
Ayah dan ibunya Jovi kemudian masuk ke mobil. Mobil pun segera melaju menuju ke rumah mereka tak lama setelahnya.
Jovi dan Deon pun kemudian masuk ke rumah setelah mobil itu benar-benar pergi dari sana.
“Kurasa perasaan tidak enak ku tidak terbukti ayah. Mereka berdua terlihat akur dan saling menyayangi meskipun di awal Jovi sulit membuka hati untuk Deon.” ibunya Jovi tersenyum tipis mengingat lagi kedekatan dan kemesraan putri dan menantunya, setelah sebelumnya mempunyai filing tidak enak jika Jovi tidak bahagia dengan pernikahannya.
“Ya ibu, apa yang ayah bilang sebelumnya benarkan. Itu semua sudah terbukti dari banyak nya tanda cinta di dada Deon tadi.”
“Ayah ini, selalu itu saja yang dibahas.” ibunya Jovi kembali tersenyum sambil mencubit suaminya. Mereka berdua ikut senang melihat putrinya yang tampak bahagia setelah pernikahannya dengan Deon.
Kembali ke villa Cempaka.
__ADS_1
“Singkirkan tangan mu dari ku.” Jovi menanti tangan Deon yang masih merangkulnya saat mereka berjalan masuk ke rumah. “Aku sudah jalankan sesuai yang kau minta, bahkan aku membuat mereka percaya dengan semua kiss mark di dada mu ini adalah hasil perbuatan ku.” menyentuh dada Deon dan menunjuk tanda pengkhianatan pria itu padanya dengan kasar. “Jangan lupa deadline nya besok siang.” Jovi menarik lagi tangannya kemudian berjalan cepat mendahului Deon dan masuk ke kamarnya kemudian menguncinya lagi.
Keesokan harinya di kantor Deon.
Pria itu sedang berdiri dari tempat duduknya di dekat meja dan tampak sedang menelepon seseorang.
“Aku minta mobil CR-V 1.5 L Turbo Prestige. Tolong kirimkan ke alamat biasanya di villa cempaka. Dan aku akan melunasinya sekarang juga. Tolong kirimkan nomor rekening untuk pembayarannya sekarang padaku.” Deon sedang bicara dengan seseorang dari dealer mobil dan memesankan mobil baru untuk Jovi sesuai janjinya kemarin.
“Terimakasih tuan Deon, pembayarannya sudah kami terima dan lunas. Mengenai warna anda minta dikirim warna apa ?” petugas dari dealer menanyakan pilihan warnanya sebelum mengirimnya. “Kuning saja.” Deon menyebutkan warna favoritnya. “Baik tuan sebelum siang mobil pesanan anda akan tiba di rumah anda.”
Deon menaruh kembali ponselnya kemeja setelah selesai bicara dengan petugas dari dealer mobil.
__ADS_1
“Jovi untuk mu mobil yang murah saja, tak perlu yang mahal-mahal.” Deon merasa lega tak punya beban hutang lagi pada Jovi dan ia pun bisa kembali bekerja dengan tenang.
Siang hari di Villa Cempaka.
Jovi yang berada di ruang tengah setelah selesai fitness duduk bersantai dan melihat tayangan TV yang menurutnya sedari tadi tak ada yang menarik sama sekali, meskipun itu adalah TV kabel.
“Ck... jam segini tak ada acara TV yang menarik.” Jovi mematikan siaran televisi dan duduk santai menatap ke arah jam yang tergantung di dinding. “Dasar Deon si kupret katanya mau memberikan aku mobil hari ini. Nyatanya sampai siang begini belum ada mobil yang datang ke sini.” menarik nafas panjang dengan tenang.
“Baiklah aku akan menelepon ayah mertua setelah ini.” Jovi mengambil ponsel yang ada di meja dan berniat untuk menghubungi ayah mertuanya.
“Ding-dong !” bel pintu rumah yang berbunyi. Ia pun segera berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang.
__ADS_1
“Mobil baru ?! Itu pasti mobil untukku !” pekiknya terkejut saat melihat mobil berwarna kuning berhenti di depan gerbang villa.