Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 151 Mengikuti Jovi


__ADS_3

Beberapa hari berlalu tampak di Villa Cempaka terlihat hanya ada Deon di sana bersama gadisnya.


“Kemana Jovi malam ini dia juga tidak pulang kemari ?” Deon berhenti sejenak sebelum masuk ke kamarnya menoleh ke arah pintu kamar Jovi yang tertutup juga tak ada sepatunya di sana.


Ya, belakangan ini Jovi lebih jarang pulang ke rumah dan bisa dihitung dengan jari hanya berapa hari saja dia tinggal di sana. Gadis itu lebih sering dan banyak menghabiskan waktunya menginap di apartemen mewah milik Nathan bersama pria itu karena merasa lebih nyaman berada di sana daripada di rumah.


Pagi harinya Deon terlihat sudah bersiap untuk berangkat kerja. Biasanya dia melihat jika Jovi tidak pulang malam hari maka gadis itu akan pulang di pagi harinya untuk mengambil tas dan keperluan kerjanya.


“Rupanya dia belum pulang juga hari ini.” Deon berhenti sebentar dan kembali menatap pintu kamar Jovi yang masih tertutup ada tanda kehidupan di sana.


Sore hari Deon yang biasanya pulang malam kali ini pulang lebih mendahului dan masih sore sekali ia tiba di rumah. Sengaja dia pulang mendahului untuk menunggu Jovi.


“klak.” dari depan terdengar suara seseorang menarik gagang pintu. Terlihat Jovi masuk ke rumah dan menutup kembali pintunya.


“Hey... ! Minggir kau !” pekik Jovi terkejut saat melihat Deon ternyata sudah sampai di rumah duluan dan pria itu menghalangi jalannya untuk masuk ke bagian belakang rumah.

__ADS_1


“Kau kemana akhir-akhir ini tidak pulang ?” Deon menatap tajam ke arah Jovi dengan tatapan menyelidik.


“Apa urusan mu ? Sudah kubilang aku menginap di rumah ibuku. Jadi kau mulai perhatian denganku sekarang ?” Jovi tersenyum lebar di depan pria itu sambil menarik dagu Deon ke atas.


“Kau... jangan salah paham dulu. Siapa bilang aku peduli padamu ? bahkan kok angkat kaki sekalipun dari sini aku tak peduli.”


Deon kemudian minder dari tengah jalan dan memberikan jalan untuk Jovi.


Dua jam setelahnya terlihat Jovi keluar dari rumah dan masuk ke mobil kuning.


Setelah lima menit Jovi keluar dari rumah, Deon pun mengikuti garis itu dengan mengendarai mobilnya dari jauh agar tidak ketahuan.


“Jadi dia ke rumah makan ?” Deon berarti agak jauh saat melihat mobil Jovi berhenti dan mengamatinya.


Tak berselang lama kemudian mobil Nathan datang. Terlihat Jovi menyambut kedatangan pria itu dan kali ini mereka makan bersama.

__ADS_1


“Nathan ? Kenapa dia makan malam bersama Jovi ?” Deon benar-benar terkejut ternyata Jovi janjian dengan Nathan di rumah makan. “Mungkinkah mereka...?” terlintas pikiran negatif saat melihat kedekatan mereka berdua dan berniat akan menyelidikinya.


Deon pun segera kembali dan pulang ke rumah karena ia ada janji menjemput gadisnya sepuluh menit lagi.


Di dalam rumah makan


“Jovi... sudah saatnya kamu ngambil langkah yang tegas dengan Deon.” Nathan tiba-tiba terlihat serius di tengah pembicaraan mereka.


“Ya kak, ada apa ?”


“Kau harus segera berpisah dengan Deon. Sampai kapan kau akan menjalani pernikahan palsu seperti ini dengannya ?”


Jovi terdiam untuk beberapa saat dan berpikir. “Aku ingin bercerai darinya sejak awal tapi aku tak bisa kak. Jika aku minta pisah darinya maka bagaimana nasib perusahaan orang tuaku ?” Jovi akhirnya menjawab dengan jujur dan mengungkapkan semua ganjalan hatinya saat ini.


“Jovi kau tak perlu takut dengan Deon. Ada aku di sini. Aku yang akan men-support perusahaanmu hingga benar-benar mandiri.”

__ADS_1


Nathan menggenggam tangan Jovi untuk meyakinkan gadis itu. Sedangkan Jovi hanya diam saja menatapnya tak tahu apa yang harus ia ucapkan untuk membalasnya.


__ADS_2