
Tak lama kemudian mobil Shasha berhenti di sebuah tempat dan mereka berdua turun dari mobil.
“Bauty Spa Paradise.” Jovi membaca plang nama tempat itu, sebuah tempat yang memang sering mereka kunjungi bersama dulu sebelum Jovi menikah. Dua gadis itu rutin melakukan perawatan di sana bersama di waktu yang mereka luangkan bersama.
“Badan ku sudah pegal semua.” Shasha yang tak sabar ingin segera melakukan body spa segera berjalan masuk ke tempat itu dengan Jovi yang mengikutinya berjalan masuk setelahnya.
Beberapa menit kemudian sudah terlihat dua gadis itu sedang tengkurap di atas bed dengan mengenakan handuk yang menutupi tubuh mereka.
“Sha... kau tidur ?” Jovi memanggil temannya itu karena tak ada suara setelah seorang pekerja di sana mulai memijat tubuh mereka sambil mengoleskan krim ke seluruh tubuh mereka. “Tidak Jov, aku hanya menikmatinya saja.” balas Shasha masih memejamkan mata dan menikmati setiap pijatan lembut di tubuhnya.
“Aku senang dia sudah bisa move on dari masalahnya dengan Daniel.” Jovi tersenyum lebar menatap sahabatnya itu.
__ADS_1
Satu jam kemudian mereka berdua masuk ke sebuah kolam untuk berendam air susu hangat.
“Jov... bagaimana hubunganmu dengan Deon saat ini ?” Shasha tiba-tiba menanyakan hal itu. “Ya Deon tetaplah seperti itu mungkin sampai nanti dia juga akan tetap begitu, apa yang bisa kulakukan.” sahutnya terdengar menyerah pada keadaannya saat ini.
“Lantas apa kau tak ingin mencoba menjalin hubungan dengan seseorang ?” Shasha kembali bertanya sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding tepi kolam dan meluruskan kakinya. “Itu aku sebenarnya --”
“kring...” suara ponsel Jovi yang berdering. “Apa Deon yang menelepon ku ?” Jovi lihat kesel mendengar suara dari handphone saya karena mengganggu saja. Dengan berat hati Ia pun mengambil ponselnya yang ia letakkan di sebuah meja yang ada di dekat kolam.
“Halo kak, ada apa ?” jawab Jovi dengan lembut ditelepon dan terlihat malu-malu setelah teringat pada ciuman pertama mereka. “Aku ingin keluar sebentar denganmu. Satu jam saja, apa kau bisa ?” Nathan berdiri di pintu kamar yang tertutup di kamarnya dan menyandarkan punggungnya ke daun pintu.
Setelah merasakan bibir Jovi yang lembut membuatnya ingin kembali bertemu gadis itu sekedar untuk menatapnya saja ataupun mendengar suaranya.
__ADS_1
“Emm... bisa kak...” agak lama menjawab sambil beralih menatap Shasha. Terlihat Shasha memperhatikan Jovi dan mendengarkan pembicaraan mereka. “Tapi aku masih ada di luar sekarang, kak.” Jovi menimpali.
“Kebetulan sekali kau ada di luar. Jika begitu aku akan menjemput mu.” Nathan berbalik sambil menatap jam dinding yang menunjukkan masih pukul 19.00. “Katakan padaku di mana aku harus menjemputmu.” tambah Nathan kita sabar ingin segera menjemputnya dan mengambil baju yang ada di gantungan.
“Kak sebenarnya aku ada di Beauty Spa Paradise dan belum selesai.” Jovi menjelaskan dan memberikan alamat pada Nathan. “pfft... tak apa aku akan ke sana sekarang juga mungkin kau sudah selesai saat aku tiba di sana.”
“Jov... siapa yang menelepon mu ?” tanya Shasha setelah Jovi mematikan telepon dan ia mendengar lawan bicaranya adalah laki-laki. “Ha, itu tadi kak Nathan.” jawabnya singkat sambil tersenyum tersipu.
“Hah... siapa nama pria yang barusan kau sebut tadi ?” Shasha terkejut sekali. “Dia-dia adalah... kami...” Jovi terlihat susah untuk memberitahukannya. Namun Shasha terlihat bisa menebaknya melihat dari cara bicara Jovi.
“Jangan bilang dia adalah kekasih mu ?” Shasha kembali bertanya dengan penuh selidik.
__ADS_1