
Beberapa hari berlalu. Seperti biasa, Jovi yang berada di Villa mewah sebesar itu merasa kesepian berada di sana seorang diri tanpa kegiatan berarti.
Wanita itu duduk di teras yang ada di depan kamarnya dan menatap kosong kolam kecil berisi ikan koi di depannya.
“huft....” Jovi mengambil pakan ikan yang ada di sampingnya dan melemparnya ke kolam. Sudah satu jam ia duduk di depan kolam itu hingga pakan yang ia bawa hampir habis. “Bosan juga di sini jaga tak punya kegiatan.” berdiri membawa sisa pakan ikan koi kemudian duduk di kursi dan menatap kosong ke depan.
Jovi yang benar-benar bosan mencoba untuk mengambil ponsel yang ia taruh di meja. Ia kemudian membuka daftar kontak yang jumlahnya ada ratusan lebih di ponselnya dan membacanya satu per satu.
“Siapa yang bisa untuk ku ajak keluar ?” gumam Jovi membaca nama-nama temanya. “Bagaimana dengan kak Nathan ?” tiba-tiba teringat pada pria itu setelah terakhir kali bertemu dengannya dan tak dipungkiri ia pun merasa sedikit nyaman bersama pria itu. “Ah tidak-tidak. Lebih baik aku mengajak lainnya saja.
Jovi terus menggulir nomor-nomor yang ada di ponselnya ini dia berhenti pada satu nomor.
__ADS_1
“Ya, Shasha. semoga saja dia tidak sibuk.” Jovi menemukan nomor sahabatnya kemudian menghubunginya.
Shasha adalah teman baik Jovi dari semester awal hingga semester akhir perkuliahannya. Mereka seumuran dan karena saking dekatnya mereka lebih terlihat seperti saudara daripada seperti sahabat. Dan keduanya baik Jovi maupun Shasha kerap sharing dan berbagi masalah di antara mereka.
“Sha... halo... kau di mana sekarang ?” ucap Jovi ditelepon setelah panggilan tersambung. “Jovi... ! Kebetulan sekali kau menelepon. Sudah lama aku ingin menghubungimu tapi kau tahu, karena kau sudah menikah maka aku tidak enak saja untuk menghubungimu ataupun mengajakmu keluar.” jawab suara seorang gadis di seberang telepon dengan renyah.
“Sha...aku bosan di sini. I'm alone. Kita keluar yuk, please.” ucap Jovi sembari merengek karena saking ingin pergi keluar. “Jov, bukannya aku tidak mau tapi bagaimana dengan suamimu nanti, apa dia mengijinkannya ?”
“Oke tunggu sebentar aku akan menjemput mu.” ucap Shasha akhirnya. “Thanks Sha, you are my best friend.” Jovi merasa lega temannya itu mau ia ajak hang out.
Setelah panggilan berakhir Jovi pun segera bersiap dan berlari ke depan dan duduk di teras menunggu kedatangan sahabatnya.
__ADS_1
“din.” 30 menit kemudian terdengar suara klakson mobil yang berhenti di depan villa. “Itu pasti Shasha.” Jovi berdiri dari tempat duduknya. “Ya Sha, I'm coming... !” terlihat bersemangat dan berlari menuju ke pagar kemudian membukanya.
Benar saja setelah ia membuka pagar memang temannya itu yang datang.
“Ayo masuk, kita ke tempat kita biasa nongkrong saja.” Shasha membuka pintu mobil, dan Jovi segera masuk kemudian menutup pintu mobil kembali.
Dari arah tujuh meter villa, terlihat sebuah mobil lain yang berhenti dan mengawasi ke arah mobil Shasha.
“Kemana gadis itu pergi ?” Nathan yang beberapa hari sibuk baru kali ini bisa kembali meluangkan waktunya sejenak untuk memantau Jovi, meski ia harus keluar di jam istirahat.
Mobil Shasha meluncur meninggalkan kawasan Cempaka dan tak lama setelahnya mobil Nathan mengikuti ke mana mobil itu pergi.
__ADS_1