Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 185 Hukuman Untuk Deon


__ADS_3

Empat jam durian Jovi membuka matanya dengan tubuh yang masih lemah.


“Ayah... ibu...” panggilnya begitu sadar saat melihat kedua orang tuanya yang duduk di dekatnya.


“Ya, kami di sini. Maafkan aku.” ucap Ayah Jovi terlihat benar-benar menyesali semua perbuatannya selama ini sambil memegang tangan putrinya.


“Tak apa ayah, aku bisa mengerti jika aku berada di posisi ayah.”


“Sayang, syukurlah kau sudah sadar. Aku khawatir sekali jika sesuatu terjadi padamu.” Nathan ikut mendekat dan memegang tangannya dengan air mata kebahagiaan yang menitik.


“Kenapa kalian semua melihatku seperti itu ?” Jovi menatap mereka bertiga bergantian dengan wajah yang sama-sama sedih. “Aku baik-baik saja. Aku ingin melihat kalian semua tersenyum.


Jovi pun ikut tersenyum kala melihat mereka bertiga sekarang tersenyum menatapnya.


“Perut ku...” Jovi melihat perutnya yang sudah kempes. “Kak, bagaimana dengan bayiku ?” terlihat khawatir terjadi sesuatu pada buah hatinya karena tak melihat mereka.


“Mereka sehat dan masih dalam ruang observasi sekarang, sayang.” Jovi pun menjadi lega setelah mendengarnya.

__ADS_1


Nathan baru teringat sebelum kejadian itu terjadi coba ingin mengucapkan sesuatu padanya.


“Jovi bagaimana sebelum kejadian kemarin, aku melihatmu baik-baik saja dan tak ada keluhan sama sekali tapi kenapa bisa terjadi pendarahan mendadak ?” Nathan masih penasaran dengan hal itu.


“Sebenarnya saat itu tiba-tiba ada sebuah mobil yang meluncur dengan cepat dan menabrakku hingga terjatuh. Tapi aku tidak tahu siapa itu.”


“Apa ?” pekik Nathan terkejut dengan insiden itu yang ternyata murni bukan kecelakaan tapi sebuah kesengajaan.


Nathan pun terlihat sangat marah dan dia pun mengutus seseorang untuk menyelidiki kasus tersebut, di Mall tempat mereka berbelanja sehari sebelumnya.


“Apa ? Jadi pelaku tabrak lari tersebut adalah Deon ?” Nathan benar-benar tak habis pikir berani sekali pria itu melukai istrinya setelah kasus yang dulu.


“Aku tak bisa biarkan hal ini terjadi dan pelakunya bebas. Dia harus mendapatkan balasannya.” ujar Nathan. Ia pun pergi bersama infonya tadi ke kantor polisi untuk melaporkan hal tersebut agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku.


Sore hari Nathan kembali ke rumah sakit untuk menemani Jovi. Satu hal lagi yang membuatnya terkejut saat memasuki ruangan tersebut.


“Maafkan aku Jovi...”

__ADS_1


Nathan mendengar suara yang akrab di telinganya dan bergegas masuk dan tak salah itu ternyata adalah ibunya yang sedang menangis di depan Jovi karena menyesali semua perlakuannya selama ini.


“Nathan maafkan ibu selama ini, nak.” selama minta maaf pada menantunya Ia pun menghampiri putranya dan memeluknya sambil bercucuran air mata.


“Ya, ibu aku sudah memaafkan semua kesalahan ibu bahkan sebelum Ibu minta maaf padaku.” Nathan balas memeluk ibunya dengan terharu menerima permintaan maaf yang sangat tulus dari wanita itu.


“Dimana cucu ibu ?” tanyanya sambil mengusap air matanya.


“Nyonya dan Tuan Nathan kami mengantar bayi anda untuk disusui.” bertepatan dengan saat itu juga petugas medis datang membawa bayi mereka karena harus mendapatkan kolostrum dari ibunya.”


“Cucu ku...” ibunya Nathan meminta bayi itu dari petugas medis dan menggendongnya. Ia terlihat senang sekali menerima cucu pertamanya.


Beberapa hari kemudian beredar di seluruh stasiun televisi yang mengabarkan jika tuan Deon putra dari keluarga Sanjaya resmi menjadi tahanan dengan kasus percobaan pembunuhan.


“Tidak.... lepaskan aku. Aku tidak mau menghabiskan waktu di penjara selama 5 tahun !” protes Deon sambil berusaha melepaskan diri dari polisi yang akan memasukkannya dalam sebuah tahanan.


----end-----

__ADS_1


__ADS_2