Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 140 Berbagi Ranjang


__ADS_3

“Aah...” Jovi mendesah dan memeluk Nathan saat pria itu terus mencium lehernya. “Kak...” Jovi menyentuh pipi Nathan dan merasakan sekujur tubuh pria itu terasa hangat.


“mmm...” Nathan kembali menghujamkan ciuman ke bibir Jovi berulang kali hingga membuat gadis itu kesulitan bernafas.


Nathan kembali mencium leher Judith dan terus bergerak ke bawah mencium bagian lainnya hingga kancing baju Jovi terlepas.


“Aah...” Jovi terlihat gemetar dan tubuhnya terasa kaku tak bisa bergerak.


“kruuk.” suara perut Jovi menyelamatkan dirinya. “Kau lapar.” Nathan berhenti setelah mendengar bunyi suara perut Jovi yang mengacaukan konsentrasinya dan membuat mood-nya hilang berantakan. “Kita pergi makan dulu.” Nathan seketika berdiri dan berbalik.


“Ya, kak.” Jovi segera mengancingkan kancing bajunya kembali yang terlepas. Ia pun berdiri dengan malu-malu dan masih gemetar berjalan di samping Nathan.


“Ayo cepat.” Nathan terlihat biasa dan seolah-olah tak terjadi apapun di antara mereka. Ia pun menggenggam tangan Jovi seperti biasanya keluar dari kamar.


Sampai di depan hotel mereka memilih untuk menyeberang jalan dan mencicipi masakan yang ada di luar hotel. Sengaja Nathan memilih makan di luar karena tak ingin bolak-balik ke hotel.

__ADS_1


“Kau mau makan apa ?” Nathan mengambil daftar menu yang ada di meja dari sebuah rumah makan tempat mereka berada saat ini.


“Emm...” Jovi bingung mau pesan apa karena Iya sama sekali tak mengerti dan mengenal makanan khas Filipina.


“Jovi Jika kamu bingung mau pesan apa sebaiknya kau coba buko pie dan sisig saja.” Nathan memberi saran menu makanan yang tidak terlalu berat dan cocok di lidah. “Ya, kak itu saja.” Jovi sama sekali tak ada gambaran dan ia pun setuju saja pada saran Nathan.


Tak lama kemudian menu yang mereka pesan tiba.


“hmm... pie ini enak rasanya.” Jovi yang lapar segera memakan buko pie di meja. “Coba ini, ini juga enak.” Nathan mengambil Taba Ng Talangka, olahan kepiting krispy yang di pesannya dan menyuapkannya pada Jovi.


“Kita ke mana lagi kak setelah ini ?” Jovi menanyakan tujuan mereka setelah keluar dari rumah makan. “Kita jalan-jalan saja di sekitar sini sambil melihat-lihat jika ada barang yang menarik.” Nathan menanggapinya dengan tenang dan berjalan menyusuri jalan sambil menggenggam erat tangan Jovi.


“Kak... coba lihat syal itu.” Jovi tertarik pada sebuah syal yang dipajang di sebuah toko di pinggir jalan yang mereka lewati. “Sepertinya itu cocok buat kakak.” menarik tangan Nathan dan berarti di toko tadi.


“Coba ini kak.” Jovi mengambil satu syal rajut berwarna coklat susu dengan kombinasi-putih di ujungnya kemudian memakaikannya pada Nathan. “Pantas sekali.” memuji setelah melihatnya. Nathan pun segera membayarnya setelahnya.

__ADS_1


Mereka kembali meneruskan acara jalan-jalan mereka.


“Kita kembali dulu, sudah malam. Besok pagi aku makan mulai meeting.” Nathan mengajak Jovi untuk kembali ke hotel dengan menenteng dua tas penuh barang belanjaan. “Ya, kak.”


Mereka berdua kembali ke kamar hotel. Nathan duduk setelah menaruh dua tas bareng belanjaan Jovi ke meja.


Dua jam berikutnya mereka berdua terlihat mengantuk. Jovi merupakan dirinya terlebih dulu di tempat tidur.


“Ouh...” selang beberapa detik Nathan ikut berbaring di samping Jovi dan gadis itu merasa tidak biasa tidur seranjang dengan seorang pria. Namun ia mencoba untuk bersikap wajar agar tidak menyinggung perasaan Nathan.


Nathan memeluk Jovi dan mencium bibir nya. Entah Kenapa ia merasakan ciuman mereka terasa berbeda saat berada di luar ruangan dan di kamar.


“Mmm...” Nathan mencium bibir Jovi hingga membuatnya sampai naik ke tubuh kekasihnya itu. “Aah...” Jovi mendesah saat pria itu beralih mencium lehernya.


Jovi hanya memejamkan mata saja karena tubuhnya terasa kaku saat pria itu terus bergerak ke bawah.

__ADS_1


__ADS_2