
Di kamar Jovi terlihat gadis itu masih tak percaya dengan status barunya saat ini sudah menjadi kekasih Nathan. Di tengah rasa senangnya kembali muncul pikiran yang mengusiknya.
“Apakah yang kulakukan sudah benar dan tidak menyimpang dari norma yang ada ?” kembali pertanyaan itu mengusik pikirannya. Lama gadis itu terdiam dan memikirkannya ulang. “Tapi setidaknya aku bukan pelakor juga tidak menyakiti siapapun di sini, jadi apa yang ku putuskan ini sudah benar.” meyakinkan dirinya kembali dengan pernyataan yang mendukung dan menguatkan pendapatnya.
Jovi pun akhirnya benar-benar merasa ia tidak melakukan suatu tindakan yang menyimpang atau bersalah setelah mengucapkan afirmasi yang ia buat sendiri dan ucapkan berulang kali.
Keesokan paginya
Jovi hampir saja bangun kesiangan lagi seperti sebelumnya karena semalam Ia juga begadang dan baru tertidur sekitar 3 jam yang lalu.
“Ding...” begitu Iya membuka mata suara pesan masuk menyambut bangunnya gadis itu di pagi hari.
__ADS_1
“Siapa yang mengirimiku pesan di pagi hari seperti ini ?” Jovi duduk di tempat tidur sambil mengangkat kedua tangannya dan merentangkan lebar kemudian meraih ponselnya yang ada di atas meja.
“Pesan dari kak Nathan ?” pekiknya setelah membaca siapa pengirim pesan tersebut. Ia pun segera membuka dan membaca isi pesannya.
...Jovi apa kau sudah bangun ? Bagaimana tidurmu semalam ?...
Jovi tersenyum kecil membaca pesan singkat dari Nathan. sebuah pesan yang simple namun menunjukkan perhatian yang besar padanya.
“Kau manis sekali, kak.” Jovi merasa hatinya berbunga-bunga hanya dengan menerima pesan singkat dari pria itu. Ia pun membalasnya. Namun ia menunggu balasan dari Nathan dan segera masuk ke kamar mandi sebelum dia benar-benar terlambat.
“Ding...” Nathan segera menoleh ke samping dan mengambil ponselnya. “Ini pasti balasan dari Jovi.” dan ternyata setelah ia membuka pesannya memang benar pesan itu dari Jovi. “Aku senang sekali kau membalas nya.” baru kali ini pria itu benar-benar tersenyum lebar karena sebelumnya senyumnya itu sangatlah langka untuk dilihat.
__ADS_1
Ia pun kemudian keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.
“Hari ini tuan terlihat berbeda sekali. Sejak membuka mata hingga saat ini senyum terus terkembang di bibirnya. Apa ada sesuatu yang membuatnya sebahagia itu ?” Bi Ijah yang kebetulan lewat dan bersih-bersih di ruang makan melihat perubahan sikap Nathan yang tak biasa. Namun wanita itu tak berani bertanya dan hanya mengamatinya saja sambil meneruskan pekerjaannya bersih-bersih.
Di rumah Jovi
Terlihat gadis itu sudah selesai bersiap dan tampak rapi juga harum.
“Ada apa dengan Jovi ? Dia terlihat ceria dan bersemangat pagi ini meskipun bangun kesiangan.” Deon keluar dari sebuah kamar dan siap untuk berangkat kerja berpapasan dengan Jovi. “ck... bodoh amat apa peduli ku padanya ? Mungkin saja dia terlihat bahagia karena kisah sering keluar bersama Shasha.” Deon berdecak dan malas melihatnya. Ia pun segera berbalik dan berjalan cepat meninggalkan gadis itu.
“Ada apa dengan nya ?” Jovi merasa melihat tatapan Deon yang aneh menatapnya. “Sepertinya dia syirik jika melihatku tenang seperti ini.” Jovi juga tak ingin memikirkannya ataupun mempermasalahkannya dan membiarkan hal itu berlalu begitu saja.
__ADS_1
Tak lama kemudian gadis itu pun berangkat ke kantor. Di dalam ruangannya, Jovi terlihat beberapa kali sering melamun sendiri.
“Hari ini nona kembali melamun. Tapi terlihat senang sekali. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya ?” Rani menatap Jovi yang seperti melayang pikirannya entah kemana dan karena apa saat mengambil dokumen dari meja Jovi.