Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 59 Tidak Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Jovi terlihat berulang kali tertawa lepas di depan Nathan tanpa jaim karena ia sendiri tak sadar bisa tertawa lepas seperti itu.


“Sudah kak jangan di bahas lagi.” Jovi merasa lelah tertawa dan akhirnya dia karena merasa tenggorokannya mulai kering.


Jovi meneguk habis segelas jus strawberry yang masih ada di meja.


“Kak boleh aku tambah segelas jus strawberry lagi ?” Jovi meletakkan gelas kedua yang sudah kosong di meja. “Ya, tentu saja hanya itu ? Tak ada lagi yang mau kau pesan ?” Nathan tersenyum kecil melihat tingkah Jovi yang terlihat natural di depannya tidak seperti biasanya yang menurutnya terkesan jaim dan menutup-nutupi saat berada di dekatnya.


“Tunggu di sini aku akan memesankan nya untukmu.” Nathan seketika berdiri dari tempat duduknya karena tak melihat ada pelayan yang lewat di sampingnya.


Ia pun berjalan menuju ke tempat pemesanan dan beberapa saat kemudian kembali dengan membawa dua gelas jus strawberry.

__ADS_1


“Ini untuk mu.” Nathan meletakkan dua gelas jus ke meja. “Oh... terimakasih kak.” Jovi terkejut pria itu membawakannya dua gelas padahal ia hanya minta segelas saja.


Jovi pun segera meminum habis segelas jus yang ada di depannya dan hal itu membuatnya lupa dengan kesedihannya.


Meskipun tidak minum alkohol, namun Jovi terkadang terlihat bicara melantur seperti orang mabuk.


“Aku ingin pergi ke luar negeri dan bertemu orang baru.” Jovi tiba-tiba ngelantur di tengah pembicaraan mereka berdua dan keluar dari topik pembicaraan. “Kak, mungkin melihat koala di Australia bisa me-refresh pikiran. Bulunya yang lembut seperti kapas sungguh menggemaskan.” tersenyum gemas.


“Uhuk.” Nathan sampai tersedak mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Jovi. “Gadis ini... apa dia setertekan itu hingga mulai depresi seperti ini.” menatap intens Jovi, bingung mau merespon apa. “Ehem... Jovi lain waktu jika aku ke sana, aku akan membawakan nya untuk mu sepasang.” jawab Nathan setelah berpikir agak lama dan hanya untuk menenangkan Jovi.


Mereka pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka dan terlihat Jovi sudah kembali normal.

__ADS_1


“Kak... sudah malam.” Jovi melihat jam yang melingkar di tangannya dan menunjukkan pukul 23.00. “Maaf merepotkan mu dan menyita waktumu. Sebaiknya kita pulang sekarang.” tambahnya setelah menghabiskan satu gelas jus terakhir kemudian mengambil tas yang ia letakkan di kursi sebelahnya.


“Baik kita pulang sekarang.” Nathan sebenarnya berat pergi dari sana dan masih ingin bersamanya lebih lama lagi.


Nathan berdiri dan berjalan keluar dari cafe mengikuti Jovi sampai ke tempat parkir.


“Kak terima kasih untuk hari ini, aku pulang dulu.” Jovi berpamitan pada Nathan kemudian masuk ke mobilnya. “Ya, tak perlu sungkan. Jika lain waktu kau ingin bertemu denganku, atau ada masalah hubungi saja aku.” Nathan masuk ke mobilnya.


Jovi keluar lebih dulu dari area parkir dan meluncur menuju ke Villa Cempaka. Lima menit kemudian barulah Nathan keluar dan berjalan pelan menyisip diantara mobil lainnya mengikuti Jovi.


“Kenapa aku pulang ke sana ?” Jovi tiba-tiba berubah pikiran karena dia menjadi kesal kembali setelah teringat perbuatan Deon barusan.

__ADS_1


“ckiit...” Jovi mengerem mendadak di tengah jalan dan langsung menepi kemudian berbalik arah. “Malam ini aku tidak mau tidur di sana.” mengemudikan mobilnya ke suatu tempat.


“Gadis itu... kemana lagi dia pergi ?” Nathan yang tahu jika Jovi tidak pulang ke rumah ikut berbalik arah dan kembali mengikuti mobil kuning Jovi.


__ADS_2