
“Emm... maaf aku tidak bermaksud menghindar dari kakak.” Jovi menjelaskan sambil menatap pria itu. “Tadi... seharian aku menyelesaikan pekerjaanku yang menumpuk hingga lupa menyalakan ponselku.”mencari alasan untuk menutupi kebohongannya.
“Jadi...” Nathan ternyata tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Jovi sekaligus menunggu jawabannya. “Ehem... ya... aku-aku menerimanya.” jawab Jovi dengan susah payah mengucapkan kata simple itu.
“Apa... ?” Nathan tak percaya dengan jawaban yang barusan didengarnya. Padahal ia sudah bersiap jika ia mendapat penolakan dari Jovi. “Jovi kau benar-benar menyetujuinya ?” Nathan mengurangi kembali perkataannya sambil mengerem mobilnya karena saking senangnya.
Jovi tak bisa berkata-kata dan hanya mengangguk saja menatap Nathan setelah semalam berpikir keras dan mempertimbangkannya dengan baik-baik, juga memutuskan untuk membuka lembaran hidup baru.
“Jovi... aku senang sekali dengan jawabanmu.” Nathan menghentikan sampai mobilnya karena tidak fokus mengemudi. “Jadi sekarang kita... kau... adalah kekasih ku.” menegaskan hubungan mereka berdua.
Nathan mulai ke samping kiri dan menatap Jovi kemudian meraih tangan kanannya.
“mwah...” Nathan mencium punggung tangan Jovi yang membuat gadis itu kembali tersipu. “Kita mampir dulu ke suatu tempat sebelum aku mengantarmu pulang, ya ?” melepas tangan Jovi dan kembali mengemudikan mobilnya di jalanan.
__ADS_1
Lagi-lagi Jovi hanya mengangguk karena lidahnya terasa kelu dan tak bisa berkata-kata.
Nathan menyetir mobilnya dengan perasaan senang dan berulang kali dia tersenyum karena ia merasa semuanya ini bagaikan mimpi saja, bisa bertemu kembali dengan gadis yang mirip dengan cinta pertamanya juga menjadi hubungan dengannya.
“ckiit.” setelah berada di jalannya selama kurang lebih 15 menit pria itu menghentikan mobilnya di sebuah taman. “Ayo kita turun.” Nathan turun dari mobil dengan bersemangat. Bahkan ia pun Melambaikan tangannya setelah membuka pintu mobil untuk membantu gadis itu turun dari sana.
“Aku bisa turun sendiri, kak.” Jovi menyambut tangan Nathan dengan malu-malu kemudian berjalan di sampingnya.
“Kita duduk di sana.” Nathan menunjuk sebuah tempat yang berada hampir di ujung pintu keluar sebuah taman, dan di sana sepi. “Ya, kak.” Jovi setuju saja dan mengikuti pria itu jalan ke sana.
Jovi mengeluarkan minuman kaleng sari buah yang sempat dibelinya setelah turun dari mobil dan menaruh kemeja kecil buat mereka berada saat ini.
“Ini untuk kakak.” Jovi mengambilkan satu kaleng minuman dan memberikan pada Nathan. “Terima kasih.” Nathan menerima minuman itu dan segera membukanya kemudian meminumnya.
__ADS_1
Jovi hanya diam saja karena merasa canggung dan gugup saja dengan status barunya sekarang yang menjadi kekasih Nathan.
“Kenapa kau terlihat berbeda dengan biasanya dan lebih sedikit pendiam ?” Nathan melihat Jovi yang tersipu dan dan gugup di depannya. “Aku... belum terbiasa dengan hal ini, maaf.” jawabnya singkat.
“Kau pikir saja kita ini seperti sahabat Jadi kau bisa bersikap padaku seperti biasanya.” Nathan memberi saran pada Judith. “Aku akan mencobanya.” Judith mengangguk dan tersenyum tipis di depan pria itu.
Nathan kembali menggenggam tangan Jovi di atas meja.
“Langit malam ini terlihat indah sekali. Coba lihat ke atas.” Nathan menatap langit mencoba mencairkan suasana yang tegang diantara mereka berdua seperti saat mereka baru kenal saja.
“Oh... benar langit malam ini cantik sekali.” Jovi tersenyum menatap langit. “Itu ada rasi bintang libra di sana, lihat kak.” Jovi pun bisa bersikap natural seperti biasanya dan menunjukkan sebuah rasi bintang pada Nathan.
Mereka berdua kemudian mengobrol dan berbicara panjang lebar dengan hati yang berbunga-bunga.
__ADS_1