Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 182 Tangisan


__ADS_3

Nathan melarikan Jovi ke rumah sakit. Di dalam mobil ia sangat mencemaskan keadaan istrinya.


“Bagaimana bisa kau jatuh sampai terjadi seperti itu ?” tanya Nathan sambil menoleh ke kursi belakang di mana Jovi terbaring di sana.


“Kak perut ku sakit sekali...” Jovi dari tadi Terus berhenti merasakan perutnya sakit luar biasa ditambah darah yang keluar belum berhenti juga. “Tadi ada seseorang yang dengan...”


Belum usai Jovi menjelaskan pada Nathan, ia pun pingsan di tempat karena takut menahan rasa sakitnya.


“Astaga... Jovi !” Nathan motornya histeris saat melihat istrinya pingsan dan ia pun segera mempercepat maju mobilnya dan tiba di rumah sakit terdekat beberapa menit kemudian.


“Tolong bantu istri ku.” ucap Nathan pada petugas medis telah turun dari mobil serta menjelaskan keadaan Jovi pada mereka.


“Baik, tuan.” petugas manis yang ada dengan sikap segera membawa Jovi masuk ke ruang IGD.


“Tuan tolong anda tunggu sebentar di luar kami akan merawatnya.” ucap petugas medis.


“Apakah istri dan bayi kami bisa diselamatkan ?”


“Kami akan berusaha sebaik mungkin.” timpal orang dokter segera menutup pintu ruangan yang membuat Nathan mau tak mau menunggu di luar.


Nathan terlihat gelisah sekali di luar karena sudah 2 jam lamanya menunggu namun dokter dan petugas medis belum juga keluar dari ruangan.

__ADS_1


“Ya Tuhan tolong selamatkan istri dan anakku.” Nathan berulang kali memanjatkan doa untuk mereka.


Beberapa menit kemudian dokter membuka pintu.


“Dokter bagaimana keadaan pasien ?” Nathan seketika langsung menghampiri dokter begitu pintu terbuka.


“Tuan... kami akan mengambil tindakan cepat dan kami mengabarkan kepada anda sebelum melakukannya.”


Nathan lihat menarik nafas panjang mendengar penjelasan dari dokter.


“Tuan bayinya terpaksa harus dilahirkan sekarang meskipun belum waktunya karena pendarahan hebat.”


“Baik dokter aku menyetujuinya tolong selamatkan buah hati juga istriku.” pinta Nathan dengan memohon sembari melihat ke arah dalam di mana Jovi berbaring dan masih belum sadarkan diri.


Dokter kembali menutup pintu ruangan dan segera bertindak melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan pasien.


“oeek...” tiga jam kemudian terdengar suara tangisan bayi bersahutan yang nyaring dari dalam ruangan tempat Jovi dirawat.


“Buah hatiku sudah lahir.” Nathan berdiri dan menunggu pintu terbuka. Ia tersenyum dan ingin segera melihat buah hatinya.


“Selamat tuan anda mendapatkan bayi kembar jagoan.” seorang petugas medis menunjukkan kedua bayi lelaki pada Nathan.

__ADS_1


Nathan tersenyum lebar melihat kedua jagoannya kecilnya yang terlihat sehat-sehat saja. Dan ia akan menggendong salah satu bayinya.


“Maaf tuan untuk sementara anda tidak diizinkan menggendong putra anda karena bayi ini akan masuk ke NICU untuk menjalani observasi mengingat waktunya belum lahir.”


Nathan pun terlihat kecewa dan hanya bisa melihat saja kedua bajunya dibawa oleh perawat masuk ke ruang NICU.


Ia pun segera masuk ke dalam dan menghampiri Jovi.


“Bagaimana kondisi istriku dokter ? Kenapa dia belum sadarkan diri juga ?” tanya Nathan setelah melihat istrinya yang belum siuman.


Dokter terlihat menekuk wajahnya dan menarik nafas panjang sebelum bicara, “Tuan istri anda saat ini kritis karena kehilangan banyak darah.”


Deg


“Dokter tolong selamatkan istriku.” ucapnya dengan terpukul.


“Golongan darah pasien adalah A rhesus negatif dan kami sedang kehabisan stok darah tersebut untuk saat ini.” dokter menjelaskan kondisi reel saat ini.


“Golongan darahku O. Apa yang harus ku lakukan.” Nathan menyebutkan golongan darahnya pada dokter bermaksud untuk mendonorkan darahnya.


“Maaf kami nggak sarankan itu dan pasien harus segera mendapatkan golongan darah A rhesus negatif hari ini juga.” dokter menambahkan.

__ADS_1


Nathan duduk terdiam di samping Jovi setelah dokter dan petugas medis pergi dari sana. Ia memutar otaknya untuk mencari solusi.


__ADS_2