
“Ya baiklah kita kembali sekarang.” Nathan berdiri dari tempat duduknya. “Yakin kembali sekarang dan tidak pesan lagi ?” kembali bertanya sebelum melangkah keluar dari dari restoran.
“Tidak kak, aku sudah kenyang.” Jovi ikut berdiri kemudian menolak tawaran Nathan. “Baiklah kita kembali sekarang.” Nathan berjalan menuju ke kasir.
“Tidak, kali ini aku saja.” Jovi menarik lengan Nathan sambil tersenyum kecil. “Ya, baiklah.” Nathan kali ini membiarkan Jovi yang membayarnya karena ia tak mau ramai dengan Jovi di tengah banyak pasang mata yang menetap ke arah mereka berdua.
Mereka berdua kemudian segera berjalan menuju ke tempat mobil terparkir. Jovi tanpa sadar menarik lengan Nathan yang berjalan pelan karena menahan perutnya yang terasa tak nyaman.
“Jangan cepat-cepat jalannya.” Nathan menoleh ke samping menatap Jovi yang menggamit lengannya. “Tak apalah perutku sedikit mulas seperti ini tapi Jovi sudah mulai membuka dirinya untukku.” tetap dan sengaja berjalan pelan agar gadis itu terus memegang lengannya.
“Apa pembeli itu merupakan pasangan pengantin baru ?” kasir restoran menatap ke arah Nathan dan Jovi. “Mereka manis sekali.” petugas kasir yang berusia di akhir 40 tahunan itu jadi teringat masa mudanya bersama suaminya.
__ADS_1
Di dalam mobil, Jovi sudah duduk di depan, di samping Nathan tanpa pria itu memintanya kembali untuk duduk di sana.
Mobil melaju keluar dari restoran menuju ke kantor Jovi.
“Kenapa dia terus berkeringat sendiri tadi ?” Jovi menatap ke arah Nathan yang sedang mengemudikan mobil. “Apa Sebenarnya dia mengalami gangguan pencernaan saat ini tapi dia menahannya ?” gumamnya lirih.
“Kak... nanti di depan ada apotek di sebelah kiri jalan tolong berhenti sebentar.” Jovi berpesan pada Nathan. “Ya, apa kau tidak enak badan dan mau membeli obat di sana ?” Nathan menanggapi dan terlihat khawatir pada Jovi.
“Ha...” Jovi tersenyum tipis menatap Nathan. “Tidak kak, suplemen ku habis dan waktunya beli. Tak apakan jika aku turun sebentar ?”
“Berhenti kak, itu apoteknya.” Jovi menunjuk apotek di sebelah kiri jalan. “Kau mau beli apa, biar aku yang ke sana.” Nathan menawarkan diri setelah menghentikan mobilnya di depan apotek, sekaligus memilih obat anti diare untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
“Tidak kak, kakak tidak akan tahu suplemen gold karena tanya satu yang ku beli jadi sebaiknya kakak tunggu di sini saja.” Jovi menolak dan segera turun dari mobil.
“Tolong obat untuk diare merk xxx....” Jovi menyebutkan merk obat yang biasa ia pakai saat dia sedang murus pada petugas apoteker setibanya di sana. “Baik nona, ada lagi ?” petugas apoteker menyerahkan obat yang di pesan oleh Jovi.
Jovi menggeleng dan segera membayarnya kemudian kembali ke mobil Nathan.
“Kak ini... aku juga membeli obat untukmu.” Jovi menyerahkan obat yang ia beli pada Nathan. “Minumlah sekarang untuk pencegahan sebelum sakit.” menyalakan air mineral yang barusan ia beli pada Nathan.
“Terimakasih Jovi.” Nathan tanpa ragu dan segera meminumnya karena memang perutnya mulai terasa melilit. Ia senang sekali dan mengumbar senyumnya karena gadis itu menunjukkan perhatiannya sekali lagi pada dirinya.
Sepuluh menit kemudian mobil tiba di kantor Jovi.
__ADS_1
“Terimakasih kak.” Jovi berterima kasih telah turun dari mobil Nathan yang berhenti di depan pintu masuk kantornya. “Ya, sampai ketemu lagi besok.” Nathan melajukan kembali mobilnya kembali menuju ke kantornya setelah melihat Jovi benar-benar sudah masuk ke kantornya.
Di jalan ternyata banyak pasang mata yang menatap ke arah Jovi.