Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 39 Seperti Bunglon


__ADS_3

Nathan mengemudikan mobilnya menuju ke kantor karena setelah ini ia ada jadwal meeting padat sampai sore hari.


“Jadi dia suka dengan jus strawberry...” Nathan mengeluarkan note kecil dari dalam tasnya kemudian mencatat nya.


Mobil Shasha terus melaju di jalanan.


“Kau masih ingin keluar lagi atau tidak ?” Shasha bertanya pada Jovi sebelum mereka berhenti di perempatan lampu merah. “Keluar kemana lagi ya, bagaimana jika aku tidur di rumahmu saja malam ini ?” Jovi ingin bermalam di rumah sahabatnya seperti dulu saat masih belum menikah. “Tidak.” tolak Shasha dengan tegas. “Maksud ku tidak kali ini, mungkin lain waktu setelah situasi di rumahmu aman.” tambah Shasha tak tega melihat wajah Jovi yang kecewa.


“Tunggu... kau mau kemana sekarang ?” Jovi melihat mobil melaju menuju ke arah Villa Cempaka. “Tentu saja mengantarmu pulang. Kau ini sekarang sudah menikah, beda dengan aku yang masih single.” Shasha tersenyum kecil. “Tapi kau tahu itu hanya status, status saja dan aku ini juga single sama seperti mu.” Jovi protes dan tak terima jika dirinya dikatakan berstatus sudah menikah.


“Terima saja status baru mu.” Shasha tersenyum kecil seolah meledek Jovi.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil tiba di Villa tempat Jovi tinggal. Mereka berdua masuk ke dalam dan Jovi berjalan di depan Shasha.


“Darimana kau ?” ternyata di dalam ada Deon yang duduk di ruang tamu. Ia sengaja duduk di situ memang untuk menunggu kedatangan Jovi setelah ia melihat istrinya itu tak ada di rumah. “Aku dari luar sebentar.” Jovi menjawab dengan enteng.


Namun Deon terlihat akan marah karena Jovi keluar begitu saja dari villa tanpa pemberitahuan.


“Dia keluar bersama ku.” Shasha tiba-tiba muncul tepat di saat pria itu akan marah pada Jovi. “Oh kamu Sha.” raut muka Deon yang seperti setan yang akan mengamuk tiba-tiba berubah lembut seperti malaikat dan tersenyum tipis menatap Shasha.


“Ya Shasha, kau temani Jovi di sini. Aku mau kembali ke kantor.” ucap Deon tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan malah memberikan waktu untuk mereka berdua. “Oh ya.” Shasha yang memang berniat ingin mampir sebentar di sana kemudian duduk di kursi setelah Deon pergi dan kembali lagi dengan membawa tas lalu masuk ke mobil.


Tak lama setelahnya Deon mengendarai mobilnya menuju ke kantor.

__ADS_1


“huft... untunglah Deon tak jadi marah berkat adanya dirimu.” Jovi pun ikut duduk di samping Shasha. “Ya Aku juga tak menyangka pria itu bisa dengan cepat merubah moodnya menjadi pria lembut dan pengertian di depanku.”


Jovi merasa tak nyaman saja mengobrol dengan teman dekatnya di ruang tamu.


“Sha... ayo ikut aku ke kamar ku. Kau bisa bersantai di sana.” Jovi berdiri kemudian mengajak temannya itu masuk ke dalam menuju ke kamarnya.


Di tengah jalan Shasha melihat villa itu dengan tatapan takjub.


“Aku tahu villa ini memang mewah dan fasilitas lengkap tersedia di sini. Jadi sebenarnya kamu beruntung sekali menikah dengan Deon.” celetuk Shasha tiba-tiba. “Bicara apa kau ini, jika kau mau ambil saja semua ini dan gantikan aku.” balas Jovi singkat karena baginya materi bukanlah yang paling utama dalam hidupnya.


Jovi dan Shasha akhirnya tiba di kamar Jovi. Mereka berdua kemudian kembali melanjutkan obrolan mereka di sana.

__ADS_1


“Jika saja tidak ada Shasha, aku pasti akan memarahi Jovi habis-habisan.” Deon kembali terlihat kesal karena batal memarahi dan memberikan pelajaran pada Jovi.


__ADS_2