Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 98 Mencari Suvenir


__ADS_3

Dua hari berlalu dan hari tepat meeting Nathan berakhir. Karena hari ini adalah hari terakhirnya meeting, maka meeting hanya berlangsung dua jam saja dan tak sampai siang hari sudah selesai.


Nathan keluar dari ruang meeting menuju ke tempat parkir dimana di sana sudah ada driver yang menunggunya.


“Silahkan masuk, tuan.” driver yang sudah stand by sedari tadi segera membukakan pintu mobil saat melihat Nathan dari kejauhan. “Tolong antarkan aku ke pusat suvenir di sini.” Nathan segera duduk di belakang dan meminta driver mengantarnya ke tempat yang ia sebutkan sebelumnya, sebelum kembali ke negaranya.


“Baik, tuan.” driver segera melajukan mobilnya menuju ke pusat souvenir yang ada di Queen Victoria, Melbourne.


Queen Victoria merupakan pasar tradisional yang menjual fresh products juga berbagai macam souvenir khas Australia. Banyak turis asing yang mampir ke sana sebelum mereka kembali ke negara mereka masing-masing untuk memberikan buah tangan keluarga maupun teman mereka.


“Tuan, kita sudah sampai.” driver menghentikan mobilnya lima belas menit kemudian. “Baik, Tolong tunggu di sini sebentar. Aku akan keluar dulu.” Nathan membuka pintu mobil dan keluar dari sana.


Pria itu kemudian berjalan melihat-lihat barang yang dijual di sana untuk mencari sesuatu yang menarik.

__ADS_1


“Apa yang kira-kira di sukai oleh Judith ?” Nathan bingung saat melihat banyak barang menarik yang dipajang dan dijual di sana.


“Pardon ma'am. Can I have this dolls but i ask the koala ones ?” Nathan berhenti di stand boneka dan mengambil salah satu boneka kanguru lalu menunjukkannya pada penjual.


“Sorry sir, we ran out of stock koala dolls. But if you patient I'll make it for you for a moment.” Nathan diam dan terlihat berpikir kira-kira lama atau tidak penjual itu akan membuatkan nya.


“How long I've to wait if i order a couple of koala dolls ?” tanya Nathan butuh kepastian sebelumnya.


“Ok,please make me a couple of koala dolls and add this name in each doll.” Nathan memberikan sebuah kertas bertuliskan Namanya juga nama Jovi pada penjual tadi.


Sambil menunggu pesanannya jadi, Nathan kembali berkeliling dan melihat barang lainnya yang menarik.


“Mungkin Jovi akan suka itu.” Nathan berhenti saat melihat bola salju kanguru. “This one, please.” Nathan mengambilnya satu dan membayarnya.

__ADS_1


Ia pun kembali berkeliling dan mencari barang lainnya yang menurutnya bagus sampai satu jam lamanya dan barulah ia kembali pada penjual tadi.


“Sir, here you are your order.” penjual menyerahkan boneka koala yang dipesan oleh Nathan. “Oh, perfect as i hope. How much, ma'am ?” Nathan terlihat puas dengan yang dipesan nya lalu menanyakan harganya.


Setelah penjual itu menyebutkan harganya Ia pun segera membayarnya.


“Kurasa sudah cukup.” Nathan menenteng dua tas besar berisikan souvenir kemudian kembali ke tempat driver menunggunya. “Sudah, kita kembali ke hotel sekarang.” Nathan masuk ke mobil dan segera duduk dengan tenang.


Mobil melaju menuju ke hotel.


“Tolong tunggu 30 menit di sini, aku akan mengemasi semua barang ku dan antarkan aku ke airport setelahnya.” ucap Nathan pada driver saat mobil tiba di hotel sebelumnya turun dari sana.


Selama di perjalanan kembali, pria itu sudah memesan tiket pesawat online karena ia ingin segera kembali ke Jakarta dan bertemu dengan Jovi tentunya.

__ADS_1


__ADS_2