Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 130 Polaris


__ADS_3

“Melihat bintang ?” balas Nathan menatap intens kekasihnya itu dalam mobil. “Ya baiklah jika kau ingin ke sana nanti kita ke sana sekarang.” segera melanjutkan mobilnya menuju ke arah sanatorium. Kebetulan sekali cuaca malam ini memang cerah, tidak mendung sama sekali jadi pasti mereka bisa melihat keindahan langit kali ini.


beberapa saat kemudian mereka tiba di sanatorium.


“Jovi kau tunggu sebentar di sini aku akan turun lebih dulu.” Nathan melarang Jovi yang kebetulan saat itu akan turun dari mobil. “Ya ?” Jovi menautkan kedua alisnya tanda tak mengerti. “Ada apa kak ?”


“Tidak ada apa-apa, tunggu aku sebentar di sini. Aku takkan lama dan akan segera kembali.” Nathan turun dari mobil dan menetap kembali pintunya.


Pria itu kemudian berjalan sendiri masuk sendiri ke sanatorium. Di sana ia mencari petugas yang sedang bertugas di sana dan terlihat ia sedang bicara dengan petugas itu entah apa yang dibicarakannya.


“Baiklah tuan. Anda tunggu kurang lebih sekitar 30 menit, aku minta waktunya.” seorang petugas melakukan negosiasi dengan Nathan, entah apa itu. “Terimakasih.” Nathan keluar dari sanatorium Setelah selesai bicara dengan petugas yang ada di sana kemudian kembali ke mobil.


“broom....” tiba-tiba Nathan mengemudikan mobilnya lalu keluar dari area sanatorium.

__ADS_1


“Kak, bukannya kita mau masuk ke sanatorium lalu kenapa kita keluar dari sini ?” Jovi tak mengerti kenapa tiba-tiba tanpa pemberitahuan pria itu keluar dari lokasi. “Petugas di sana bilang padaku untuk kembali ke sini 30 menit lagi karena ada suatu masalah.” jawab Nathan menjelaskan secara global dan tetap saja membuat Jovi tidak mengerti.


“Berarti sanatorium tutup beberapa menit ?” Jovi benar-benar tak mengerti dan baru kali ini mendapati kejadian seperti itu. Masalah apa yang membuat sanatorium bisa tutup beberapa saat.


“Kau ingin minuman atau makanan apa ?” Nathan berhenti di sebuah swalayan yang berada tak jauh dari sanatorium tadi berada. “Makanan dan minuman ringan saja kak, aku tidak terlalu lapar.”


Nathan kemudian turun dari mobil dan masuk ke swalayan seorang diri, sedangkan Jovi kembali menunggunya duduk di mobil.


Nathan memberikan sejumlah uang sesuai nominal yang disebutkan oleh kasir tadi kemudian keluar dari sana dan kembali ke mobil.


“Masih 15 menit lagi rupanya.” Nathan melirik jam yang melingkar di tangan kanannya. “Sambil menunggu waktu kita buka beberapa.” Nathan mengeluarkan snack keripik kentang dan memberikannya pada Jovi.


Mereka berdua pun sampai habis 3 bungkus keripik kentang untuk menunggu.

__ADS_1


“Sudah saatnya untuk berangkat sekarang.” Meskipun Nathan terlihat santai namun ia setiap waktu melihat jam agar ia tak terlambat masuk ke sanatorium.


Mobil kembali melaju dan berhenti tepat di depan sanatorium. Mereka berdua kemudian berjalan masuk ke sana.


“Kak Kenapa sanatorium ini sepi sekali dan hanya ada kita berdua ?” Jovi benar-benar merasa aneh dengan keadaan saat ini yang sepi. “ehem... jadi Sebenarnya aku membooking tempat ini untuk kita saja dan petugas perlu waktu untuk mengosongkan tempat ini.” akhirnya Nathan menjelaskan detailnya.


“Ouh... kakak...” Jovi terlihat terkejut sekaligus terpana pada perlakuan pria itu yang seolah mengistimewakan dirinya. “Tidak perlu seperti itu, Sebenarnya aku sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran pengunjung lain di sini.”


“Tapi aku keberatan dengan hal itu.” Nathan bicara jujur di depan Jovi.


Mereka berdua kemudian melihat dengan teropong keindahan langit malam itu.


“Itu di sana ada polaris, kak.” Jovi mencoba memberitahukan rasi bintang indah yang dilihatnya pada Nathan. “Oh, ya ? Aku ingin melihatnya seperti apa.” Nathan yang berada di samping Jovi bergeser ke belakangnya dan melihat bersamaan melalui teropong sambil memeluknya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2