
Setelah Jovi keluar dari rumah sakit, Nathan hanya beberapa kali saja mengizinkan kekasihnya itu masuk kantor karena tak ingin sesuatu terjadi pada Jovi.
“Ayo pulang sekarang.” Nathan bahkan sekarang menjemput Jovi seorang diri meskipun biasanya ia sering meminta Chris yang menjemputnya.
“Tapi kak jam pulang masih 3 jam lagi.”
“Apa kau lupa 3 hari pernikahan kita akan segera dilangsungkan dan aku tak ingin saat hari-H nanti terjadi sesuatu pada mu.” pria itu terlihat lebih overprotektif dari biasanya mendekati hari pernikahan mereka.
“Tapi kak pekerjaanku banyak yang belum selesai.” bukannya Jovi gak mau pulang mendahului tapi karena memang pekerjaannya yang masih banyak dan tentunya belum selesai.
“Tidak ada tapi-tapian kali ini.”
Jovi hanya menurut saja saat pria itu menarik tangannya keluar dari kantor dan membawanya masuk ke mobil.
Ia hanya menatap saja pada nonton yang sedang fokus mengendarai mobil menuju ke apartemen. “Kenapa akhir-akhir ini kakak selalu pulang lebih awal ?”
“Kita sudah sampai.” Nathan segera turun dari mobil. Ia membukakan pintu untuk Jovi dan mengajaknya berjalan pelan.
__ADS_1
“Kakak tidak kembali ke kantor ?” tanya Jovi sudah 30 menit berlalu namun pria itu masih tetap berada di rumah bahkan berganti baju.
“Tidak, aku ingin menemanimu di rumah.” Nathan malah menarik Jovi dalam pelukannya dan mengajaknya tidur siang.
Tiga hari kemudian di acara resepsi pernikahan mereka di sebuah hotel. Terlihat beberapa tamu undangan yang terdiri dari teman dekat juga sanak saudara tampak berkumpul di sana.
“Akad pernikahan sebentar lagi akan dimulai. Tapi aku belum melihat kedua orang tuaku datang.” Jovi terlihat mengenakan gaun putih dan terlihat cantik sekali sedang menatap ke arah pintu berulang kali.
“Mungkin sebentar lagi mereka akan datang.” bisik Nathan untuk menenangkan Jovi sambil merapikan setelan jas hitam yang di pakainya.
“Tuan dan nona apakah bisa kita mulai akad pernikahannya sekarang ?” tanya penghulu setelah 30 menit kemudian.
“Ibu mau kemana ?” tanya Ayah menghampiri ibu dan terlihat belum bersiap.
“Ke pernikahan Jovi. Kenapa ayah belum bersiap juga ?”
Pria itu hanya diam dan malah menarik tangan istrinya menghalanginya untuk keluar dari rumah sambil mengunci pintu.
__ADS_1
“Ibu hari ini kita di rumah saja tak perlu menghadiri pernikahan Jovi.”
“Tapi waktu itu bukankah ayah bilang bersedia menjadi saksi pernikahan mereka ?” ibu sama sekali tak menyangka jika suaminya ternyata berbohong saat itu hanya demi pencitraan di depan CEO Nathan saja.
Terpaksa wanita menuruti perkataan suaminya karena tak bisa berbuat apa-apa sambil tertunduk sedih karena tak bisa menghadiri acara pernikahan putrinya.
“Bagaimana tuan apakah akad nikahnya bisa dimulai sekarang ?” tanya penghulu lagi setelah Nathan meminta waktu padanya untuk menunggu selama 30 menit lagi.
Nathan tak segera menjawab dan berunding sebentar dengan Jovi. “Baiklah Pak penghulu kita bisa mulai akad nikahnya sekarang.” putus Nathan dengan pertimbangan tak ingin membuat penghulu menunggu lebih lama lagi.
Akad pernikahan dimulai dan semuanya berjalan dengan lancar. Hanya terlihat air mata Jovi yang menitik, tepatnya air mata bahagia yang bercampur dengan kesedihan karena selain ibunya Nathan yang tidak datang juga karena kedua orang tuanya yang tidak hadir di sana.
“Kita resmi menjadi suami istri sekarang.” Nathan tersenyum lebar saat beberapa foto mengabadikan moment mereka.
“Ini hari bahagia kita Jovi, tersenyumlah.” Nathan mengecup kening Jovi dengan mesra.
Dari luar hotel terlihat Deon yang kebetulan ada keperluan di hotel tempat Jovi dan Nathan melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
“Ramai sekali di sana.” gumam Deon saat melihat ada karangan bunga di sebuah longue. “Jadi ada yang menikah hari ini.”
Karena penasaran ia pun berniat untuk melihat sebentar sebelum menemui seseorang di hotel.