Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 121 Menunggu Telepon Dari Jovi


__ADS_3

Malam harinya Jovi berada di kamar Shasha dan menemani gadis itu. Shasha kembali bercerita mencurahkan semua perasaan sedihnya pada sahabatnya.


“Besok kau tak usah hadir ke pernikahan Daniel. Dengan kondisi mu yang seperti ini aku tidak yakin kau akan kuat melihatnya.” Jovi terbaring dan tengkurap di samping Shasha yang juga berbaring. “Ya, Jov. Aku juga tak ingin ia melihatku hancur seperti ini.” timpal Shasha singkat.


Dua jam kemudian setelah Shasha puas mencurahkan seluruh rasa sakitnya, gadis itu tertidur.


“Aku harap setelah ini kau akan menemukan lelaki baru yang akan bisa menjagamu seumur hidupmu.” Jovi mendoakan sahabatnya itu bertemu lelaki yang tepat di saat yang tepat.


Tak ada jawaban dari Shasha.


“Sha... kenapa kau diam saja ?” Jovi curiga dan membalik temannya itu. “Dia tidur. pantas saja tak ada jawaban darinya.” melihat Shasha yang sudah terpejam matanya.

__ADS_1


Jovi mengambil selimut dan menyelimuti tubuh sahabatnya itu dan juga dirinya.


Di lain tempat di rumah Nathan terlihat pria itu sedang duduk di kursi yang ada di kamarnya.


“Jovi hari ini tak menelepon atau mengirimi aku pesan. Ada apa dengannya ?” Nathan terlihat cemas dan berulang kali pria itu menatap layar ponselnya pemeriksa pesan masuk untuknya. “Masih jam 21.00, belum terlalu malam jika aku meneleponnya.” melihat jam di ponselnya.


“Kriing...” suara ponsel Jovi yang berdering. “Kenapa pria busuk itu meneleponku lagi ? padahal aku sudah bilang padanya jika aku tidur di sini malam ini.” Jovi yang bersiap untuk tidur bangun dengan besar dan mengeluarkan ponselnya dari tasnya.


“Halo Jovi... ini aku.” Nathan sempat terkejut mendengar nada Jovi yang tinggi ditelepon. “Oh... kak Nathan....” Jovi segera memerankan suaranya karena salah mengira. “Maaf... kak... aku kira siapa... ha...” kembali bicara dengan nada lembut dan tersenyum untuk menutupi rasa bersalahnya.


“Hari ini aku belum mendapat balasan pesan darimu. Apa kau marah padaku ?” tanya Nathan langsung karena ia rasa gelisah jika gadis itu benar-benar marah padanya entah apa sebabnya.

__ADS_1


“Astaga... maaf aku tak sempat membalas pesan mu, kak. Teman ku ada masalah, ceritanya panjang. Dan aku menenangkannya sampai aku lupa membalas pesan darimu.” Jovi merasa bersalah dan baru teringat Jika dia hanya sempat membaca pesan dari Nathan saja tanpa membalasnya.


“Teman mu ?” Nathan langsung jika itu adalah Shasha meskipun ia sendiri tak mengetahui namanya. “Jadi kau ada di sana sekarang ?” Nathan berdiri dari tempat duduknya dan berpindah duduk di tempat tidur.


“Ha... ya begitulah kak. Untuk malam ini saja aku akan menginap di sini sampai kondisinya tampil kembali.” Jovi keluar dari kamar dan duduk di kursi ada di depan kamar Shasha karena takut membangunkan sahabatnya itu. “Oh ya, ada apa kak tiba-tiba menelepon ku ?” menanyakan keperluan Nathan menelepon dirinya.


“Tidak ada, aku tidak bisa tidur dan hanya ingin mendengar suaramu saja.” Jovi terlihat tersipu mendengar jawaban yang dikatakan oleh Nathan


Entah kenapa hatinya serasa melambung hanya dengan mendengar perkataan singkat dari pria itu. Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan hingga satu jam ke depan.


“Dua hari lagi tepat satu minggu dan aku tak sabar mendengar jawabanmu.” ucap Nathan sebelum mengakhiri pembicaraan mereka. “Ahh... ya kak.” Jovi tak bisa berkata-kata lagi. “Beristirahatlah sekarang, karena besok kau akan bekerja.” Nathan mengakhiri pembicaraannya.

__ADS_1


Jovi berjalan masuk kembali ke kamar. Ia bermaksud untuk tidur namun setelah mendapatkan telepon dari Nathan, ia tak bisa tidur dan terlihat membayangkan serta memikirkan pria itu.


__ADS_2