Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 22 Penyelidikan


__ADS_3

Chris segera bergerak melakukan perintah Nathan. Sudah biasa bagi pria yang menyandang posisi sebagai sekretaris itu melakukan tugas yang tidak ada hubungannya dengan masalah pekerjaan. Dan Nathan tidak hanya satu atau dua kali saja menyuruhnya melakukan pekerjaan seperti itu, tapi tak terhitung jumlahnya. Sampai ia sendiri tak bisa menghitungnya.


“Ini Villa Cempaka.” Chris menghentikan mobilnya tak jauh dari villa itu berada dan membuka kaca mobil.


Beberapa saat setelahnya pria itu turun dari mobil. Ia melepas kaca hitam yang biasa ia pakai dan menggantungnya di saku blazer yang ia pakai.


“Dari mana aku harus memulai penyelidikan ini.” Chris turun dari mobil setelah menutup kembali kaca mobilnya. Pria berkumis tipis itu pun kemudian mengedarkan pandangan ke sekitar villa mewah itu.


“Sebaiknya aku coba bertanya pada security yang ada di kawasan sini.” Chris melihat pas penjagaan dan di sana ada seorang security yang sedang berjaga.


Chris kemudian berjalan menuju ke pos penjagaan yang ada di timur gerbang pintu masuk Villa mewah yang terletak di kawasan cempaka itu.


“Siang pak, maaf ada yang ingin aku tanyakan.” Chris tiba di depan pos penjagaan dan bicara pada security yang sedang berjaga di sana. “Ya tuan, silahkan.” security yang berpakaian biru gelap itu menatap Chris.

__ADS_1


“Maaf apakah masih ada villa di kawasan Cempaka ini yang dijual ?” Chris membuka pertanyaannya. “Untuk masalah itu aku kurang begitu jelas tuan. Satu bulan yang lalu ada dua unit yang tersisa, tapi tidak tahu apakah sudah laku atau belum. Dan anda bisa menanyakannya pada bagian pemasaran villa ini.” petugas security menjelaskan panjang dan lebar.


“Begitu ya. Lalu untuk pembeli villa di kawasan ini siapa saja pak ?” Lanjut Chris masuk ke pertanyaan inti. “Pemilik villa di kawasan ini rata-rata kalau salah ternama dan mereka adalah... bla-bla-bla.” petugas security menjelaskan siapa saja pemilik villa di kawasan Cempaka.


“Ya, ya, untuk villa di blok A-1 siapa pemiliknya pak ?” pertanyaan terakhir yang diajukan oleh Chris. “Untuk villa itu...” petugas security mencoba mengingat kembali. “Itu milik keluarga Sanjaya.” jawabnya setelah berhasil mengingat nama itu.


“Baik terimakasih, pak.” Chris kemudian pergi dari sana setelah mendapatkan informasi yang sekiranya cukup.


Ia pun kembali masuk ke mobil dan segera melajukan mobilnya keluar dari kawasan Cempaka setelah sempat berhenti sebentar di depan kantor pemasaran agar tidak mencurigakan dan dicurigai oleh petugas security tadi.


“tok... tok...” Chris mengetuk pintu ruangan Nathan setibanya di depan kantor pria itu.


“Itu pasti Chris.” Nathan yang sedang duduk di kursi menatap ke arah pintu setelah melihat jam yang melingkar di tangannya. “Chris masuk saja.” Ucap Nathan yakin pasti sekretarisnya yang datang.

__ADS_1


“kriek.” Chris membuka pintu kemudian masuk ke ruangan.


“Waktu tugas mu akan berakhir lima menit lagi, tapi kau sudah kembali.” Nathan yang sangat disiplin waktu selalu memberikan dan menentukan berapa lama waktu yang ia berikan pada sekretaris atau suruh bekerja yang ada di kantornya.


Ia kembali menatap jam yang melingkar di tangannya kemudian beralih menatap sekretaris yang berdiri di depannya.


“Tuan Nathan, aku sudah mendapatkan informasi tentang wilayah Cempaka di blok A-1.” Chris segera menyampaikan hasil laporan penyelidikannya.


“Ya, lalu siapa pemilik nya ?” Nathan tak sabar dan ingin segera mendengar jawabannya. “Keluarga Sanjaya, tuan.”


“Sanjaya ?” Nathan mencoba mengingat kembali nama itu dan tampak diam berpikir. “Tuan apa aku perlu melakukan penyelidikan lanjutan ?” ucap Chris menawarkan diri kembali. “Cukup, kau boleh pergi sekarang. Sisanya biar aku sendiri yang menyelidikinya.”


“Baik tuan.” Chris kemudian segera pergi dari sana dan Kembali menuju ke ruangannya sebelum absen pulang.

__ADS_1


“Apa hubungan gadis itu dengan keluarga Sanjaya ?” Nathan semakin penasaran pada identitas Jovi.


__ADS_2