
Beberapa jam setelahnya Chris pergi, pria itu kembali lagi ke kantor dengan membawa hasil investigasi penyelidikannya.
“Tuan ada berita mengejutkan, tuan pasti akan terkejut mendengarnya.” ucap Chris setelah mengetuk pintu ruangan Nathan dan masuk.
“Ya, Chris ku harap kau membawa hasil penyelidikan yang ku tunggu.” Sean menaruh berkas dokumen yang dipegangnya ke meja dan beralih menatap sekretarisnya.
“Tuan dari hasil penyelidikan di lapangan terdapat indikasi jika Champion Group memang sengaja dihancurkan oleh seseorang.”
“Maksud mu itu bukan alami menurun ?” Nathan menegaskan kembali pertanyaan yang diangguki oleh sekretarisnya.
Chris kemudian menunjukkan semua bukti di lapangan pada Nathan.
“Dari semua bukti yang ada pelakunya mengarah pada Sanjaya Grup, tuan.”
“Apa ?” Nathan seketika mengerutkan keningnya mendengar perkataan sekretarisnya itu. “Baik kerja bagus, kau boleh pergi sekarang.”
“Baik tuan.” Chris kemudian keluar dari ruangan Nathan.
Setelah kepergian sekretarisnya, Nathan membaca kembali berkas yang diberikan oleh Chris padanya.
__ADS_1
“brak !” pria itu sampai membanting berkas tadi ke meja karena kesal. Pikiran nya kemudian tertuju pada satu orang. “Pasti Deon yang melakukan semua ini.” Nathan semakin terlihat marah dan mengepalkan tangannya.
Ia pun kemudian bergerak cepat setelah mengetahui apa penyebab perusahaan itu jatuh bebas dan berupaya mencari solusi untuknya.
Sementara itu di rumah sakit terlihat ibunya Jovi yang masih menunggui putrinya itu.
“Biarkan saja ayah mu begitu kau tak perlu memikirkannya.” ucap wanita itu mencoba menenangkan putrinya yang masih terlihat ketakutan pada ayahnya. “Yang terpenting kau jaga kondisimu apalagi sekarang sedang hamil.” tambahnya menasehati yang hanya di angguki oleh Jovi.
Ya, gadis itu merasa sedikit lega ada ibunya yang setidaknya berada di sisinya dan mendukungnya.
“Jovi ibu harus kembali dulu bersama ayah mu.” setelah tiga jam lebih berada di sana ibunya itu pun akhirnya berpamitan dan berjanji akan kembali lagi nanti sore ke rumah sakit.
Ibunya Jovi kemudian menghubungi nomor Shasha dan memberitahukan padanya jika Jovi berada di rumah sakit saat ini.
Tiga puluh menit kemudian sahabatnya Jovi itu pun datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari ibunya Jovi.
“Jov... bagaimana kau bisa ada di sini ?” Shasha masuk ke ruangan tempat Jovi dirawat dan langsung memeluk temannya itu.
“Banyak hal yang terjadi padaku.” Jovi kemudian menceritakan semuanya pada sahabatnya itu termasuk perihal kehamilannya.
__ADS_1
Shasha mendengarkan semua cerita sahabatnya itu dan kembali memberinya dukungan.
Kembali ke kantor Nathan.
Pria itu kembali memanggil sekretarisnya.
“Chris kau ke rumah sakit sebentar dan berikan apel serta anggur merah untuk nona Jovi.” Nathan memberikan perintah pada sekretarisnya karena pria itu sudah mengetahui hubungannya dengan Jovi.
“Ya tuan.”
“Selain itu kau sebar ini di lapangan dan buat Sanjaya Grup menerima kembali apa yang mereka perbuat.” Nathan menyerahkan berkas yang berisi bahan untuk menyerang perusahaan Deon.
“Baik tuan.” Chris membawa dokumen itu, namun sebelum beraksi di dunia maya untuk menghancurkan nama baik Sanjaya Grup ia terlebih dulu mampir ke toko buah dan membeli buah yang dipesan oleh tuannya.
“Apakah di sini ruangan nona Jovi ?” Chris tiba di rumah sakit dan berdiri di depan sebuah ruangan. “Permisi.” ia pun masuk dan melihat Nona Jovi sedang bicara dengan seorang gadis.
“Chris, dimana tuan mu ?” tanya Jovi saat melihat pria itu menghampirinya dan menyerahkan buah yang tadi di mintanya pada Nathan.
“Tuan ada sedikit urusan nona.”
__ADS_1
Shasha yang ada di sana ikut menoleh dan menatap ke arah Chris. Entah kenapa gadis itu tersenyum ketika menatap Chris yang menurutnya hampir mirip dengan kakaknya.