Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 108 Jalan-Jalan


__ADS_3

Nathan berjalan bersama Jovi dan mereka tiba di tengah perkebunan luas di mana di sana terdapat banyak kelapa sawit yang sudah dipanen.


“Ini kelapa sawit pilihan bermutu tinggi dan bibitnya pun bibit yang berkualitas tinggi.” Nathan menunjukkan kelapa sawit berkualitas tinggi pada Jovi. “Ya, kak.” Jovi yang sama sekali tidak mengerti mengenai kelapa sawit yang berkualitas tinggi hanya mengangguk sambil melihat beberapa kelapa sawit yang sudah dipanen.


Selesai melihat pemanenan kelapa sawit, Nathan mengajak Jovi ke tempat lainnya.


“Ini tempat pengolahannya.” Nathan berhenti di sebuah bangunan besar yang ada di belakang kebun. “Ayo masuk, aku akan tunjukkan padamu prosesnya.” Nathan mengajak Jovi masuk.


Jovi berjalan masuk mengikuti Nathan. Di sana terlihat banyak para pekerja dan juga peralatan canggih yang digunakan untuk mengolah semua bahan mentah tadi menjadi olahan berbagai jenis minyak yang menghasilkan minyak berkualitas tinggi dan hasilnya pun sampai diekspor ke beberapa negara.

__ADS_1


“Jadi seperti ini Jovi. Mungkin nanti kau akan lebih sering kemari bersama ku untuk melihat secara langsung produksi minyak.” Nathan menjelaskan pada Jovi. “Jadi kak semisal perusahaan ku nanti ingin mengambil hasil produksi pertama olahan minyak mentah dari kakak lalu kami akan mengolahnya sendiri menjadi berbagai bahan untuk kosmetik apa itu boleh ?” tiba-tiba Jovi pikirkan sebuah ide yang tiba-tiba terlintas dalam pikirannya begitu saja.


“Ya, tentu saja boleh. Kau boleh mengolahnya menjadi apapun juga.” Nathan mengangguk menatap Jovi. “Tapi sesuai kesepakatan yang tertera dalam kontrak perjanjian, maka hasilnya harus di bagi 60:40.” Nathan menyebutkan keuntungan yang harus dibagi dalam kerjasama itu dan tak bisa mengubah aturan itu.


“Ya, kak.” Jovi mengangguk kecil dan tersenyum lebar.


Selesai melihat proses pengolahan minyak, Nathan kemudian mengajak Jovi untuk melihat proses pengemasan.


Mereka berdua pun kemudian kembali ke tempat semula dan tak lupa mampir ke gudang untuk mengambil kembali sepatu Jovi yang sudah kering.

__ADS_1


“Masih belum siang.” Nathan menarik jam di tangannya yang menunjukkan pukul 11.00. “Bagaimana jika kita berkeliling sebentar di kota ini sebelum kembali ke Jakarta ? Karena rugi jika kita tak menikmati pemandangan beserta resort wisata indah yang ada di kota ini.” Nathan mengajak Jovi untuk bersantai sejenak menikmati resort wisata yang ada di sana.


“Boleh kak, aku juga belum pernah ke sini jadi belum tahu seperti apa resort wisata di sini.” Jovi mengangguk dan terlihat senang karena memang sudah lama dia tidak menyenangkan dirinya dengan liburan ke suatu tempat jadi ada salahnya dia meluangkan sedikit waktunya untuk bersantai kali ini.


Nathan dan Jovi kemudian kembali ke mobil. Mereka pun keluar dari lokasi dan menuju ke suatu tempat. Di jalanan terlihat hamparan pepohonan hijau di sepanjang jalan yang mereka lewati dengan suhu udara yang dingin.


Banyak area resort yang di tawarkan oleh kota Bogor, salah satunya adalah Curug Cibaliung.


“Kita ke Curug Cibaliung dulu baru nanti kita akan mengunjungi resort lainnya.” setelah 20 menit melakukan perjalanan mereka tiba di area resort terdekat. “Ya, kak.” Jovi tersenyum menatap menatap Nathan.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian turun dari mobil dan masuk ke lokasi air terjun yang sangat indah dengan airnya yang sangat bersih juga bebatuan besar yang tersusun cantik.


__ADS_2