
Jovi hanya diam dan mengusap pipinya yang terasa perih bekas ditampar ayahnya.
“Jovi kenapa kau sampai berbuat hina seperti itu ? Bagaimana nanti Keluarga Sanjaya jika mengetahuinya ?” Ayah Jovi masih terlihat marah dan menuntut penjelasan lebih dari putrinya.
“Tenang ayah jangan menghakimi Jovi seperti itu biarkan dia bicara dulu.” ibu mencoba menenangkan suaminya yang terlihat akan kembali melayangkan tamparan untuk Jovi.
Jovi baru kali ini menerima tamparan keras dari ayahnya juga bentakan yang keras dari pria itu yang membuatnya sedih.
“Bukan aku yang memulainya.” Jovi menegakkan kepalanya yang tertunduk dan memberanikan diri menatap ayahnya.
“Malam pertama setelah menikah dengan Deon aku mendapati pria itu tidur dengan wanita lain. Dia sama sekali tak pernah menyentuhku. Bahkan Setiap hari dia membawa wanita untuk menginap di kamarnya dan selalu berganti setiap harinya. Terakhir beberapa hari yang lalu datang seorang wanita yang hamil menuntut pertanggungjawabannya.” akhirnya Jovi menceritakan semua kebusukan Deon di depan kedua orang tuanya karena terpaksa meskipun sebenarnya ia tak ingin membuka aib pria itu.
“Apa ? Bukankan Deon terlihat sangat menyukai mu ?” balas Ibu menanggapi tak percaya dengan apa yang diceritakan oleh putrinya.
__ADS_1
“Apa ibu pernah melihat pria itu datang kemari bersamaku ? Tidak pernah bukan ? Itu karena dia sedang pergi bersama wanita lain. Aku sebenarnya tidak mencintai Deon jika bukan karena ingin menyelamatkan perusahaan keluarga kita.” lanjut Jovi menjelaskan untuk membela dirinya yang tidak bersalah.
Ibunya Jovi mempercayai perkataan putrinya melihat Jovi yang meneteskan air mata pilu tapi tidak dengan ayahnya yang masih menyalahkan Jovi.
“Meskipun mungkin saja yang kau katakan itu benar adanya, bagaimana selanjutnya hubungan kita dengan keluarga Sanjaya ?” terlihat ayah masih memikirkan perusahaannya yang kembali bisa berdiri bangkit dari keterpurukan karena campur tangan dari keluarga Sanjaya.
“Aku sudah mengurus perceraian dengan Deon dan mengenai masalah perusahaan ayah aku akan mengatasi nya.”
Ayahnya Jovi ganti terdiam mendengar penjelasan Jovi karena dalam hati ia merasa telah mengorbankan putrinya untuk kepentingan keluarganya.
“CEO dari Atmaka Grup.”
“Kau bagaimana bisa kau menjual dirimu pada pria itu hanya agar perusahaan kita bisa menjadi mitra kerjanya ?!” ayah tak habis pikir dan sebelumnya mengira Jovi hebat karena bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan top itu, ternyata itu semua bukan karena kemampuan putrinya yang hebat Namun karena putrinya telah menjual tubuhnya.
__ADS_1
“plak.” ayah kembali memberikan tamparan yang keras pada pipi Jovi yang membuat gadis itu kembali menitikkan air matanya.
“Ayah ibu... aku tahu kalian berdua tidak bisa menerima ini. Dan aku bukannya putri yang baik seperti yang kalian harapkan. Maaf jika aku mengecewakan kalian berdua.”
Jovi segera berdiri dari tempat duduknya. Tanpa berpamitan Ia pun segera keluar rumah dan masuk ke mobilnya.
“Jovi....” ibu berteriak sambil mengejar putrinya namun sayang sesampainya di depan rumah mobil kuning itu sudah tak ada di sana.
Jovi menitikkan air mata sambil sesekali mengusap perutnya dan tersenyum tipis di tengah kesedihannya.
Tak beberapa lama kemudian ia tiba di apartemen mewah Nathan. Di sana sudah ada Nathan yang menunggunya setelah mendengar kabar bagus darinya.
“Kakak...” Jovi turun dari mobil dengan mata sembabnya berhambur menuju ke Nathan.
__ADS_1
“Kita masuk dulu ke rumah dan bicarakan hal ini.” Nathan memeluk Jovi untuk menenangkannya. Ia juga menghapus air matanya lalu mengajak nya masuk ke apartemen.