
Hingga siang hari Jovi berulang kali menatap layar ponselnya selama berada di kantor. Ia menunggu balasan dari Nathan.
“Sudah tiga jam berlalu tapi dia juga belum membalas pesanku.” Jovi menatap layar ponselnya untuk yang kesekian kalinya. “Mungkin jadwal meeting nya memang padat sekali sampai tidak bisa menyentuh ponsel sekalipun.” merasa lelah sedari tadi menatap layar ponsel dan akhirnya ia pun menaruh ponsel itu ke meja.
Dari luar terlihat Rani berjalan dan menuju ke ruangan Jovi. Wanita itu menaruh dokumen dua hari yang lalu di meja Jovi.
“Permisi nona, aku mau mengambil dokumen dua hari yang lalu. Apa sudah selesai ?” Rani berhenti di depan ruangan Jovi yang terbuka sambil mengetuk pintunya. “Oh... dokumen ini...” Jovi menyentuh dokumen yang ada di depannya sambil menaruh kembali ponsel yang barusan dipegangnya. “Rani kembalilah 30 menit lagi karena masih ada beberapa yang belum selesai dan aku akan menyelesaikannya sekarang.” Jovi segera mengambil dokumen yang belum ia kerjakan.
“Ya nona.” Rani menjawab singkat dan sebelum pergi ia menatap menyisir ke seisi ruangan. “CEO Nathan tak ada di sini.” mencari keberadaan pria itu karena beberapa kali pria itu juga ada di ruangan nona mudanya. “Tapi nona akhir-akhir ini terlihat sering melamun.” beralih menatap Jovi.
“ehem...” Jovi berdehem karena sekretarisnya masih berdiri terpaku di ruangannya. “Ya nona, aku akan mengambilnya sebentar lagi.” Rani terlihat salah tingkah dan segera keluar dari sana.
__ADS_1
30 menit kemudian Jovi sudah menyelesaikan semua dokumennya dan menumpuknya di meja.
“tap-tap...” ia melihat jam yang tergantung di dinding kemudian berjalan keluar dari sana menuju ke mobilnya. Ia merasa bosan berada di kantor dan pulang mendahului. “Akhirnya sampai juga.” Jovi menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe.
Ia masuk ke dalam dan segera keluar beberapa menit setelahnya dengan membawa 3 cup coklat panas.
“Sepertinya cukup untuk persendian sampai nanti malam.” Jovi menenteng coklat panasnya kemudian masuk ke mobil dan kembali meluncur ke rumah.
“Hiss...” ia menahan geli saat ikan itu berkerumun di kakinya dan memakan sel kulit yang sudah mati.
Di lain tempat terlihat Nathan yang baru keluar dari ruang meeting dan berjalan menuju ke kamar hotel tempat ia menginap. Sesampainya di kamar, ia segera mengambil ponselnya.
__ADS_1
“Pesan dari Jovi ?” Nathan benar-benar terkejut dan tak menyangka sama sekali gadis itu mengiriminya pesan.
Kak, ternyata kau ke Australia selama beberapa hari. Pantas saja aku tidak bertemu denganmu sampai hari ini.
“Oh Jovi apakah kau merindukan aku ?” Nathan tersenyum lebar saat membaca pesan teks dari Jovi. “Sedang apa kau sekarang ?” keluar dari menu pesan dan masuk ke menu panggilan.
“kring...” ponsel Jovi berdering.
“Siapa yang menelepon ku ?” Jovi mengambil ponsel yang ada di lantai di samping tempat dia duduk. “Kak Nathan ?” senyum mengembang di bibirnya saat mengetahui peneleponnya adalah Nathan.
“Halo kak...” Jovi segera mengangkatnya. “Hai Jov, aku tidak sempat memberitahumu tentang keberangkatan ku ke Australia.” Nathan duduk bersandar di sebuah dinding di atas tempat tidur.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka melalui telepon. Terlihat Jovi yang merasa lega dan tenang telah mendengar suara Nathan tanpa ia sadari.