
Beberapa hari berlalu. Karena sudah terikat kontrak kerjasama dengan Atmaka Grup, Jovi pun sering pergi ke kantor Nathan untuk menemui pria itu. Namun terkadang jika ada waktu luang, Nathan lah yang pergi ke kantor Jovi.
Kali ini Jovi datang ke kantor Nathan. Jika dihitung sudah 5 kali gadis itu bertandang ke kantor Nathan dalam seminggu ini atas permintaan Nathan tentunya.
“Jovi, masuklah.” Nathan berdiri dari tempat duduknya saat melihat Jovi tiba di depan ruangannya. “Maaf, beberapa hari ini aku tak bisa datang ke kantor mu karena padatnya jadwal meeting.” berdiri dan menarik kursi untuk Jovi duduk.
“Ya, kak tak apa.” Jovi masuk kemudian duduk.
Dari luar terlihat Chris yang akan masuk ke ruangan Nathan. Pria itu berhenti di depan pintu saat melihat ada seorang gadis di kantor tuannya.
“Tuan kenapa mengajak nona Jovi masuk ke ruangannya ? Selama ini ia tak pernah memasukkan siapapun ke ruangannya untuk berdiskusi meskipun itu seorang lelaki.” Chris merasa aneh saja dengan sikap tuanya yang akhir-akhir ini tidak seperti biasanya.
Nathan menatap ke arah pintu. Ia pun menggunakan bahasa isyarat dengan matanya, meminta sekretaris nya untuk pergi dari sana.
__ADS_1
“Baik tuan, aku akan pergi sekarang.” Chris menangkap maksud Nathan dan segera pergi dari sana tanpa bersuara.
“klak.” namun Nathan tetap beranjak dari tempat duduknya. Ia menuju ke pintu dan menutupnya.
“Kenapa kak mengunci pintunya ?” Jovi menoleh dan bertanya saat melihat pria itu Mengunci pintu ruangan. “Ya, aku tak nyaman saja melihat pintu yang terbuka. Dan aku tak ingin ada yang mengganggu diskusi kita kali ini.” Nathan kembali ke tempat duduknya.
Pria itu kemudian memegang sebuah dokumen dan membahas lanjutan kerjasama mereka.
Satu jam kemudian, Nathan selesai menyampaikan kerjasama mereka.
“Apa ada yang kau tanyakan ?” Nathan menatap Jovi menunggu pertanyaan darinya. “Tidak ada kak.” jawabnya sambil menggelengkan kepala. “Baik jika tidak ada, maka aku akan pergi dulu.” Nathan dari tadi menatap jam yang melingkar di tangannya.
“Oh ya kak... aku juga sebaiknya kembali saja sekarang.” Jovi menanggapi. “Aneh sekali kak Nathan hari ini, kenapa dia terlihat terburu-buru dan tak ingin berlama-lama denganku ?” Jovi merasa Nathan menghindari dirinya dan mengusirnya.
__ADS_1
Jovi pun segera keluar dari ruangan Nathan setelah pria itu membuka pintu.
“Sampai ketemu lagi, kak.” Jovi berpamitan pada pria itu setibanya di luar pintu. “Ya, Jovi. Sampai ketemu lagi.”jawabnya singkat.
Jovi meneruskan langkah kakinya menuju ke tempat parkir dan masuk ke mobilnya.
“Mungkin saja kak Nathan memang sedang sibuk.” Jovi menghapus pikiran negatifnya pada pria itu saat mengemudikan mobil di jalanan kembali ke kantornya.
“Chris cepat kemari.” ucap Nathan ditelepon memanggil sekretarisnya setelah Jovi keluar dari ruangannya. “Ya, tuan ada apa ?” Chris segera masuk ke ruangan tuannya setelah panggilan berakhir.
“Bagaimana tiket ku ke Australia ? Apa sudah siap ?” Nathan membawa koper besar dan ia ambil dari belakang ruangannya, menatap sekretarisnya. “Sudah tuan.” Chris menyerahkan tiket pesawat pada Nathan.
Nathan kemudian masuk ke mobil yang dikemudikan oleh driver menuju ke bandara. Tak lama kemudian pria itu sudah berada di dalam pesawat dan tinggal landas beberapa menit setelahnya.
__ADS_1