Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 38 Strawberry Juice


__ADS_3

Nathan kembali menurunkan koran yang tidak dibacanya setelah merasa keadaan aman dan Jovi tak melihatnya lagi.


“Seandainya saja aku bisa mendengar apa yang ia bicarakan.” Nathan hanya menatap saja Jovi dari kejauhan sambil menyantap menu di depannya.


“Jovi... sebaiknya kau ikuti permainan Deon dulu. Nanti saat kau menemukan selanya maka kau bisa langsung membalasnya bertubi-tubi hingga dia merasakan sakit dan lebih sakit daripada yang kau rasakan saat ini.” Shasha memberikan saran pada Jovi setelah temannya itu mengungkapkan semua keluh kesahnya pada dirinya. “Tapi untuk saat ini kau harus tahan dan bisa menahan semua rasa sakit yang kau terima.” tambah Shasha lagi.


“Oh... kau memang my best beastie, Shasha.” Jovi merasa senang dengan saran yang di berikan Shasha. Karena saking senangnya, ia pun sampai memeluk Shasha dan mencium pipinya yang mengundang banyak perhatian dari pengunjung lain di restoran itu.


“Lihat dua gadis itu, sepertinya mereka pasangan lesbi.” ucap seorang pengunjung restoran pada temannya menunjuk ke arah Jovi. “Ihh... disgusting !” timpal pengunjung restoran lainnya yang merasa enek melihat sikap Jovi barusan.


“Jov... hentikan itu. Kita ada di tempat umum daripada banyak yang salah paham dan mengira kita ini pasangan lesbi.” Shasha memberitahu Jovi setelah melihat beberapa pengunjung restoran yang menatap aneh ke arah mereka berdua. “Biarkan saja terserah mereka mau bilang apa. Aku kenal mereka saja tidak. Dan setelah ini aku takkan bertemu lagi dengan mereka. Bodoh amat.” jawab Jovi tak sama sekali tak mempedulikannya dan terkesan cuek.

__ADS_1


“Uft...” Bahkan Nathan pun ikut batuk saat melihat Jovi yang mencium temannya secara terang-terangan di tempat umum.


“Oh... apa gadis itu benar-benar lesbi ?” berpikir negatif. “Aku harap ia hanya dekat saja dengan teman gadisnya itu dan memberikan perhatian yang berlebihan saja.” menggelengkan kepala melihat tingkah laku Jovi.


Jovi yang masih merasa haus kembali memesan jus strawberry.


“Tolong dua jus strawberry.” ucapnya saat melihat seorang pelayan yang melewatinya dan segera memesannya. “Baik nona, silakan ditunggu.” jawab pelayan tadi kemudian segera membuatkan pesanan Jovi.


“Tidak.” jawabnya singkat. Karena Jovi memang penggemar jus strawberry. Gadis itu kuat makan satu kilo buah itu dalam waktu beberapa jam saja, dan heran ya iya sama sekali tak pernah mengalami gangguan perut setelah memakannya dalam jumlah banyak.


“Jadi dia suka dengan jus strawberry ?” Nathan menyimpulkan sendiri saat melihat seorang pelayan datang dan membawakan dua gelas jus strawberry lalu menyerahkannya pada Jovi.

__ADS_1


“Terimakasih.” Jovi menerima jus pesanannya dari pelayan tadi dan segera meminumnya sampai habis dua gelas sekaligus. “Memang buah ini bisa meningkat kan mood ku.” Jovi pengaruh kembali dua gelas jus strawberry yang sudah kosong ke meja.


Tiga puluh menit kemudian Jovi dan Shasha keluar dari restoran dan kembali masuk ke mobil.


“Siapa pria yang duduk di sana ?” Jovi menoleh ke belakang sebelumnya keluar dan menatap ke tempat duduk Nathan berada.


“Oh... dia melihat ku.” Nathan yang tahu Jovi masih melihatnya segera membalik badannya.


“Mungkin aku hanya salah lihat saja. Tak mungkin kakak itu ada di sini.” Jovi kembali berbalik dan berjalan mengikuti Shasha setelah menepis sendiri pendapatnya jika pria yang dilihatnya itu adalah Nathan.


Mobil meluncur dari tempat parkir ke jalanan. Nathan segera menyusul dan mengemudikan mobilnya Namun sayang ia kehilangan jejak.

__ADS_1


“Ya sudahlah tak apa. Aku juga harus kembali ke kantor.” Nathan melihat jam yang melingkar di tangannya dan menunjukkan jika waktu istirahatnya sudah berakhir. Maka ia pun mengemudikan mobilnya menuju ke kantor.


__ADS_2