Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 139 Handuk Jatuh


__ADS_3

Sore harinya


Terlihat Jovi duduk di sofa yang ada di kamar hotel. Sedangkan Nathan sedang berada kamar mandi.


“Kak Nathan lama sekali mandinya.” Jovi berulang kali menoleh ke arah kamar mandi. Sudah 30 menit lebih pria itu masuk ke kamar mandi dan belum keluar juga.


Di dalam kamar mandi


Nathan sedang berendam di jacuzzi.


“Tubuh ku hari ini harus lebih bersih daripada biasanya dan lebih harum daripada biasanya.” Nathan menambahkan banyak campuran ke jacuzzi. “Karena aku seharian akan bersama Jovi.” menikmati berendam membiarkan apa ya campurkan tadi meresap ke seluruh tubuhnya melalui pori-pori kulitnya.


Jovi sampai berdiri karena ia menahan kencing sedari tadi.


“Aku akan menunggunya 5 menit lagi. Jika belum keluar juga maka aku akan ke toilet umum saja.” Jovi berjalan mondar mandir di depan toilet dan terus menatap ke arah pintu toilet.


“klak.” lima menit kemudian Nathan keluar dari kamar mandi dengan tubuh setengah basah dan handuk putih yang ia balutkan menutupi tubuh bagian bawah.

__ADS_1


“Jovi... ?!” Nathan terkejut saat melihat ada gadis itu di depannya yang terlihat buru-buru.


“oups.” Jovi yang terburu-buru tak sengaja menabrak Nathan dan membuat handuk Nathan jatuh. “Glek.” menelan ludah saat melihat dada bidang Nathan dan six-pack di perutnya.


“Argh !” Jovi berteriak kencang saat melihat bagian bawah tubuh Nathan. Ia pun langsung menutup kedua matanya. “Ini kak handuk mu.” mengambil handuk Nathan yang jatuh di kakinya lalu menyerahkannya masih dengan mata yang tertutup.


Nathan menarik tubuh Jovi mendekat ke tubuhnya.


Deg


“Jovi kenapa kau menutup matamu ?” Nathan membuka tangan Jovi yang menutupi mata gadis itu. “Ma-maaf kak aku tidak sengaja menjatuhkan handuk mu dan aku buru-buru.” Jovi tak berani menatap ke bawah dan menatap tepat ke mata Nathan.


“Ya, tapi kau harus membantuku memasangkan handuk ini kembali ke tempatnya.” Nathan menyerahkan handuk yang dibawahnya pada Jovi lagi, menggodanya.


“Uh...” Jovi melirik ke bawah dan gemetar melihatnya. Ia pun kembali menatap mata Nathan. “Kak maaf, aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.” menerobos masuk ke kamar mandi dan segera mengunci pintunya.


Nathan berbaik menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.

__ADS_1


“Sayang sekali, padahal hampir saja tadi.” Nathan membalutkan handuknya menutupi bagian tubuhnya yang masih menegang. “Tak apa masih banyak kesempatan nanti.” tersenyum lebar kemudian mengambil baju dan memakainya.


“Kak Nathan sudah pergi belum ya kira-kira.. ?” Jovi masih gemetar dan takut keluar, takut jika Nathan masih menunggunya di depan kamar mandi.


Satu jam kemudian setelah merasa benar-benar aman barulah jadi keluar dari toilet.


“Kau lama sekali di toilet ?” tanya Nathan melihat Jovi keluar dari toilet. “Ha... iya itu kak.. a-aku masuk angin sepertinya, muntah dari tadi.” Jovi terlihat gugup karena berbohong.


Nathan hanya diam saja dan tersenyum dalam hati walaupun sebenarnya ia tahu gadis itu berbohong.


“Duduklah sini.” Nathan meminta Jovi untuk duduk sampingnya. “Ah... ya.” Jovi terlihat ragu-ragu namun tetap duduk di samping pria itu.


“Kau mau kemana setelah ini ?” Nathan menggeser duduknya mendekat pada Jovi. “Kakak mau ke mana aku akan menemanimu pergi ?” jawabnya singkat.


“Aku ingin kamu.” Nathan tiba-tiba mencium bibir Jovi. Entah kenapa kali ini Jovi merasakan ciuman pria itu begitu berbeda dari sebelumnya dan terasa hot. “mmm...” beralih mencium leher Judith.


Judith hanya diam saja dengan jantung yang terus berdebar semakin kencang.

__ADS_1


__ADS_2