Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 162 Kunjungan Orang Tua Jovi


__ADS_3

Beberapa jam setelahnya Jovi siuman. Ia menatap ke sekeliling.


“Kenapa aku berada di rumah sakit ?” gumamnya sambil mencari seseorang di sana.


Nathan yang pergi ke toilet sebentar masuk kembali ke ruangan tempat Jovi dirawat.


“Jovi kau sudah sadar ? Bagaimana keadaanmu ?” pria itu segera menghampiri kekasihnya dan duduk di sampingnya.


“Kenapa aku disini kak, aku mau pulang.”


“Tidak kau harus beristirahat di sini selama tiga hari.” jawab Nathan memberitahu.


“Tapi kak aku seharusnya hari ini masuk ke kantor.” Jovi teringat pada pekerjaannya yang belum selesai. “Oh... aku juga belum mengabari Rani jika aku tak masuk hari ini.” Jovi mencoba mencari ponselnya untuk memberitahu sekretarisnya itu.


“Jovi... kau jangan memikirkan kantor terlebih dulu. Aku sudah memberitahu Rani tadi perihal kau tidak masuk hari ini.”


“Tapi kak...”


“Kau harus lebih memikirkan buah hati kita.” Nathan mengusap perut Jovi dengan lembut. “Masalah kantor mu biar aku sekarang yang mengurusinya.” tambahnya sambil memeluk Jovi dari belakang.

__ADS_1


Jovi hanya menyentuh pipi Nathan yang berada dekat dengan wajahnya dan tak menanggapi.


“Kakak tidak ke kantor hari ini ?” tanya Jovi berbisik lirih.


“Tidak, aku sudah menyerahkan semuanya pada Chris.”


“Jika ada hal yang penting di kantor sebaiknya Kakak kembali ke kantor saja.” Jovi merasa ia baik-baik saja dan pria itu tak perlu menungguinya seperti ini karena ia tahu Nathan sangatlah sibuk.


“Apa kau yakin ?” tanya Nathan yang di angguki oleh Jovi. Tapi pria itu merasa tak tenang meskipun Jovi memintanya meninggalkannya.


“Apa kau ingin ibumu yang menemanimu di sini ?” Nathan bermaksud memberitahukan pada orang tua Jovi. “Mmm...” Jovi terlihat ragu dan ia tak yakin apa ibunya mau datang ke rumah sakit.


“Telepon ibu mu, kau hafal nomornya bukan ?” Nathan menyerahkan ponselnya yang diterima oleh Jovi.


Gadis itu dengan ragu menekan nomor ibunya namun saat telepon sudah tersambung ia hanya diam saja.


“Halo ibu....mm...tante...” karena Jovi tak mau bicara maka Nathan mengambil alih ponselnya dan bicara sendiri pada ibunya Jovi. “Tante aku hanya memberitahu saja saat ini Jovi ada di rumah sakit.”


“Apa ? Kenapa putri ku bisa ada di rumah sakit ?” jawab ibunya Jovi terkejut mendengar kabar itu terlebih lagi Nathan yang mengabarinya bukan putrinya. “Di Rumah Sakit mana dia dirawat ?”

__ADS_1


Nathan menjelaskan di rumah sakit mana Jovi dirawat dan tak lama setelahnya panggilan berakhir.


Ibunya Jovi segera bersiap dan akan berangkat ke rumah sakit. Di depan rumah ia bertemu dengan suaminya yang barusan kembali dari kantor.


“Ibu mau kemana ?” Samuel berhenti saat melihat istrinya yang terlihat terburu-buru.


“Jovi... dia ada di rumah sakit sekarang, Ayah.”


Ayahnya Jovi terdiam sebentar dan berpikir apakah hal itu ada kaitannya dengan posisi perusahaannya sekarang yang mengakibatkan putrinya itu syok dan masuk rumah sakit.


“Baiklah ibu aku akan mengantarmu ke sana.” Samuel memutuskan untuk ikut bersama istrinya menjenguk Jovi karena bagaimana pun juga ia tetap merasa khawatir pada putrinya.


Orang tua Jovi segera masuk ke mobil dan menuju ke rumah sakit yang ditunjukkan oleh ibunya Jovi. Mereka langsung menuju ke ruangan tempat Jovi dirawat.


“Ayah ?” pekik Jovi terkejut saat melihat kedatangan ayahnya dan bersembunyi di balik tubuh Nathan karena masih takut padanya.


“Om... tante...” sapa Nathan masih berdiri di samping Jovi karena gadis itu tak mau ia meninggalkannya.


“Jovi bagaimana kau bisa ada di rumah sakit ?” tanya ayah mendekat pada Jovi. “Apa kau sangat memikirkan perusahaan kita yang saat ini dalam masalah ?” tambahnya.

__ADS_1


“Masalah ?” Jovi menatap ayahnya dengan terkejut. Ia sama sekali tak mengetahui ada kabar apa mengenai perusahaan mereka.


__ADS_2