. “Kemana sebaiknya kita pergi ? Apa kau ada masukan ?” Nathan yang sebelumnya memang tak ada tujuan dan hanya ingin menghabiskan waktu berduaan saja dengan Jovi balik bertanya.
“Aku juga tidak ada gambaran mau kemana. Jadi aku ngikut kakak saja.” Jovi merespon begitu karena dia memang benar-benar blank setelah sebelumnya terlalu bahagia.
Nathan diam dan berpikir ke mana sebaiknya mereka harus berhenti setelah ini.
“Tidak mungkin aku mengajaknya ke pantai, bukan ?” Nathan berimajinasi dan membayangkan menghabiskan waktu mereka berdua di pantai. “Terlalu cepat dan malah dia akan kabur dari ku nanti.” Nathan kembali mencari ide.
Ia pun terus melajukan mobilnya hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti di suatu tempat.
“Jovi... kita berhenti di sini.” Nathan mematikan mesin mobilnya kemudian turun dari sana dan membukakan pintu untuk Jovi. “Terima kasih kak, aku bisa turun sendiri.” Jovi menurut saat pria itu menawarkan bantuan untuk membantunya turun dari mobil.
__ADS_1
“Restoran Kampung Nelayan ?” Jovi berhenti menatap papan nama yang tertera di sana kemudian melangkahkan kakinya kembali mengikuti Nathan masuk.
Nathan melihat tempat duduk di bawah dan ia pun memilih duduk di sana daripada duduk di kursi karena suasananya lebih santai.
“Kau mau pesan apa ?” Nathan menyodorkan daftar menu pada Jovi. “Aku tidak lapar kak.” Jovi menyadarkan kembali daftar menu yang sudah selesai ia baca pada Nathan.
Sesuai dengan namanya restoran itu hanya menyajikan menu berbahan dasar ikan saja. Dan Jovi tidak begitu menyukai makanan yang berbahan dasar ikan. Selain banyak durinya menurutnya juga sedikit ribet memakannya karena membutuhkan waktu yang lebih lama daripada makan ayam ataupun daging.
“Aku lihat dia tidak makan tadi saat coffee break, tapi kenapa dia bilang tidak lapar ?” Nathan menerima kembali daftar menu. “Apa dia tidak tidak suka dengan ikan ?” mencoba menebak.
“Atau kita pindah saja ke restoran lain sebelum aku menyerahkan pesanan ini pada pelayan ?” Nathan belum menulis pesanannya meskipun sudah memilih apa yang akan dia pesan. “Tidak kak, di sini saja.” jawabnya menggelengkan kepala.
Jovi mengambil kembali daftar menu yang ada di tangan Nathan dan memesan ikan bakar pada akhirnya untuk menghargai Nathan.
“Ha...” Nathan tersenyum kecil setelah membaca pesanan Jovi. Ia merasa senang akhirnya gadis itu memesan juga. “Aku akan pesankan sekarang.” Nathan Nyalakan daftar pesan dan mereka pada pelayan yang lewat.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian pesanan mereka datang. pelayan menghidangkan menu pesanan mereka. Terlihat Jovi menatap hidangan yang ada di depannya dan enggan untuk menyentuhnya.
“Jadi kak bagaimana kerjasama kita nanti ?” Jovi mencoba mengulur waktu dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada Nathan.
“Makan saja dulu baru kita bicarakan itu setelah selesai makan.” Nathan menolak untuk membahasnya dan terlihat mulai memakan hidangan yang ada di depannya.
“Eww...” Jovi melihat Nathan menyantap ikan dengan lahan tanpa kendala. “Ayo makan, Jovi.” Nathan melihat gadis itu belum menyentuh hidangan di depannya sama sekali.
Dengan terpaksa Jovi pun mulai menyantap olahan ikan di depannya.
“Uugh...” Jovi merasa ingin muntah baru makan sesuap saja. “Aku tidak boleh muntah di sini.” Jovi menjeda makan dan kembali makan sesuap. Keringatnya terlihat mulai bercucuran karena memaksakan diri.
“Ughh...” setelah sepuluh suapan dia pun benar-benar tak bisa menahannya lagi dan memutuskan untuk berhenti daripada ia muntah di tempat.
“Aku benar-benar sudah kenyang.” Jovi mencuci tangannya menggunakan sabun berulang kali karena ia masih merasa mual hanya dengan mencium aroma ikan yang masih tertinggal di tangannya.
__ADS_1
Jovi Kembali ke tempat duduknya dan menunggu Nathan yang belum selesai makan.
“Jovi... kenapa muka mu merah ?” Nathan melihat muka Jovi tiba-tiba berubah merah seperti kepiting rebus.