Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 134 Jadwal Ke Filipina


__ADS_3

Satu bulan berlalu hubungan Nathan dan Jovi berjalan lancar dan baik-baik saja tanpa ada yang mengganggu mereka.


Mereka berdua juga profesional dan saling menjaga menutupi hubungan mereka saat berada di tengah publik dan baru bersikap baiknya pasangan saat mereka sedang berdua saja.


Suatu ketika Nathan merasa hubungan nya dengan Jovi belum ada perkembangan sampai saat ini. Ia ingin hubungan mereka lebih dalam lagi daripada saat ini.


“Apa yang harus kulakukan agar kami semakin dekat dan hangat ?” Nathan sedang duduk di kursi kerjanya di ruangannya. Ia sibuk berpikir sendiri di tengah kepadatan meetingnya.


Tak ada ide dan ia belum bisa fokus melihat setumpuk dokumen yang ada di mejanya mendekati akhir bulan, juga catatan yang merupakan jadwal meetingnya selama beberapa minggu ke depan.

__ADS_1


“Ahh.. lagi-lagi jadwal meeting.” Nathan membaca sederetan jadwal meeting nya selama beberapa minggu ke depan yang membuatnya kesal dan menarik nafas panjang. “Meeting satu minggu ke depan di Filipina ?!” kembali merasa kesal sendiri harus pergi meeting ke luar negeri dan menginap selama beberapa hari yang membuatnya tidak bisa bertemu dengan Jovi.


“Tunggu ! jika aku tidak bisa bertemu dengan Jovi kenapa aku tidak membawanya meeting bersama ku saja ?” di tengah padatnya jadwal dengan segudang kesibukan yang sangat menyita waktunya tiba-tiba terlintas sebuah ide begitu saja dalam pikirannya. “Ya, begitu saja dan aku akan menanyakannya pada dia nanti.” tersenyum lebar dan baru bisa fokus pada kerjaannya saat ini.


Malam harinya di rumah Nathan.


hari ini pria itu tak mengantarnya pulang ke rumah karena ia banyak sekali jadwal meeting yang tak bisa ditinggalkan juga harus lembur sampai 2 jam lamanya.


“kring....” suara ponsel Jovi yang berdering.

__ADS_1


“Oh siapa itu ya ?” Jovi sedang berbaring di tempat tidur sambil menunggu masker wortel di wajahnya kering, jadi ia langsung meraih ponsel yang ada di dekatnya dan menjawabnya begitu saja tanpa melihat siapa yang meneleponnya terlebih dulu. “Halo...”


“Jovi...” gadis itu tersenyum lebar selalu mendengar suara yang menelepon dirinya, yang begitu dihafalnya. “Ya, kak ada apa ?” jawabnya tetap berbaring di tempat tidur karena maskernya belum kering.


“Kau tidak marah kan hari ini aku tidak mengantarmu pulang ?” Nathan memang hampir setiap hari mengantar gadis itu pulang di saat ia tidak lembur di kantornya. “Tidak kak, kau sudah memberitahu ku semua jadwal meeting mu. Lagi pulang aku juga bisa pulang sendiri.” Jovi benar-benar tak mempermasalahkan hal itu.


“Satu minggu ke depan aku ada jadwal meeting ke Filipina selama kurang lebih 5 hari.” Nathan sengaja bercerita lebih dulu karena ingin melihat bagaimana reaksinya Jovi.


“Lima hari ? Selama itukah meeting nya berlangsung ?” Jovi merasa tak nyaman hanya dengan mendengarnya saja. Ia tak bisa membayangkan tidak melihat mantan selama 5 hari, pasti dia sangat kesepian sekali nanti. “Apakah di sana juga ada peserta meeting wanita ?” terlihat cemburu jika pria itu dekat dengan wanita lain selain dirinya.

__ADS_1


“Siapa ? meskipun ada peserta meeting wanita tapi aku tidak dekat dengan mereka.” Nathan menjawabnya sembari tersenyum kecil karena bisa merasakan gadis itu cemburu. “Jika kau hadir padaku lebih baik kamu menemaniku meeting ke Filipina minggu depan.” ucapnya membujuk.


Tanpa pikir panjang, Jovi pun mengangguk dan menyetujuinya. Selain dia tak ingin pria itu mencari gadis lain, ia juga ingin liburan ke tempat itu.


__ADS_2