
Samuel, ayahnya Jovi yang baru keluar dari sebuah ruangan berhenti sejenak. “Ayah kemari sebentar, ada tamu yang mencarimu.” ucap ibu memanggil.
Ayah sebenarnya sudah tahu siapa tamunya karena hafal dengan suara putrinya. Pria itu kemudian masuk ke ruang tamu.
“Tuan Nathan... ?” Samuel tak menyangka saja jika yang datang bukan hanya Jovi saja melainkan CEO Atmaka Group. Secara, pria itu belum sempat menemuinya apalagi berterima kasih padanya setelah Nathan membantu perusahaannya.
“Ya om maaf malam-malam begini bertamu ke rumah anda.”
Samuel kemudian duduk di sebelah istrinya tanpa menyapa Jovi. “Ya... selagi kita bertemu seperti ini ada yang ingin kusampaikan padamu. Aku berterima kasih padamu karena sudah membantu perusahaan ku yang sekarang sudah pulih kondisinya.” ucapnya panjang lebar terlambat menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Tak perlu sungkan pada ku, om.” jawab Nathan singkat.
Jovi yang ingin bicara dan menyampaikan maksud kedatangannya menjadi diam seribu bahasa melihat ayahnya yang menurutnya masih marah pada dirinya karena sama sekali menatap ke arahnya.
“ehm...” Nathan berdehem kecil saat Jovi menyentuh jemari Nathan di dekatnya. Pria itu kemudian melirik ke arah Jovi sebentar dan dia tahu maksud kode itu.
__ADS_1
“Om dan tante maksud kedatangan kami kemari adalah untuk memberitahukan kepada kalian jika tanggal 23 ini kami makan melangsungkan acara pernikahan. Kami datang untuk meminta restu dari kalian. Selain itu kami ingin kalian hadir di acara pernikahan kami.” jelas Nathan panjang lebar dan menunggu jawabannya.
Ibunya Jovi terlihat senang dengan kabar bahagia tersebut. “Tentu saja kami akan datang ke pernikahan kalian.”
“Ya, kami akan mengusahakan untuk datang ke pernikahan kalian.” Samuel ikut menanggapi ucapan istrinya walaupun dalam hati ya sebenarnya tidak begitu suka dengan jawaban dari istrinya.
Jovi tetap diam meskipun dalam hati ya tersenyum senang karena ternyata kedua orang tuanya tepatnya ayahnya mau merestui hubungan mereka berdua.
“Aku senang ternyata Ayah sudah tidak marah lagi pada Jovi dan mau merestui hubungan mereka.” batin ibunya Jovi merasa lega I dan tersenyum kecil karena tak perlu membujuknya lagi untuk perbaikan dengan putrinya.
“Om tante kami pulang dulu.” Setelah perpamitan mereka berdua pun berdiri dari tempat duduk mereka dan berjalan menuju keluar rumah.
“Ayah ibu aku pulang dulu.” Jovi menatap ayah dan ibunya bergantian namun hanya ibunya saja yang merespon sedangkan ayahnya masih diam.
“Jangan dipikirkan.” bisik Nathan lirih melihat ayahnya Jovi yang ternyata masih marah pada putrinya.
__ADS_1
Jovi hanya mengangguk dan menggenggam tangan Nathan kemudian masuk ke mobil yang langsung melaju kembali ke jalanan.
“Aku tidak tahu kenapa Ayah masih marah padaku padahal kakak juga sudah membantunya.” keluh Jovi sambil menekuk wajahnya.
“Mungkin butuh waktu lebih lama untuk ayahmu memahami semuanya.” hibur Nathan tak ingin Jovi memikirkan hal itu.
Ia pun mengalihkan topik pembicaraan mereka karena melihat Jovi masihlah sedih karenanya.
“Sayang bagaimana jika kita ke rumah Ibuku dan meminta restu padanya ?”
“Ya kak... tapi apakah ibu mu bisa menerima ?” jawab Jovi terlihat ragu sekali karena di pertemuan terakhirnya respon ibunya Nathan menyisakan luka di hatinya ia tak pernah mengungkapkannya pada Nathan.
Nathan pun mengemudikan mobilnya menuju ke rumah ibunya.
“Tenang Jovi jangan gugup.” ucap Nathan monyet juga yang tampak takut setelah mereka tiba di sana.
__ADS_1
Nathan menggenggam tangan Jovi erat dan mengajaknya masuk menuju ke sebuah rumah mewah.