Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 102 Melihat Mobil Deon


__ADS_3

Malam harinya terlihat Jovi sudah selesai bersiap dan akan keluar dari kamarnya sambil membawa kunci mobil.


“Kriing...” tiba-tiba ponsel Jovi berdering.


“Oh...” gadis itu berhenti sebentar dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. “Kak Nathan ?” melihat siapa yang meneleponnya.


“Halo kak, ada apa ?” Jovi keluar dari kamar dan menutup kembali pintunya. “Apa kau sudah keluar rumah ?” tanya Nathan terdengar terburu-buru. Pria itu sedang berada di jalan mengemudikan mobilnya. “Belum, ini mau keluar. Kita ketemuan di mana kak ?” Jovi menanyakan tempat pertemuan mereka malam ini. “Malam ini aku akan menjemputmu. Tunggu sebentar. Sebentar lagi aku sampai di sana.” Nathan melarang gadis itu untuk mengemudikan mobilnya sendiri.


“Oh... ya, baik kak.” jawab Jovi singkat dan mematikan panggilan setelahnya. Ia pun masuk lagi gambarnya dan mengembalikan kunci mobilnya kemudian berjalan menuju ke teras dan tutup menunggu Nathan di sana.


“din !” lima menit kemudian sebuah mobil putih berhenti di depan rumah.


“Itu pasti kakak.” Jovi berdiri setelah melirik mobil yang berhenti di depan villa dan benar saja itu adalah mobil pria itu.

__ADS_1


Jovi keluar dari villa dan menutup kembali pagarnya.


“Klak.” Nathan membuka pintu mobil. “Masuklah.” menatap Jovi sambil tersenyum kecil dan memberikan kode untuk segera masuk.


Jovi duduk di depan dan menutup kembali pintunya. Mobil pun meluncur setelahnya. Tepat di saat mobil Nathan meluncur meninggalkan villa, mobil Deon datang.


“Mobil siapa tadi yang berhenti di depan villa ?” Deon melihat mobil putih yang meluncur dengan cepat di depannya. “Apa itu mobil Shasha ?” mengira itu mobil temannya Jovi karena ia memang tak hafal pada mobilnya Shasha.


“Pasti Jovi keluar lagi bersama Shasha.” Deon segera masuk ke rumah bersama gadis barunya dan masuk ke kamar.


“Itu mobil Deon.” Jovi melihat sekelebat mobil dari kaca spion mobil. “Bodoh amat, aku tak peduli padanya.” Jovi yang jijik melihat Deon segera mengalihkan pandangannya ke depan.


Nathan yang sempat melihat Jovi melihat ke kaca spion, ikut melihat ke kaca spion mobilnya karena penasaran.

__ADS_1


“Rupanya mobil Deon.” Nathan melihat mobil Deon masuk ke garasi. “Tapi Jovi terlihat biasa saja.” menoleh ke arah Jovi sebentar dan segera menatap ke depan kembali menatap jalanan di depannya.


“Oh ya bagaimana dengan meeting di Australia, kak ?” Jovi mulai bertanya untuk memecah kesunyian di antara mereka.


“Ya semuanya berjalan lancar. Meskipun di sana suasananya lebih indah daripada di sini dan lebih nyaman dengan udaranya yang bersih, tapi aku lebih tenang tinggal di sini.” Nathan bercerita sambil menatap Jovi dengan intens.


“Oh ya...jika aku mungkin akan lebih senang tinggal di sana.” Jovi menimpali. “Atau mungkin ada sesuatu yang membuat Kakak nyaman tinggal di tempat padat ini ?” Jovi asal bertanya.


“Ya, ada seseorang.” Nathan kembali menatap intens Jovi dan lebih dalam, namun tak menyebutkan siapa itu.


Jovi hanya tersenyum dan mengangguk saja mendengar jawaban Nathan.


“Aku ada sedikit buah tangan untuk mu dari meeting kemarin.” Nathan menyerahkan satu tas ada Jovi. “Apa ini, kak ?” Jovi menerima tas itu dan terkejut setelah membukanya. Ada banyak barang dalam tas itu.

__ADS_1


__ADS_2