Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 79 File Kerjasama


__ADS_3

Lima belas menit kemudian para peserta meeting yang ada di ruang meeting bubar karena memang meeting sudah selesai dan selain itu pengumumannya sudah keluar.


“Sayang sekali, tahun ini kita masih gagal mengajukan kerjasama dengan Atmaka Grup.” seorang peserta meeting berjalan dengan lemas keluar dari hall mengeluh pada temannya.


“Ya sama, perusahaan ku juga gagal tahun ini.” seorang peserta meeting lain menanggapi. “Kita masih bisa mencobanya tahun depan lagi.” tambah pria itu tetap bersemangat karena tak hanya dia sendiri yang merasakan kegagalan menjadi mitra kerja Atmaka Group.


“Tapi beruntung sekali Champion Group yang merupakan perusahaan sedang berhasil menjadi mitra kerja Atmaka Group kali ini.” peserta meeting lain yang keluar dari ruang meeting kembali membahas perusahaan Jovi yang menurut mereka sedang hoki padahal itu bukan perusahaan besar seperti punya mereka. “Ya, kita bisa apa semua keputusan ada di tangan tuan Nathan.” timpal peserta meeting lainnya yang menanggapi dengan datar.


Lima menit kemudian ruang meeting kosong dan hanya tinggal empat orang saja di sana.

__ADS_1


“Nona ayo kita kembali.” Rani melihat ruang meeting yang sudah kosong dan dia pun mengajak Jovi segera kembali ke kantor.


Jovi berdiri dan menata kembali kursinya sebelumnya keluar dari sana.


“Jovi kau mau ke mana ?” Nathan yang masih duduk di tempat yang memberikan presentasi tadi segera berdiri untuk menghalangi Jovi keluar dari sana.


“Emm... aku mau...” Jovi berhenti dan menatap Rani. Ia dihadapkan pada dilema. Ia tak ingin menolak ajakan Rani juga tak ingin meninggalkan Nathan.


“Rani... kau kembali saja dulu ke kantor aku akan bicara dulu dengan CEO. Nanti aku akan menghubungimu setelah aku selesai bicara dengannya.” Jovi berbalik dan beralih menatap Rani. “Baik, nona.” Rani pergi meninggalkan Jovi dan segera kembali ke kantor karena di sana masih ada urusan yang harus dia selesaikan.

__ADS_1


“Duduklah di sini dulu.” Nathan menatap Jovi sambil menggeser kursi kosong yang ada di sebelah kanan tempat ia duduk. “Ya, kak.” Jovi yang masih berdiri menatap Rani yang baru saja hilang dari pandangannya kemudian berjalan menghampiri Nathan.


Jovi duduk di samping Nathan. Pikirannya campur aduk melihat pria yang ada di sampingnya. Ia senang sekali perusahaannya terpilih menjadi mitra kerja Atmaka Group, tapi di lain sisi ia merasa sungkan dan terbersit dalam pikirannya jika pria itu memang sengaja membantunya.


“Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih padamu kak.” Jovi mengawali pembicaraan mereka. “Aku tahu mungkin ini bukan suatu kebetulan Champion Group terpilih menjadi mitra kerja karena merupakan perusahaan kecil.” melanjutkan ucapannya. “Ini pasti karena bantuan kakak.” tersenyum pada Nathan.


“Jovi jangan berkata begitu. Aku memilih mu memang karena menyukaimu.” Nathan salah ucap saat menanggapi dan segera mengoreksinya. “Oh... maksud ku aku memang menyukai Champion Group setelah mendengar paparan mu tadi dan tak ada salahnya mencoba melakukan kerjasama dengan perusahaan mu.” menyanggah ucapan Jovi meskipun apa yang sebenarnya dikatakan oleh gadis itu benar adanya.


Jovi terlihat tenang mendengar ucapan Nathan barusan.

__ADS_1


“Jadi ini gambaran kerja sama kita nanti.” Nathan menyerahkan beberapa dokumen terkait kerjasama mereka pada Jovi. “Baik, kak.” Jovi menerima dokumen itu dan membacanya.


Nathan menatap intens Jovi sate di situ menunduk membaca dokumen.


__ADS_2