
Beberapa hari setelahnya Deon mengirim seseorang untuk mengawasi gerak-gerik Jovi selama sehari penuh. Ia meminta urusannya itu untuk memantau ke mana saja seharian Jovi pergi dan bertemu dengan siapa saja.
Seorang informan berhenti di depan kantor Jovi dan menyamar menjadi tukang bakso, menyewa rombong penjual bakso asli berkeliling di sekitar kantor Jovi untuk menawarkan dagangannya sekaligus mencari informasi.
Siang hari terlihat mobilnya termasuk ke kantor Jovi. seperti biasa pria itu memang ke sana untuk menjemput Jovi dan mengajaknya makan bersama di sebuah restoran.
“Kali ini kita makan di mana ?” tanya Nathan beberapa saat kemudian keluar dari kantor Jovi.
Sedangkan Jovi diam saja dan tak begitu fokus pada Nathan. Matanya tertuju pada penjual bakso keliling yang ada di dekat kantornya.
“Aku baru melihat pedagang bakso itu di sini. Atau aku yang memang baru melihatnya ?” Jovi sempat melihat sebentar dan segera menutup kaca mobil yang terbuka separuh.
“Di sekitar sini emang banyak penjual yang berkeliling dan tak mungkin kau menghafalnya satu per satu.” timpal Nathan ikut melihat ke arah pedagang bakso tadi dan segera berlalu dari jalanan di sana.
__ADS_1
Setelah kepergian mobil Nathan, penjual bakso tadi mengambil handy talky yang ia sembunyikan di laci kemudian mengabari tuannya.
“Ya jika begitu terus pantau nona Jovi sampai sore ini.” ucap Deon di telepon memberi perintah setelah menerima laporan dari informan nya.
Pria itu menjadi curiga ada sesuatu diantara Jovi dan Nathan. Namun ia masih menunggu informasi selengkapnya dari informan yang dia kirim untuk memastikannya.
Beberapa saat setelahnya Natham dan Jovi sudah berada di restoran. Mereka duduk berhadapan menyantap hidangan mereka.
“Jovi bagaimana apa kau sudah mengambil langkah awal untuk mengatasi Deon ?” Nathan menara sendoknya dan menatap gadis yang ada di hadapannya dengan serius.
Nathan malam nafas pendek. “Masalahnya sudah jelas setiap hari pria itu tak pernah memberimu nafkah lahir dan batin.” Nathan juga menunjukkan banyak keburukan Deon yang selama ini di lakukan pada Jovi.
“Jovi... ayolah.” ucap Nathan kembali terlihat tidak sabar melihat Jovi yang terkesan lambat mengatasi masalahnya. “Aku akan membantu mu mengatasi semua masalah mu. Apa kau tak ingin segera menjadi istri ku ?” tambah Nathan sambil memegang tangan Jovi.
__ADS_1
Jovi hanya mengangguk saja berulang kali mendengar ucapan Nathan.
Selang beberapa saat kemudian terlihat Nathan kembali mengendarai mobilnya mengantarkan Jovi ke kantor.
Sore harinya di jam pulang kantor ternyata mobil Nathan kembali ke kantor Jovi. Namun kali ini ia menunggu di luar kantor.
“din...” sebuah mobil kuning keluar dari kantor beberapa menit setelahnya dan membunyikan klakson.
Dari kejauhan penjual bakso tadi melaporkan apa yang ia lihat pada Deon jika dia melihat nona Jovi yang keluar mengikuti mobil seorang lelaki yang tadi menjemputnya makan siang.
“Ya kau boleh pulang sekarang. Tugasmu sudah selesai.” Deon menerima laporan nya dan kembali duduk di kursinya.
“Jovi jadi kau berani berselingkuh di belakangku rupanya. Pantas saja kau jarang pulang ke rumah sekarang dan memintaku tak usah mencampuri urusan mu.” Deon tersenyum licik menatap ke depan.
__ADS_1
“Pria itu pastilah Nathan. Siapa lagi jika bukan dia ?” Deon merasa kesal ada yang merebut mainannya, terlebih lagi itu adalah sosok yang dikenalnya.