Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 145 Mengantar Jovi


__ADS_3

Deon masih berada di luar rumah saat Jovi sudah masuk ke dalam. Ia kembali tetap jalanan dimana mobil Nathan tadi terparkir di depan rumahnya.


“Aku tak mengira saja ternyata Nathan bisa sukses sekarang. Padahal dia dulu biasa saja di kelas dan sama sekali tidak menonjol.” Deon baru mengetahui kesuksesan Nathan. “Tapi seingatku dulu pria itu dingin sama gadis sedangkan tadi terlihat biasa dengan Jovi.” kembali teringat di masa sekolah dulu jika Nathan terlihat menghindari berhubungan dengan para gadis tidak seperti dirinya yang kau dengan banyak gadis di sekolah.


Deon menghentikan pikirannya di sana saat mendengar suara ponselnya yang berdering. Pria itu kemudian sibuk sendiri dengan ponselnya.


Di dalam rumah Jovi segera masuk ke kamar mandi. Ia melepas bajunya dan menggantungnya di gantungan.


“Pakaian ini semuanya beraroma tubuh mu, kak. Bahkan keringat mu pun masih menempel di tubuhku.” Jovi berdiri di bawah shower merasakan segarnya air yang menyapu kulitnya sambil menyentuh bagian bawah leher yang terasa kuat aroma Nathan di sana juga terdapat banyak kiss mark di sana.

__ADS_1


Malam harinya terlihat Nathan duduk di kamar bersandar ke dinding setelah selesai menelepon Jovi dan mengobrol dengan gadis itu selama satu jam penuh lamanya.


“Sayang sekali kau tidak tidur di kamar ku ini, Jovi.” Nathan menatap satu bantal di sampingnya di mana selama ini tak ada yang memakainya. “Tapi aku sudah senang sekali hubungan kita sudah sedalam ini.” tersenyum lebar teringat Jovi yang selalu menggeliat di bawah tubuhnya yang membuatnya bisa melupakan hal itu.


Berapa saat setelahnya Nathan terlihat sudah tertidur pulas dengan wajah yang tenang, tenang samudra biru.


Keesokan paginya seperti biasa, Jovi berangkat ke kantor naik taksi meskipun sebelumnya Nathan menawari akan menjemputnya. Tapi karena hal itu sangat baik beresiko sekali maka ia pun menolaknya.


“Semoga saja pekerjaan di kantor tidak menumpuk selama aku tinggal ke Filipina.” Jovi tiba di depan ruangannya. “Ha... tumben sekali ada dokumen yang menumpuk di meja.” merasa lega setelah masuk di dalam dan melihat mejanya bersih ada satupun dokumen di sana. “Baguslah Rani menghandle semua kerjaanku.” duduk dengan tenang dan bersantai karena tak ada kerjaan.

__ADS_1


“tok... tok...” suara pintu dekat dan tak lama setelahnya terlihat Rani membuka pintu ruangan kemudian masuk. “Nona semua berkas beberapa waktu yang lalu sudah selesai semua dan ini jadwal meeting dengan klien untuk minggu depan.” Rani menyerahkan beberapa jadwal meeting pada Jovi.


“Kenapa nona hari ini tampak sangat berbeda sekali dari biasanya ? Dia terlihat senang juga semakin berseri-seri dan terlihat cantik parasnya.” Rani menatap Jovi yang tersenyum membaca jadwal meeting di mana biasanya gadis itu terlihat kesal jika harus mengikuti meeting.


Suatu siang Nathan dan Jovi sengaja mengosongkan waktu mereka di tengah kesibukan untuk menghabiskan waktu bersama.


Kali ini Nathan menjemput Jovi di luar kantor, sesuai dengan permintaan gadis itu agar tak banyak yang melihat mereka.


“klak.” Jovi masuk ke mobil Nathan dan menutup kembali pintunya. “Kak sebelum kita jalan-jalan, maukah kau menemanik aku sebentar saja ke rumah orang tuaku ? Aku sudah lama belum mampir ke sana lagi.” ucap Jovi di tengah jalan.

__ADS_1


“Ya tentu saja, aku akan menemanimu.” Nathan tersenyum tipis karena akan bertemu dengan orang tua Jovi.


__ADS_2