Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 103 Resto Hindi


__ADS_3

Jovi tak menyangka sekali pria itu benar-benar memberikan souvernir untuknya. Padahal dia hanya bercanda sebelumnya.


“Ini...” Jovi mengeluarkan beberapa isi dari tas yang di berikan oleh Nathan padanya. “Benar-benar mirip seperti koala asli.” tersenyum lebar dan memeluk boneka itu.


“Kau suka ?” Nathan terlihat senang melihat ekspresi Jovi seperti yang diharapkannya saat menerima pemberian nya. “Aku memesannya khusus untukmu dengan nama mu.”


Jovi kemudian membalik boneka yang dipegangnya dan benar saja ada namanya di sana.


“Ini namanya kak Nathan. Berati bukan punya ku.” Jovi mencari boneka koala lain yang bertuliskan nama dirinya. “Ini punya ku.” mengambil boneka koala yang bertuliskan namanya sendiri.


“Oh... aku akan senang jika kau juga mengambil boneka yang bertuliskan namaku. Karena boneka itu sebenarnya sepasang dan akan kesepian jika sendirian tanpa pasangan.” Nathan mencoba membujuk Jovi agar mau mengambil boneka bertuliskan namanya.

__ADS_1


“Ha...” Jovi tersenyum mendengar perkataan Nathan yang menurutnya lucu. “Kakak ini bisa saja. Boneka kan tidak punya perasaan seperti manusia ?” mengambil boneka bertuliskan nama Nathan. “Ya, baiklah jika kakak memintanya aku akan membawanya juga.” jawab Jovi tanpa punya pikiran apapun.


Nathan terlihat senang gadis itu mau membawa serta boneka yang bertuliskan namanya.


“Oh... ada bola salju juga.” Jovi tersenyum lebar saat melihat ada boneka salju kanguru. “Pilihan ku tidak salah rupanya.” Nathan melihat Jovi mengeluarkan suvenir lain dan gadis itu terlihat senang.


“Aku bukan siapa-siapa tapi dia memberiku suvenir sebanyak ini.” Jovi memasukkan kembali semua barang yang sudah dikeluarkannya dalam tas agar tidak tercecer. “Terimakasih, kak. Aku suka dengan pemberian kakak.” Jovi berterima kasih pada Nathan.


“Kau sudah makan malam belum ?” Nathan kembali menatap Jovi di tengah jalan. “Belum, kak.” jawabnya sambil menggelengkan kepala. “Jika begitu kita coba restoran baru saja.” tanpa menunggu jawaban dari Jovi Nathan pun melajukan mobilnya menuju ke restoran baru.


Jovi dan Nathan turun dari mobil dan masuk ke Hindi Resto.

__ADS_1


“Kau mau pesan apa ?” tanya Nathan setelah duduk di sebuah kursi sambil membaca daftar menu. “Aku tidak pernah memakan masakan India sebelumnya.” Jovi membaca daftar menu dan menyerahkannya kembali pada Nathan karena ia sama sekali tak mengetahui menu yang ditawarkan di sana.


“Jika begitu pesan aloof samosa saja.” Nathan memilihkan menu untuk mereka berdua dari sekian menu yang ada karena hanya itu yang menurunnya enak.


“Tolong dua porsi aloof samosa.” Nathan menyerahkan daftar pesanan mereka pada pelayan yang merupakan orang india. “Baik, tuan.” pelayan itu menerima daftar pesanan kemudian segera mengambilkannya.


Sesaat kemudian pesanan datang. Jovi yang baru pertama kali ini mencoba menyantap masakan India mulai memakannya.


“Rasanya lumayan juga.” ucap Jovi setelah memakan beberapa suap. “Ya, jika kau suka kau bisa pesan lagi.” Nathan menawarkan. “Tidak, kak ini belum habis dan rasanya kenyang makan sedikit saja.” timpal Jovi yang sebenarnya lidahnya belum terbiasa saja memakan menu masakan India dan sedikit mual.


Tiba-tiba seorang pelayan datang ke meja mereka.

__ADS_1


“Selamat tuan dan nona, anda adalah pengunjung ke-100 hari ini dan mendapatkan hadiah berupa cincin couple yang cocok untuk pasangan seperti anda.” seorang pelayan membawa sepasang cincin.


“Cincin couple ?” Jovi dan Nathan sering menatap dengan terkejut.


__ADS_2